Hakim Tangguhkan Penahanan Tiga Terdakwa Korupsi Genset Rohul

Kamis, 11 Nopember 2010 21:03

Tiga terdakwa perkara korupsi pengadaan genset Kabupaten Rohul bisa menghirup udara bebas. Mereka bebas setelah hakim mengabulkan permohonan penangguhan penahanannya.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Majelis hakim tangguhkan penahanan tiga terdakwa dugaan korupsi kasus korupsi genset Sei Kuning Kabupaten Rokan Hulu, pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Pasirpangaraian, Kamis (11/11/10).

”Penahanan ketiga terdakwa kita tangguhkan, sebab masa tahanan mereka sudah berakhir. Agar tidak lemah dari segi hukum, mereka ditangguhkan, apalagi proses perkara ketiganya belum selesai,” jelas A B Manalu, Humas PN Pasirpangaraian, kepada riauterkini, Kamis (11/11/10).

Dikatakan Manalu, ketiga terdakwa yaitu mantan Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Rokan Hulu Jaya Hamdan Kasim, Ketua Lelang Nofriadi, dan anggota lelang Mohammad Yanuar, ditangguhkan sejak selesai sidang hari ini, dari Lapas Klas II B Pasirpangaraian.

Sebab ketiganya sudah menjalani masa tahanan yang ditetapkan oleh PN Pasirpangaraian, karena dugaan menyalahi aturan proses pelelangan pembangunan dan pengadaan genset. Ketiganya dituduh telah merugikan negara sebesar Rp7,9 miliar.

”Majelis hakim tangguhkan penahanan, sebab masa sidang masih panjang, dan banyak saksi yang harus diperiksa dan harus dihadirkan tim jaksa,” kata Manalu.

Jelas dia, setelah ditangguhkan, ketiganya tidak dikenakan wajib lapor, namun diwajibkan hadir pada setiap kali persidangan. Jika terdakwa dua kali secara berturut-turut tidak hadir, hakim berhak melakukan penahanan kembali .

”Penangguhan ketiganya sudah ada jaminan dari pihak keluarga (istri atau keluarga dekat), atau kuasa hukumnya. Mereka tidak wajib lapor, namun wajib hadir setiap kali persidangan,” tegas Manalu.

Kata dia lagi, mengenai penangguhan sudah diatur dalam KUHP nomor 8 tahun 1981, sehingga pihak majelis hakim sama sekali tidak menyalahi aturan hukum yang sudah ditetapkan.

”Jika mereka masih ditahan, sementara masa tahanan mereka habis, maka mereka akan lepas demi hukum. Setelah dilimpahkan kejaksaan negeri (kejari) Pasirpangaraian ke pihak kita, mereka hanya kita tahan selama 150 hari,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Lapas Klas II B Pasirpangaraian Tommy Kahar, membenarkan ketiga terdakwa dikeluarkan pada pukul 16.00 Wib, atas persetujuan pihak jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Pasirpangaraian, Zulkifli Lubis SH, I wayan Riana SH, dan Ali Amsar SH.

”Masa tahanan mereka habis pada 25 November 2010 mendatang. Namun karena ada surat penangguhan, kita lepaskan. Karena kita hanya mengikuti prosedur hukum,” jelas Tommy Kahar, kepada riauterkini.

Sementara itu Kepala Kejari Pasirpangaraian Abdul Wahab Arif SH, mengatakan kewenangan di tangan majelis hakim, karena kasus tersebut sudah dilimpahkan ke PN Pasirpangaraian.

”Jaksa punya kewenangan, majelis hakim juga kewenangan. Untuk penangguhan ketiganya ini kewenangan hakim, jadi kita bisa berbuat banyak,” terang Kajari Pasirpangaraian.***(zal)

Sumber: http://www.riauterkini.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s