Pelacuran

Sunday, October 03rd, 2010

@Zeventina:

1. Parjo, penjaga hotel melati di seputar Jl. Setiabudhi, heran. Wanita itu duduk di lobby dengan gelisah.
2. “Kamu menunggu siapa?” Tanya Parjo. “Aku mau menjual diriku.” Jawab wanita itu. Parjo mengernyitkan alisnya.
3. Wanita itu tak pantas menjadi wanita nakal. Wajahnya polos tanpa sapuan make up. Terlihat sangat lugu. Parjo terheran2.
4. Seorang lelaki buncit dtg dgn Land Cruiser hijau. “Kutawarkan kamu ke bapak itu, ya?” Kata Parjo. Wanita itu mengangguk.
5. Rini, wanita itu tertunduk. Hatinya menangis. Namun demi ibu, dia rela. Matipun rela asal ibu sembuh.

@sutanivan:

6. Ibu. Mungkin ini caraku berbakti padamu. Kau lakukan apapun demi kebahagiaanku. Demi pernikahanku dengan Andre.
7. Pernikahan. Aku br tahu bahwa biaya sangat mahal bagi kami. Pesta, itu tak terpikirkan olehku. Hanya untuk KUA ibu rela
8. Hasilnya Ibu sakit..dan akupun ikut sakit. Ya..sakit hati, andre dgn enaknya meninggalkanku dan ibu di saat2 ijab kabul
9. Jangan tanya alasan kenapa andre kabur. Jangan tanya…Sakit hati ini semakin terasa. Lelaki biadad,iblis,tak punya hati.
10. Dua hari sbelum hari H.Kami pergi kekebun. Dgn janji manisnya,dia merayuku.Dia renggut kegadisanku.Rumput bergoyanglah saksinya.

@dhanzo:

11. biarlah semua berlalu, walau hatiku hancur karena kejadian itu, keluargaku dibuat malu olehnya, tp ibu selalu ada buatku
12. aku sudah mencoba untuk bekerja secara halal, tp mereka tidak memanusiakan aku, memarahiku dan menggajiku sangat kecil
13. mungkin kedepan aku bisa bahagiakan ibu, yang jelas laki2 tambun ini sudah diatasku, mengerjaiku, meneteskan air mataku
14. hari demi hari kulalui menunggu panggilan pak parjo, cuma dialah yang mengerti dengan keadaanku, dia memudahkan semuanya
15. aku ingin berhenti sebagai pelacur, itu dosa.. Hingga aku kenal Mira, seorang pelacur kelas atas, ia bercerita ttg dolar

@naishakid:

16. Bukan materialistis, justru karena realistis, aku membutuhkan uang-uang itu. Awalnya semata untuk pengobatan ibu.
17. Kini, saat ibu telah sembuh, aku merasakan candu. Aku butuh pekerjaan ini untuk hidup kami. Demi ibu dan masa depanku.
18. Aku tak habiskan uang hasil kerjaku untuk hura2. Aku menjual diriku untuk sebuah cita2. Pelacur boleh bercita2 kan?
19. Aku akan berhenti menjual diri suatu saat nanti. Uang yg kukumpulkan, kan kupakai membeli kebahagiaan. Untukku dan ibu.
20. Tak kubiarkan apapun merusak rencanaku. Tidak pula cinta. Aku tak pernah lagi jatuh cinta, sampai aku melihat sosoknya.

@echitri:

21.Lelaki paling cerdas yang pernah kukenal.Calon dokter,S. ked,begitu ktnya.Usianya yang masih muda,mengundang tanyaku
22.Aku sk main valas utk refreshing.jelasmu.stlh mengenalmu,ku tak lg ingin bermain yg lain.aku paham dr siapa kau tahu aku
23.Aku pun tak ingin bertemu dgn yg lain.sudah kutambatkan hatiku pdmu.betapa kurindu bercakap dgnmu.ttg valas,ttg ujianmu.
24.AKu melayang krnmu.smpai parjo mengingatkanku,pak boss sudah menunggu.aku pusing,tidak enak badan,tolakku.halagh,alesan
25.Aku tdk bs prgi.p boss sdh mnunggu dgn stumpuk dollarnya.tp kplku mlh b’denyut sungguhan.diduga hiv ktmu?!inikah karmaku?

@veecla:

26. Hah!Bullshit! Enak saja dokter muda itu menakut2iku! HIV? Aku selalu pakai pengaman! Dan kau tertawa terbahak.Ah,sungguh tampan!
27. Aku dan Aryo menikmati malam ini di sebuah kafe.Bicaranya ttg valas kadang membuatku bosan!Tp,tetap dia dokter muda yg super!
28.Sisi lacurku berontak ingin menjamahnya. Maukah dia mengajari anatomi padaku? Di atas ranjang! Aku bosan dgn pria2 tua gendut!
29.Di sela obrolanku dgnnya, Pak Parjo msh menggangguku!Sudah kubilang lg pusing!Tak bisa melayani!Haha..pelacur saja jual mahal?!
30.Pelacur?Sakit jg hatiku menyadari bahwa aku seorang pelacur!Tp,cita2ku msh ada!Utk Ibu!Masa depanku!Dgn dokter muda itu!Bisakah?

