Ketentuan Olahraga Gasiang

ATURAN TURNAMEN GASIANG CABANG BOTINGKAH BEREGU (5 orang/group)

1. Tatacara dan aturan perlombaan :

  1. Sebelum pertandingan dimulai setiap ketua regu wajib menyampaikan susunan nama pemainnya kepada juri, setelah dilaporkan tidak boleh diganti (main pakai induk atau kepala)
  2. Induk atau kepala moningkah atau menahan paling akhir
  3. Apabila induk cabuih (tidak mengenai gasiang lawan) atau melewati garis batas poningkah maka regunya kalah dan terjadi ganti pangkah (pindah bola)
  4. Cara moningkah bebas (tingkah layang, hunjom, selo, dll)
  5. Bagi yang monahan, mougai (memutar) gasiang harus dalam lingkaran/kotak yang ditentukan, apabila keluar garis atau tokolubong poningkah dapat mougai tanpa moningkah ditempat hukuman (waktu mougai paling lama hitungan ke 5 dari juri)
  6. Bagi yang monahan, waktu mougai (memutar gasing) dilarang dengan sengaja mengganggu gasiang lawan, apabila dilanggar regu dinyatakan kalah (keputusan juri)
  7. Waktu moningkah, paling lama hitungan ke-3 dari juri, apabila belum diting pada hitungan ke 3 maka gasiang lawan tidak boleh ditingkah lagi (dianggap tingkah cabuih)

2. Cara Penilian :

  1. Untuk menentukan pemenang, adalah regu yang lebih dahulu mencapai nilai 3 (tiga)
  2. Untuk menentukan regu yang menahan dan regu mana moningkah dilakukan perlombaan sololok/bosogigieh, anggota regu yang menang (gasiang yang paling lama berputar) adalah regu yang menang (gasiang yang lama berputar) adalah regu yang moningkah dan yang kalah monahan dan belum diberikan nilai.
  3. Regu yang moningkah menang diberi nilai 1 (satu)
  4. Regu yang mendapat nilai 3 (tiga) terlebih dahulu adalah pemenang

3.  Aturan Pertandingan Gasiang:

  1. Bosogigieh tidak dihitung niali
  2. Yang monang moningkah
  3. Untuk memenangkan pertandingan harus menang 3 (tiga) kali moningkah (nilai 3)
  4. Apabila yang meningkah kalah, terjadi ganti pangkal (pindah bola) tidak dihitung nilai.
  5. Gasiang poningkah tidak boleh melewati garis batas poningkah, apabila menahan, mongugai harus di kotak, apabila keluar garis, atau tokolubong, maka poningkah dapat mongonai di tempat ugai hukuman.
  6. Moningkah dan monahan berurutan sesuai dengan nomor (induk yang terakhir)
  7. Waktu monahan paling lama hitungan ke-5 (lima) daru juri setelah gasiang monahan ditingkah, apabila terlambat maka poningkah dapat mougai gasiang di tompek hukuman untuk membantu induk
  8. Apabila 3 (tiga) pemain terkena hukuman, maka regu di anggap kalah
    i. Apabila terjadi seri (draw) dilaksanakan tingkah balu (harus mati sutingkah)
  9. Dilarang ugai botino (ugai pudiang) jika terjadi maka tetap dihitung kalah.
  10. Jika yang berbuat ugai butino maka regu langsung dinyatakan kalah
  11. Apabila tidak bertali dan dilihat oleh dewan juri langsung di diskualifikasi.

Tim perumus Tuga, Basron, Taslim.F, Haris, Sobu, (Juli 2009)
Aturan ini sudah disosialisasikan keseluruh daerah di Rokan Hulu dan masih dipakai sebagai aturan olahraga gasiang tradisional
Aturan ini juga diujicoba dalam Turnamen Gasiang di Objek Hapanasan Rokan Hulu untuk pertama kali. via rokan.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s