Pasirpangaraian Kebanjiran di Hari Raya Idul Adha 1431 H

Rabu, 17 Nopember 2010 12:57

Suasana Hari Raya Idul Adha 1431 Hijriyah di Rohul umumnya dibayangi hujan. Bahkan sejumlah kawasan di Kota Pasirpangaraian terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sejumlah warga yang bermukim di Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (17/11/10), tidak rayakan Hari Raya Idul Adha 1431 Hijriah seperti warga lainnya, sebab rumah mereka terendam banjir.

Empat kawasan di Kecamatan Rambah yang tergenang banjir, diantaranya Keluarahan Pasirpngaraian, Desa Rambah Tengah Hulu, Rambah Tengah Barat, dan Desa Babussalam.

Banjir yang menggenang Kelurahan Pasirpangaraian, terjadi di dua titik, yaitu di Pasar Tugu dan Dusun Tanjung Harapan. Menurut Laili Sumarni (49), warga Kampung Tarondam Dusun Tanjung Harapan Kelurahan Pasirpangaraian, Rambah, ketinggian air hingga dada orang dewasa terjadi pada pukul 02.00 Wib. Bahkan pada pukul 09.30 Wib, air masih sepinggang orang dewasa.

“Keluaga disini ada 150 kepala keluarga (KK), dan sudah biasa daerah kami banjir jika musim penghujan, sebab kampung kami di apit Sungai Khaiti dan Sungai Batang Lubuh,” terang Laili, kepada riauterkini di pengungsian sementara (teras warga), Rabu (17/11/10).

Di Kampung Cibodak Dusun Keramat, Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah, banjir datang dengan tiba-tiba pada pukul 01.30 Wib, dan menyebabkan sebuah rumah warga roboh.

Di Pasar Swadaya atau biasa disebut Pasar Tugu, hingga pukul 10.00 Wib, air masih diketinggian pinggang orang dewasa. Dagangan para pedagang, seperti sayuran, rempah, pakaian dan sebagainya, habis terendam banjir. Diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

“Air datang pada pukul 02.30 Wib, air tiba-tiba datang, sehingga kita tidak sempat menyelamatkan barang lagi. Dan baru pukul 06.00 Wib, air surut,” Terang Munawir (21), salahsatu pedagang di Pasar Tugu.

Dusun Pawan, Desa Rambah Tengah Hulu, Kecamatan Rambah, kuburan juga hanyut, beberapa rumah warga rusak akibat terkena kayu dari hutan. Warga menduga kayu tersebut merupakan sisa aksi Ilegal Logging di kaki Bukit Barisan.

“Tahun 2007 lalu kampung kita pernah banjir, namun banjir besar dan terparah baru terjadi tahun 2010 ini, “ ungkap Deli Br Lubis (50), warga Kampung Pawan Desa Rambah Tengah Hulu Rambah, kepada riautekini.

Di Desa Babussalam Kecamatan Rambah, air mulai menggenang Dusun Nagori pada pukul 06.00 Wib, termasuk kediaman bupati Achmad, dan pada pukul 10.00 Wib, Jalan Tuanku Tambusai Simpang Supra, terendam banjir selutut orang dewasa, dan menyebabkan macet.

Jika warga Kota Pasirpangaraian panik dengan banjir seperti ini, namun tidak halnya untuk warga di beberapa Kecamatan Bonaidarussalam. Sebab jika musim penghujan, air merupakan teman beraktifitas di dalam rumah.***(zal)

Sumber: http://riauterkini.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s