@R_manyun:

31. “Tanpa tersadar aku sudah berada diatas ranjang, tanpa sehelai lembar pakaian yg membalut tubuh ini” lelaki tua itu…
32. Aku pikir aryo, ” sejenak pandangku samar, ternyata sedari td aku berkhayal bercumbu denganya”. Ibu … “Rintih kecilku”
33. ..menyakitkan, maafkan anakmu ibu, aku menangis terisak isak, menyesali apa yg kulakukan barusan”aku ingin berhenti”
34. “Esok hari” aku sengaja mampir ketempat dr aryo, “aryo,apakah aku layak memperbaiki hidup ditengah lacurku ??
35. Aryo terharu mnyimak kisahku”tiba2, ia mmeluk erat tbuhku & berkata”smua insan tiada yg sempurna,”Aku terdiam dipelukanya

@enggard:

36. Sungguh-sungguhkah Aryo dengan kalimatnya? tanyaku dalam hati. Sekilas aku merasakan pelukan Aryo memudar perlahan.
37. Aku tatap mata Aryo lekat-lekat. Aku merasakan kegundahan hati Aryo. Apakah pelacur sepertiku tak pantas untuknya?
38. Aku tahu tak seharusnya profesi pelacur menjadi pembenaran atas pilihan jalan hidupku. Itu tak adil.
39. Setiap malam aku meladeni para lelaki yang kesepian itu. Dr yg awalnya aku menangis sampai kemudian tak lg ada air mata.
40. Ceritaku sm dgn pelacur lainnya. Ketiadaan biaya, bla..bla. Kenapa tdk aku akui saja bahwa ini adlh pekerjaan yg mudah?

@Karina_Khairoel:

41. Tubuh Aryo masih terguncang, bergetar hebat, dia mempertaruhkan kehormatan dan kesehatannya,demi cinta, benarkah?
42. Harum tubuhnya masih melekat di hidungku, “kamu bahagia jika aku bahagia?” Tanyaku lembut padanya. Dia menoleh
43. Tatapan itu lembut sekali, “aku bahagia,”katanya. Ku renggangkan pelukanku. Aku tersenyum, mungkin senyum terakhir.
44. Seandainya aku bkn pelacur, takkan kulepas lelaki ini, tapi cinta saja tak cukup, malam itu aku pergi,tanpa ibu
45. “Parjo,aku titipkan ibuku”tulisku. Kuarungi jalan berbatu,jika cinta adalah luka, biarlah kami menikmati luka itu.

@therendra:

46. Waktu seakan berhenti ketika aku bersama Aryo. Cita2 yang pernah kuikrar, kuubah kembali. Aku menjemput kebahagiaan. Oh!”
47. Hari itu cerah, sewaktu ia meminangku sebagai wanita. Cincin itu terlihat sangat indah ketika Aryo yang menyematkannya.”
48. Kukabari Ibu, kami hndak menikah. Beliau senang, tlah tiba pangeran yg mengangkatku dari lmbah dosa. Juni, kami menikah.”
49. Dansa pertama kami, gundah masih merasukiku. Bagaimana bila masa laluku mengejarku? Bagaimana bila noda ini tak terhpus?
50 Apalah yg bs kuminta lebih dr ini? Aryo seakan membaca gundahku. Ia berkata: apapun itu, kita hadapi bersama, malaikatku!”

@Zeventina:

51. Aryo berhasil menghapus traumaku. Dia benar2 lelaki sejati. Bahkan saat kukatakan aku terkena AIDS dia tak peduli.
52. Angan2ku menjadi pengantin sebentar lagi akan terkabul. Betapa baik Tuhan mau mengasihi pelacur kotor sepertiku.
53. Di hari H. Semua mata memandang ke arahku. Semua seperti bingung, pengantin pria tak kunjung tiba. Ibu terlihat gemetar.
54. Sampai semua tamu pulang, Aryo tak kunjung dtg. Ibu mulai mejerit2. Aku sibuk menenangkan ibu sambil menghapus airmataku
55. Tiba2 semua menjadi gelap. Aku seperti melayang. Ibu tusuk dadaku dengan pisaunya. Bergantian dengan dadanya. Gelap.

@Karina_Khairoel:

56. Untuk rini yang kucintai keberadaannya, aku tau kau ragu, sama sepertiku
57. Semua yang dibangun dengan keragu-raguan, aku tak yakin mampu bertahan kokoh
58. Ketika kau memutuskan pergi, aku terluka, aku memaksa pernikahan ini, padahal aku tau ini tak mungkin
59. Maafkan aku, aku pergi terlebih dahulu, aku menunggumu disana, dikehidupan selanjutnya
60. Bukankah sejatinya cinta apabila cinta itu tak tergapai? Calon suamimu Aryo

“@adelliarosa:

61. Pandanganku mulai gelap semua kenangan berpusar dikepalaku.. Ahh ini kedua kalinya aku dicampakkan dalam pernikahanku..”
62. Bahkan aryo yang mengaku mencintai pelacur kotor dengan aids sepertiku, yg mengaku menerimaku rupanya tak lebih dr sekedar pengecut⁠
63. Dia tak datang, dia tak akan menikahiku, aku terlalu berangan-angan.. Bahkan ibuku menusukku sendiri! Apakah aku marah? Apakah aku kecewa?⁠
64. Tak apa, aku sudah mati sekarang, ibuku sudah mati. Beliau tdk perlu menahan sakit lagi, tak perlu bersedih lagi.
65. Aku sudah bebas, aku merasa ringan.. Tak ada lagi kesedihan.. Hey itu aryo! Melayang2 didepanku, bersiap memelukku.. Oh tuhan, jadi takdir kebersmaan kami adalah sesudah kami mati..⁠

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s