Adat Perkawinan Rohul

Adat Perkawinan di wilayah Rokan Hulu

Adat Perkawinan di Rokan Hulu
Luhak Rambah :
A. Adat Sumondo Ketemenggungan ; Raja menikah sama derajat (Patriakat), Raja Menikah dengan anak Raja-raja atau Suku Non Tujuh atau Suku Mandahiling (Patriakat, bila adat diisi lembago dituang)
B. Adat Sumondo Perpatih Nan Sebatang ; Suku Andiko dengan Suku Andiko (Matriakat), Laki-laki Suku Mandahiling dengan Suku Non Tujuh (Matriakat).
C. Adat Jujuran; Suku Mandahiling menikah dengan sesamanya (Patriakat), Laki-laki Suku Non Tujuh dengan Suku Mandahiling (Patriakat).
D. Adat Tanam Batu ; Suku Andiko atau Suku Mandahiling dengan Bangsawan.
Adat Sumondo Luhak Rambah
Pra Langsung :
Laki-laki menyampaikan keinginan kepada Poibuannya, Jujuak, pembicaraan poibuan laki-laki dengan poibuan perempuan, Bokoba (minta ditongkan kepada mamak adat), Moanta tando cakap, Moulak Kato, Moanta Tando, Akad Nikah, Nikah Gantong, Sopokat Keluarga, Anta bolanjo (diluar adat)
Hari Langsung :
boinai, Bonceng, Borosah, Monyusun sirih, moukie pinang, buek bungkuih, Jopuik ponganten, Moarak ponganten, Monyambuik ponganten, Uluo jawek anta torimo, Jopuik monjopuik, Sorah torimo inang pongasuh, Menyaksikan isi tepak plembang, Koaie tomat kaji, koaie bosimbuo, Sombah monyombah, makan beradat, Timang kopa, Monobuih tepak tando, upah-upah, Sombah monyombah, Potaruh potakek, Solang pinjam.
Pasca Hari Langsung :
Pangilan suruik, Matrilokal selama 1 tahun.
Adat Jujuran di Luhak Rambah
Pra Hari Langsung :
Pihak keluarga kerumah perempuan membawa perlengkapan adat, Anta tando monjopuik perempuan secara adat, monjopuik perempuan untuk dibawa kerumah keluarga laki-laki dengan membawa perlengkapan adat, memberi kabar kepada pihak perempuan, anaknya sudah dibawa dengan maksud baik, membayar hutang sepanjang adat
Hari Langsung :
Prosesi hari langsung tidah jauh berbeda denga prosesi hari langsung adat sumondo.
Pasca Hari Langsung :
Disesuaikan dengan ketentuan adat persukuan pihak laki-laki
Adat Perkawinan Sumondo Di Luhak Rambah
Pra Hari Langsung :
Seorang laki-laki menyampaikan kepada orang dekat ibunya, bocinok-cinok, Monontukan anta timo tando, Anta torimo, Anta tando, Akad Nikah
Hari Langsung :
Monogak lasa, Malam Boinai, Bokundai, Khatam Kaji, Monjopuik Pengantin, Momutuih Obek, Bolimau, Mombukak Tabie, Timang Pengantin, Timang Suok, Kaik Kolingkiang, Turun Makan, Pulang Momulang, Upah-upah.
Pasca Hari Langsung :
Solang Monyolang, Utang Mamak ko Komonakan
Langi-langi Adat Perkawinan di Luhak Rokan IV Koto :
Pra Hari Langsung :
Seorang laki-laki menyampaikan kepada Barih amainya, Suluo-suluo aie, Sirieh tanyo, Anta tando, Akad Nikah.
Hari Langsung :
Persiapan kenduri (Bokampong kocik, memanggil mamak nan botigo, Bokampuang Besar, Mengampungkan Penghulu), Pelaksanaan kenduri (mengantar ayam khatan kaji, mengantar mempelai, Monjopuik Penganten, Penyambutan Penganten).
Pasca Hari Langsung :
Panggilan Suruik, Menanai Sijorah.
Adat Perkawinan di Luhak Kunto Darussalam :
Adat Somondo Mamanjo (Perpatih Nan Sebatang), untuk suku nan 34, Adat Ketemenggunagn untuk Bangsawan.
Adat Perkawinan Somondo di Luhak Kuntodarussalam
Pra Hari Langsung :
Seorang laki-laki yang ingin menikah menyampaikan kepada Abang iparnya, Istri abang iparnya, atau kepada ibunya, Suluoi-suluo aie, Menimang adat atau hukum, Pokay ninik mamak, Anta Tando, Akad Nikah
Hari Langsung :
Moanta penganten, Moarak Penganten, Penyambutan Penganten, Penyerahan Penganten, Membuka Tabie, Kato Peresmian, Kato Nasehat
Pasca Hari Langsung :
Monjolang Mamak, Menuruni rumah
Adat Perkawinan Sumondo di Luhak Tambusai :
Pra Hari Langsung :
Seorang laki-laki yang ingin berkeluarga menyampaikan hasratnya kepada bundainya, Suluo-suluo ayie, Bopori-pori kuluarga, Muburuk, Muanta Kato, Muanta Tando, Munontu Ari, Boinai.
Hari Langsung :
Monyompuik penganten, Penyambutan penganten, Bolimau koayie, ijab kabul, Duduk bosanding.
Sumber, Tim Penyelia Ahli, Al-Azhar dan T. Rafrizal

Advertisements

One comment on “Adat Perkawinan Rohul

  1. Ada beberapa permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam menentukan adat yang dipakai dalam perkawinan, apakah memakai sumondo atau jujuran. karena kurangnya sosialisasi dimasyarakat tak sedikit yang batal melangsungkan pernikahan karena tidak sepakatnya dalam memilih adat yang digunakan. hal ini tentu sulit dibenarkan dari segi agama, karena menghambat orang untuk berbuat baik yaitu menikah untuk mengikuti sunnah. untuk itu perlu dilakukan sosialisasi dimasyarakat tentang pelaksanaan adat dan bila tidak ada kesepakatan (apakah memilih sumondo atau jujuran) dicari jalan tengah yang bisa sama-sama diterima. perlu diingat jangan sampai adat melangkahi agama artinya jangan sampai adat lebih penting dari pada agama, adat adalah budaya sedang agama adalah perintah dari yang maha segala-galanya (Allah SWT).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s