Meriam Diduga Bagian Sejarah Rohul Ditemukan di Sungai

Sabtu, 30 Oktober 2010 17:28

Sebuah meriam tua ditemukan warga Rambahsamo, Rohul di dasar sungai. Senjata masa lalu itu diduga kuat bagian dari sejarah, mungkin sejarah kerajaan ataupun sejarah masa perjuangan.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Warga Kecamatan Rambahsamo, dihebohkan dengan penemuan sebuah meriam berkarat dari Sungai Dua di Dusun Lubuk Ngarai Desa Lubuk Napal Kecamatan Rambahsamo Kabupaten Rokan Hulu.

Awalnya Sunardi, warga Desa Lubuk Napal yang sedang menembak ikan di Lubuk Meriam tidak mengetahui jika besi yang ditemukan dalam sungai adalah meriam, sehingga dia pergi begitu saja. Selanjutnya dia memberitahukan kepada seorang penembak ikan Bismardi (30), warga Desa Teluk Aur.

Karena penasaran, Bismardi mencoba meyakinkan apa yang sudah dikatakan Sunardi di Lubuk Meriam di kedalaman sungai sekitar 2 meter. Dengan menyelam, Bismardi memukul besi tersebut menggunakan kepala senapan ikan miliknya, namun suaranya tidak seperti besi padat.

Dengan seorang diri, Bismardi mencoba mengangkat benda tersebut, karena berat dia menggeser besi perlahan ke tepian Sungai. Sesampainya ditepian, baru diketahuinya, besi melintang di tengah sungai adalah meriam berkarat dengan panjang 1,5 meter, diduga peninggalan sejarah kerajaan pada zaman perang.

Selanjutnya dia memanggil enam rekannya, untuk mengangkat meriam sekitar 200 kilogram itu ke rumahnya di Desa Teluk Aur dengan menggunakan sepeda motor, dan berjarak 7 kilometer.

“Menurut cerita orang tua, di daerah Lubuk Meriam ini memang ada beberapa meriam peninggalan kerajaan. Namun kita tidak tahu, meriam dari Kerajaan Rokan atau Kerajaan Rambah,” ungkap Bismardi, kepada riauterkini, Sabtu (30/10/10) pagi dikediamannya.

Atas penemuan itu, sejak Jum’at sore kemarin, rumahnya didatangi ratusan masyarakat Rohul untuk menyaksikan secara gratis meriam berkarat yang ditemukannnya. Bahkan hingga pukul 2 dinihari, masih ramai masyarakat yang datang untuk menyaksikannya.

“Saya tidak ada bermimpi, sebelum menemukan benda ini. Tetapi tetangga saya tadi malam bermimpi didatangi orang tua berjenggot putih, dan meminta meriam diikat dengan kain 4 warna, dan baru pagi tadi kami ikat dengan kain,” jelas Bismardi.

Menurut warga sekitar, sejarah meriam sudah lama didengar. Setiap meriam ada pengikutnya, yaitu berupa ikan besar dan ular besar. Dan setiap pukul 12.00 Wib, meriam berat tersebut muncul ke permukaan sebentar.

Menurut tetuah kampung, di Lubuk Kapiah (Lubuk Topi) 30 tahun lampau. Ada yang melihat topi berwarna kuning emas di sekitar itu, namun tidak ada yang berani yang mencarinya. Begitu juga di Lubuk Napal, warga percaya masih ada baki (talam) besar yang digunakan untuk acara pesta kerjaaan.

“Untuk sementara, biarlah meriam ini diinapkan di rumah Pak RW. Sebab kita takutkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ke depan,” jelas Bismardi.

Dengan alasan tadi, saat ini meriam yang sudah berkarat tersebut diinapkan di Rumah Ketua RW 02 Dusun Teluk Aur, Desa Teluk Aur, Batara Lubis. Hingga berita ini turun, masih banyak masyarakat Rohul yang penasaran ingin melihat langsung penemuan meriam tersebut.***(zal)

sumber: riauterkini.com

Advertisements

2 comments on “Meriam Diduga Bagian Sejarah Rohul Ditemukan di Sungai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s