Berita Seputar Situs

Benteng Tujuh Lapih

Benteng Tujuh Lapis di Dalu-dalu, situs peninggalan sejarah pahlawan Nasional Tuanku Tambusai telah terancam abrasi oleh sungai, memeang dahulu sungai Sosah ini adalah bagian dari benteng namun, jika dilihat sekarang sudah merusak hampir 1/3 benteng, sementara itu benteng tersebut juga belum dilakukan pemugaran.

Rantau Binuang Sakti

Terletak di Kecamatan Kepenuhan, di Desa Bunga Tanjung, perbatasan dengan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir.
Tempat ini adalah tanah kelahiran Tuan Guru Syekh Abdulwahab Rokan, Tuan Guru Thareqat Naqsabandi di Basilam Kabupaten Langkat.

Kamis, 11 Februari 2010 telah dilakukan kunjungan beberapa komponen yang ingin melihat dan berharap situs ini dapat di manfaatkan sebagai tempat kegiatan Religi, Wisata, Pendidikan dan lain sebagainya,
Dalam Kunjungan ini di sambut oleh Kepala Desa Rantau Binuang Sakti, Bapak Jamaluddin.
Hadir dalam kunjungan tersebut Bapak Ismail Hamkaz (Anggota DPRD Rokan Hulu), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rokan Hulu, Hj. Yurikawati beserta staf, Pemuka Masyarakat Kotatengah, Konsultan, dan wartawan Metro TV, Media Riau dan masyarakat Bunga Tanjung.
Situs Rantau Binuang Sakti adalah situs tempat kelahiran Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan, dimana para pengikut Thareqat Naqsbandi yang kini berpusat di Besilam, Langkat, sangat mengidamkan Rantau Binuang Sakti dibanun, agar para mursidin dan murid (Khalifah/Tahlil Thareqat Naqsabani) dapat berziarah ke tempat ini, dalam rangka mengenang Tuan Guru Sekh Abdul Wahab Rokan.
Dalam kesempatan tersebut Anggota DPR Ismail Hamkaz dan Kadis Budpar Rohul, menyampaikan bahwa tahun ini akan dilaksanakan kegiatan Perencanaan Tekhnis tentang pembangunan sarana dan prasarana Rantau Binuang Sakti sebagai tempat kegiatan Religi sekaligus tempat Wisata Religi yang akan besar seperti yang ada di Besiam Langkat.
Dalam kunjungan tersebut tentu menjadi tonggak awal pembangunan fisik yang perlu mendapat perhatian semua kalangan.
Dalam hal itu juga Dinas Budpar Rokan Hulu telah mengarahkan pembangunan kepada zona yang tidak akan mengganggu situs peninggalan Kerajaan Rntau Binuang Sakti seperti : Benteng, Kolam Pemandian, Taman Bunga Kerajaan, Mesjid Tua tempat Tuan Guru belajar Mengaji, dan pemakaman guru-guru serta penyiar agama Islam di Tanah Rokan ini.


Rombongan Tim Peninjauan lokasi Situs Rantau Binuang Sakti.

MAKAM PARA PAHLAWAN ROKAN DI LUAR ROKAN


Ada beberapa pejuang yang dibuang atau wafat di daerah luar Rokan, hal ini membuktikan betapa berpengaruh dan heroiknya mereka
seperti Sultan Zainal Abidin di buang ke Kediri, Syekh Abdul Wahab Rokan hijrah ke Besilam Langkat Sumatera Utara, sementara Tuanku Tambusai meninggal di Malaisia Negeri 9


Makam Sultan Zainal Abidin Syah di Kediri Jawa Timur

Makam Syekh Abdul Wahab Rokan di Besilam Langkat, beribu-ribu masyarakat melayat sebagai Syekh Thareqat Naqsabandiyah Se-Asia


Ditemukan perahu tua di sebuah oxbow mati daerah Toluk Bintungan KecamatanRambah.
Perahu ini berukuran panjang 14,46 meter, lebar pada bagian tengah 94 cm, kedalaman 35 cm, ketebalan 4 cm, memiliki 14 pasang tomolun tempat bertumpunya somoku, panjang haluan 25 cm dan buritan 29 sm, perahu ini diperkirakan terbuat dari kayu morobou (diakui oleh jon kobet)
sementara ditanya tentang umur dari perahu ini, belum ada yang dapat memperkirakannya, namun jika dilihat dari bentuk, cara pembuatan, serta letak didalam bekas sungai, menandakan perahu ini milik datuk-datuk penghuni sungai Batang lubuh (rokan Kanan) pada tahun 1900, sebelum kemerdekaan atau masuknya Belanda di negeri ini.
Perahu telah diketahui keberadaannya dalam sebuah oxbow mati tidak jauh dari sungai batang lubuh, namun baru dapat diangkat ke permukaan pada tanggal 12 Oktober 2010 dan dipindahkan ke Suaru Suluk Syekh Umat di Boncah togonang pada tanggal 14 Oktober 2010.
Menurut pengetahuan kami penemuan serupa ini sudah ada sebelumnya seperti di Tambusai, Tanjung Belit dan Muara Rumbai 7 tahun yang lalu, namun benda yang ditemukan saat itu sudah rusak parah, sehingga tidak dapat didokumentasikan dengan baik, penemuan kali ini yang terjadi di Toluk Bintungan benda perahu tua ini masih utuh dan dapat difungsikan. via rokan.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s