Warga Lubuk Napal Temukan Meriam Tua di Sungai

*Diperkirakan Dari Peninggalan Zaman Kerajaan

Minggu, 31 Oktober 2010 – 06:54:20 WIB
RAMBAHSAMO (rokanhulunews.com) – Warga Desa Lubuk Napal Kecamatan Rambah Samo, heboh dengan ditemukannya meriam tua yang kondisinya sudah berkarat dari dalam Sungai Dua di Dusun Lubuk Ngarai. Diperkirakan, meriam tua tersebut merupakan peninggalan kerajaan, yang digunakan untuk perang mengusir penjajah.

Penemuan itu awalnya, pada Jumat (29/10), seorang warga Lubuk Napal Sunardi menembak ikan di Lubuk Ngarai. Saat itu Sunardi tidak mengetahui, jika besi yang ditemukan dalam sungai adalah meriam, sehingga dia pergi begitu saja. Selanjutnya dia memberitahukan kepada seorang penembak ikan rekannya Bismardi (30) warga Desa Teluk Aur.

Bismardi penasaran dengan informasi Sunardi, kemudian dirinya mencoba meyakinkan perkataaan Sunardi. Saat dicek, Meriam dengan kondisi yang berkarat terpendam di kedalaman sungai sekitar dua meter. Dengan cara menyelam, Bismardi memukul besi tersebut menggunakan kepala senapan ikan miliknya, namun suaranya tidak seperti besi padat.

Bahkan Bismardi mencoba mengangkat benda tersebut seorang diri, karena berat dia menggeser besi perlahan ke tepian Sungai. Sesampainya di tepian, baru diketahuinya, besi melintang di tengah sungai adalah meriam berkarat dengan sepanjang 1,5 meter.

Kemudian, dia memanggil enam rekannya agar mengangkat meriam yang beratnya sekitar 200 kilogram lalu dibawa ke rumahnya di Desa Teluk Aur menggunakan sepeda motor.

”Dari cerita orang-orang tua di daerah Lubuk Ngarai, memang ada beberapa meriam peninggalan kerajaan. Namun tidak diketahui meriam tersebut dari Kerajaan Rokan atau Kerajaan Rambah,” jelas Bismardi, Sabtu (30/10), saat ditemui di kediamannya.

Dengan temuan itu, sejak Jumat sore, rumah Bismardi dikunjungi ratusan masyarakat yang ingin menyaksikan meriam yang ditemukannnya. Bahkan hingga pukul 02.00 WIB dini hari, ada masyarakat yang datang untuk melihatnya.

Pengakuan Bismardi, dirinya sebelum menemukan meriam tersebut tidak memiliki firasat maupun mimpi. Namun, sebelum menemukan benda ini tetangganya sempat bermimpi. ”Tetangga saya bermimpi didatangi orang tua berjenggot putih. Keempatnya meminta meriam diikat dengan kain empat warna, dan baru pagi tadi kami ikat dengan kain,” jelas Bismardi, sambil menunjukan ikatan kain.

Berdasarkan informasi masyarakat setempat, sejarah meriam sudah lama didengar. Setiap meriam ada pengikutnya, yaitu berupa ikan besar dan ular besar. Dan setiap pukul 12.00 WIB, meriam berat tersebut muncul ke permukaan sungai.

Malahan, menurut tetua adat (tokoh masyarakat) kampung, di Lubuk Kupiah (kopiah) 30 tahun lampau, warga ada yang melihat kopiah berwarna kuning emas di sekitar itu. Namun tidak ada yang berani yang mencarinya. Begitu juga di Lubuk Napal, warga percaya masih ada baki (talam) besar yang digunakan untuk acara pesta kerjaaan.

”Sementara ini, biarlah meriam ini diinapkan di rumah Pak RW. Karena kita takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi ke depan,” ucapnya.(wan/fik*)

Sumber: rokanhulunews.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s