Rumah Warga Roboh, Pedagang Beras Pasar Tugu Rugi

Rabu, 17 Nopember 2010 13:34
Banjir Kota Pasirpangaraian,

Banjir yang terjadi di Pasirpangaraian tak sekedar merendam sejumlah kawasan, tetapi juga merobohkan rumah warga serta merendam puluhan ton beras pedagang di Pasar Tugu.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Ali Nasruddin (56), warga Kampung Cibodak Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu, bersama istri, dua anaknya serta seorang cucunya tidak bisa rayakan dan ikut pelaksanaan Shalat Idul Adha 1431 Hijriah.

Tempat tinggal Ali, yang terbuat dari papan disapu air bah, dari Sungai Kaiti. Harta bendanya, termasuk pakaian hanyut dibawa air bah, sehingga dia tidak bisa ikut melaksanakan Shalat Id, di Masjid sekitar tempat tinggalnya.

Pekerjaan rutin Ali sebagai penakik karet di kebun milik warga seluar 1,5 hektar, belum mampu untuk membangun rumahnya secepatnya. Apalagi kedua anaknya masih belajar di sekolah menengah kejuruan pemerintah daerah (SMK Pemda) Rohul, yang semakin mahal untuk biaya sekolahnya.

Kampung Cibodak merupakan daerah rawan banjir, setiap tahunnya, pada musim penghujan banjir menggenangi rumah warga, namun baru tahun 2010 ini dianggap warga yang paling parah.

Air kencang datang pukul 01.30 Wib, arus sangat deras dari Sungai Haiti, menerjang tempat istirahat keluarganya yang berada tepat di tepi sungai dekat jembatan dari arah belakang rumah, pada pukul 02.00 Wib. Bahkan ketinggian air hingga sebatas dada orang dewasa.

Dia dan keluarga tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya, dan lari mengungsi ke daerah tinggi untuk menyelamatkan nyawa. Bahkan dia tidak bisa berbuat banyak, ketika rumah papannya yang sederhana itu roboh dihantam air bah yang sangat deras.

Pada pukul 05.00 Wib, saat Shalat Shubuh, dia baru bisa melihat rumahnya yang sudah luluh lantak diterjang air bah. Walau nyawa anggota keluarganya selamat, namun dia dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya untuk beberapa waktu. Sebab rumahnya butuh perbaikan serius, apalagi sebagian dinding rumahnya, dari bahan material papan tersebut, ikut hanyut bersama derasnya air Sungai Haiti.

“Saya hanya membutuhkan sedikit perhatian Pemda Rohul, semoga rumah saya bisa diperbaiki, dan bisa beristirahat dengan tenang seperti biasanya. Selain ambruk, dinding rumah juga hanyut,” harap Ali.

Keresahan juga dirasakan Tamsir Nasution (65), pedagang beras di Pasar Tugu Kota Pasirpangaraian, sebab banjir yang merupakan kali pertama, merusak seluruh dagangan berasnya sebanyak 18 karung (30 kg per karung) atau sebanyak 540 kilogram (kg).

“Rumah saya agak jauh dari pasar, sehingga ketika banjir terjadi, tidak sempat menyelamatkan barang-barang lagi,” jelasnya.

Perihal sama juga dirasakan pedagang beras lainnya Achmad B, beras dagangannya sebanyak 15 kg (30 kg per karung) atau 450 kg, juga terendam air dan tidak bisa dijual lagi.

Diperkirakan dari kejadian ini, kerugian pedagang di Pasar Tugu mencapai ratusan juta rupiah.***(zal)

Sumber: http://riauterkini.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s