Ratusan Warga Batas Adukan PT SSL ke DPRD Rohul

Senin, 29 Nopember 2010 16:13

Ratusan warga Desa Batas, Kecamatan Tambusai memprotes sikap PT SSL yang tak ingkar terhadap kesepakatan. Tindakan tersebut diadukan warga ke DPRD Rohul.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN– Dituding tidak menyepakati nota kesepahaman (MoU) sebelumnya, Senin (29/11/10), ratusan masyarakat Desa Batas, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, datangi pihak manajemen PT Sumatera Silva Lestari (SSL), disebabkan tidak bisa menemui pihak manajemen, massa memutuskan mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohul.

Sebelumnya, pada Kamis (25/11/10) lalu, ratusan massa mengatasnamakan diri sebagai Masyarakat Petani Miskin Tangun (MPMT), Kecamatan Bangunpurba, juga mendatangi lahan sengketa di desa setempat, karena pihak PT SSL melakukan Land Clearing (pembukaan lahan) dilahan sengketa 1010 hektar (ha), bahkan nyaris terjadi bentrok fisik.

Pada pukul 10.00 Wib, sekitar tiga ratus masyarakat Desa Batas, Kecamatan Tambusai, dengan menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, dan empat truk Colt Diesel, mendatangi kantor manajemen PT SSL di Simpang D, namun massa tidak berhasil menemui pihak manajemen, termasuk Manajer PT SSL. Sehingga pukul 11.00 Wib, ratusan massa tersebut memutuskan mendatangi gedung wakil rakyat, untuk gadukan PT SSL.

Tuntutan dibacakan langsung kepala desa (Kades) Batas, Kecamatan Tambusai, T Musrial, agar PT SSL mengembalikan lahan atau tanah ulayat Desa Batas seluas sekitar 818 hektar (ha), sebab tidak termasuk dalam nota kesepahaman (MoU) antara masyarakat dengan PT Lestari Unggul Makmur (LUM), sebelum keberadaan PT SSL.

“Kita tidak mengetahui sam sekali, jika PT LUM berganti manajemen menjadi PT SSL, sebab kesepakatan MoU sebelumnya dengan PT LUM, untuk itu kita minta kembalikan lahan kami, sebab program perusahaan untuk masyarakat dalam MoU sebelumnya tidak sesuai,” tegas Musrial, dalam orasinya di depan wakil rakyat.

Masyarakat Desa Batas, menagih perusahaan tersebut untuk membayar konpensasi dan denda selama lahan tersebut digunakan oleh PT SSL, serta dilakukan peninjauan ulang MoU kemitraan antara PT LUM dan masyarakat Desa Batas melalui koperasi petani Sialang Sakti (KOPTAN-SS), sebelum ada pergantian manajemen dari PT LUM menjadi PT SSL.

PT SSL juga diminta merekrut tenaga kerja lokal sedikitnya 15 persen, sebab saat ini hanya seorang putra daerah yang bekerja di perusahaan tersebut hanya sebagai buruh harian lepas (BHL).

Program community development (CD) yang sudah dijanjikan PT SSL, sampai kini juga dianggap masyarakat belum terlihat dan dirasakan masyarakat setempat.

Masyarakat mengakui, sejak 42 tahun lampau, ketika lahan masih berstatus transmigrasi, tanah sudah dipakai oleh perusahaan PT SSL, mulai dari zaman PT Raja Garuda Mas (RGM), PT LUM dan saat ini PT SSL, namun masyarakat tidak tahu pergantian manajemen perusahaan selama ini.

Dikatakan Kades Batas T Musrial, kepada riauterkini, sudah dua kali masyarakat mengeluh masalah ini kepada pemerintah. Pada tahun 2003, masyarakat pernah meminta anggota DPRD Rohul menyelesaikan masalah tersebut, namun sampai sekarang belum terealisasi.

Begitu juga tahun 1996, masyarakat sudah melaporkan perihal itu ke Menteri Kehutanan secara tertulis, agar tanah dikembalikan kepada masyarakat, namun pihak perusahaan enggan melepaskan lahan seluas 818 ha tersebut.

Sebanyak 285 kepala keluarga (KK) masyarakat Desa Batas, menagih MoU dalam bentuk uang. Sebab perusahaan menjanjikan menerima 120 kubik, atau berbanding 70:30 dengan perusahaan, namun selama 7 tahun, masyarakat hanya menrima pembagian sebesar Rp1,3 miliar. Sehingga masyarakat menuntutnya dan meminta komoditi tanaman akasia sekarangt, diganti menjadi tanaman karet.

”Kita akan kembali datang ke PT SSL dengan massa yang lebih besar, jika tuntutan kami tidak segera direalisasikan, sebab sudah puluhan tahun kami dibohongi,” tegas Musrial, kepada wartawan.

Pada pukul 11.30 Wib, Ketua DPRD Rohul, Hasanuddin Nasution, mau menerima masyarakat, dengan menjanjikan akan membentuk tim dari Komisi I yang membidangi Hukum dan HAM, dan mengerti tentang HGU, serta Komisi II yang membidangi tentang perkebunan.

”Secepatnya akan kita panggil pihak manajemen PT SSL untuk mediasi, begitu juga masyarakat kita minta mengutus perwakilannya 10 orang untuk membicarakan dalam mediasi,” jelas Hasanuddin, massa bubar kepada wartawan, usai massa bubar.

**Humas PT SSL Katakan Semua Sudah Diberikan** General Manager PT SSL, melalui Public Relation (Humas), Abdul Hadi, kepada riauterkini via telepon mengaku tudingan masyarakat tersebut tidak beralasan. Kata dia PT SSL sudah menjalankan semua MoU dengan masyarkat, termasuk program CD.

”Program CD ada yang multiyears, seperti dalam bidang kesehatan, pendidikan dan pembinaan koperasi. Namun sejauh ini semua sudah kita jalankan, seperti di Desa Kumango Tambusai,” jelas Hadi, Senin (19/11/10).

Jelas dia lagi, masalah tanaman akasia di lahan seluas 9800 ha, diganti karet, rasanya tidak mungkin. Sebab izin untuk HTI, sehingga keputusan merupakan wewenang dari Menteri Kehutanan (Menhut). Dikatakan dia, sudah ada sistem bagi hasil yang adil selama ini.

Tahun 1996, diakuinya sudah menerima surat dari Menhut atas laporan masyarakat Desa Batas. Namun isinya hanya meminta PT SSL agar bekerjasama dalam sistem bagi hasil, itu juga sudah dilakukannya dengan sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM).

“Masalah tenaga kerja kita menghitungnya secara global, jadi jika dihitung tenaga kerja dari wilayah Rohul sudah 13 persen lebih. Namun masyarakat Desa Batas mengira hanya dari desa tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan dia, akan dipanggilnya manajemen PT SSL oleh DPRD Rohul, pihaknya siap untuk itu. Sebab sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk melakukan penyelesaian konflik dengan siapa pun.***(zal)

Sumber: http://www.riauterkini.com

Advertisements

2 comments on “Ratusan Warga Batas Adukan PT SSL ke DPRD Rohul

  1. saya melihat pemkab rohul rohul tidak serius menangani kasus ini,,, saya sebagai putra daerah yg tinggal di simpang d. yg sudah memasukkan lamaran,, tidak rekrut oleh perusahaan tersebut….

  2. @cahyadi: sepertinya begitu ya! 🙂
    mungkin itu belum rezeki, mudah2an setelah pergantian pimpinan pada Pemilukada ini, akan terasa dampaknya bagi orang banyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s