Rokan Raya

 

Adalah sebuah semangat lama pendahulu kita yang perlu dibangkitkan lagi.
Kalau kita baca Sejarah Tentang Syekh Abdul Wahab Rokan Karangan H. Ahmad Fuad Said Thn 1998, dan Executive Sumamary Sejarah Perjuangan Sultan Mohamad Dzainal Abidin Menentang Kolonial Belanda di Rokan-Riau-Indonesia 1887-1916 oleh Pemda Riau Badan Kesejahteraan Sosial Pekanbaru 2006.

Dapatlah di artikan perjuangan mereka tersebut terhadap Rokan ini sangatlah mulia da perlu di teruskan.
Bukan intinya ingin membentuk sebuah propinsi Rokan Raya, tetapi bagaimana menyatukan masyarakat serta semangat Rokan untuk kemajuan dan kemakmuran rakyat Rokan dari Hulu sampai Hilir.
Jikalau dengan cara membentuk propinsi sekalipun hal itu tidaklah mengapa, yang penting mari kita hidupkan kembali semangat pendahulu kita.

Sultan Mohamad Dzainal Abidin adalah pejuang sekaligus ulama dimasa itu yang ingin mempersatukan Rokan dari Hulu sampai hilir yang ditentang oleh Kolonial Belanda, dimana salah satu tuduhan tersebutlah yang menjebloskannya di Penjara, kesalahan yang dianggap Belanda di masa itu adalah tahun 1902 Sultan Zainal Abidin Syah pergi ke Konstatinopel tanpa izin pemerintah Belanda, disana meminta pengesahan sebagai raja dengan wilayah mulai Rokan hingga muara Rokan.

Selain Merek berdua juga ada Sebuah organisasi pada tahun 1872 atas prakarsa Syekh Abdul Wahab Rokan mereka memprakarsai sebuah musyawarah besar di Rantau Binuang Sakti.
Dari musyawarah tersebut dihasilkan tiga keputusan :
1. Membentuk sebuah organisasi Persatuan Rokan, dengan H. Abdu Muthalib Mufti menjadi Ketuanya. Tujuan Organisasi ini ialah untuk mempersatukan tenaga dan pikiran keluarga Rokan, guna menyebarkan paham agama dan membebaskan rakyat dari tekanan penjajah.
2. Mendirikan sebuah Badan Perhubungan. Badan ini dipimpin langsung oleh Sultan Zainal Abidin. Tujuannya untuk mengadakan kontak dan hubungan dengan luar negeri. Melalui badan ini telah dikirim beberapa utusan ke Perak, Malaysia dan Turki. Misi ini berhasil mempererat hubungan persahabatan dengan masyarakat luar negeri. Dan tidak sedikit pula beroleh bantuan luar negeri dalam usahanya mengembangka Islam.
Akan tetapi belakangan, gerakan ini dicurigai oleh pemerintah Belanda, sebagai akibatnya Sultan Zainal Abidin diasingkan oleh Kolonial Belanda ke Madiun (Jawa Timur).
3. Melakukan suatu lembaga Pendidikan dan Pengajaran, diketai langsung oleh Syekh Abd Wahab. Sesuai dengan namanya, badan pendidikan agama dan thariqat. Persatuan Rokan pada masa itu mendapat dukungan masyarakat dan berkembang dengan baik.
Inilah dasar kita untuk menjadikan Rokan Raya, Persatuan Rokan, untuk kesejahteraan rakayat Rokan dimasa akan datang.

Berikut adalah foto para pendiri Persatuan Rokan.


Syekh Abdul Wahab Rokan             Sultan Mohamad Dzainal Abidin
Lahir 28 September 1811                 Lahir 29 Agustus 1854
Wafat 27 Desember 1926                 Wafat 5 Sep[tember 1916

Dengan sekilas semangat pendahulu ini bagaimana usaha kita untuk menjadikan Rokan Raya atau kita samakan dengan Persatuan Rokan tersebut.

Kami rokan.org sebagai wadah untuk menghidupkan semangat tersebut akan siap menerima wacana-wacana dimaksud dengan tujuan mensejahterakan Rokan, sekalipun jalan keluarnya ingin membentuk sebuah propinsi. via rokan.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s