Ratusan Massa MPMT Datangi Kantor Bupati Rohul

Senin, 13 Desember 2010 15:29
Minta PT SSL Lepaskan Lahan,

Ratusan massa MPMT berdemo di Kantor Bupati Rohul. Mereka mendesak bupati membantu masyarakat mendapatkan kembali lahannya dengan memaksa PT SSL melepas lahannya.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Ratusan massa yang mengatasnamakan Masyarakat Petani Miskin Tangun (MPMT), dari Kecamatan Bangunpurba, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (13/12/10) sekitar pukul 10.30 Wib, datangi Kantor Bupati Rohul dan meminta bupati menyelesaikan sengketa lahan antara masyarakat dengan PT Sumatera Silva Lestari (SSL).

Dengan membawa pohon kelapa sawit, padi, ubi kayu, terong, maksud kedatangan masyarakat ke Kantor Bupati adalah ingin bertemu langsung dengan Bupati Rohul, Drs H Achmad M.Si, namun massa MPMT hanya diterima oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Rohul, Zulfikar Ahmad, sehingga memicu emosi masyarakat sesaat, dan bisa diredam pihak kecamatan.

“Kami tidak mau mendengarkan kata-kata orang perwakilan Pemkab Rohul, tetapi kami hanya ingin bertemu langsung Bupati Achmad, bukan yang lain, jadi kami minta bupati hadir disini sekarang, jika bupati tidak hadir maka kami akan bertahan disini sampai beliau datang,” tegas masyarakat dalam oratornya secara bergantian.

MPMT Bangunpurba, minta tiga hal kepada Pemkab Rohul, yaitu agar aktifitas diareal konflik harus dihentikan secepatnya. Kemudian Pemkab harus menyikapi permasalahan antar masyarakat dengan PT SLL untuk menghindari masalah yang terjadi. Ketiga masyarakat minta agar Pemkab Rohul merealisasikan 600 hektar (ha) miliki 300 kepala keluarga (KK), dari luas areal 1010 ha yang diklaim PT SLL miliknya, untuk kesejahteraan masyarakat, pernyataan yang dibuat masyarakat juga harus ditandatangani langsung Bupati Achmad.

Kepada pendemo, Asisten I Zulfikar Ahmad, mengatakan Pemkab Rohul sudah melayangkan surat pernyataan 1010 ha, sudah dilayangkan Dinas Kehutan dan Perkebunan (Dishutbun), dan Polisi Kehutanan (Polhut) agar turun ke lapangan untuk menghentikan aktifitas PT SSL.

Sempat bersitegang antara masyarakat dengan Asisten I dalam aksi damai tersebut. Atas inisiatif Asisten I, diambil jalan agar dilakukan mediasi dengan Bupati Achmad, dengan syarat masyarakat hanya mengutus tujuh orang perwakilan masyarakat untuk ikut dalam mediasi di ruang rapat lantai II kantor Bupati Rohul, dengan menghadirkan Bupati Achmad.

Di sela-sela menunggu kedatangan Bupati Achmad, warga masih tetap melakukan orasinya di balkon Kantor Bupati Rohul. Mereka mengatakan, selama ini masyarakat setempat sudah dijajah oleh PT SSL, sementara pemerintah dituding tidak mau ambil pusing akan masalah serius tersebut, yang sudah memakan korban pada tahun 2009 lalu.

Siti Dangor Hasibuan, warga Desa Tangun, Bangunpurba, yang juga ikut dalam aksi tersebut mengatakan, sudah puluhan tahun sengketa masyarakat dengan PT SSL terjadi. Selama ini Pemkab Rohul hanya berjanji untuk menyelesaikan sengketa lahan dengan PT SSL. Namun tidak ada realisasinya sampai sekarang.

“Bupati hanya janji-janji di dalam masjid belaka, namun janjinya juga harus direalisasikan. Kami minta Pemkab Rohul menyelesaikan secepatnya sengketa ini, sebab lebih baik kami tidak memilih ia (bupati) pada Pemilukada mendatang,” ancam Siti, kepada riauterkini.

Sebab bupati sedang berada di Jakarta, hanya diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Rohul, Mewahiddin. Intinya, Pemkab Rohul tetap memfasilitasi penyelesaian dengan pemerintah pusat, namun tidak bisa memutuskannya, sebab kewenangan ada Dirjen Kehutanan pusat.

“Konflik sengketa ini sejak dulunya sudah ada, Pemkab Rohul terus berupaya untuk menghentikan aktifitas PT SSL untuk sementara waktu, dan secepatnya kita akan panggil pihak perusahaan,” janji Sekda Mewahiddin, kepada tujuh orang perwakilan.

Janji Sekda lagi, Pemkab Rohul secepatnya akan memanggil pihak PT SSL, untuk menghentikan aktifitasnya di lahan sengketa, sebab perusahaan sudah mengingkari janjinya melalui surat bupati beberapa waktu lalu.

Dikatakan Sekda, otonomi daerah tidak sepenuhnya wewenang daerah untuk menyelesaikan dan memutuskan semua masalah yang terjadi di masyarakat, sebab ada beberapa kebijakan yang harus diselesaikan melalui pusat. “Kita sudah berbuat banyak selama ini, tetapi keputusan harus melalui pusat. Jadi kita tunggu apa keputusan pejabat di atas, sebab kita sudah sampaikan suara kesana,” terang Sekda lagi.

Setelah menyampaikan aspirasinya kepada Pemkab Rohul, pada pukul 13.30 Wib, masyarakat akhirnya pulang ke rumahnya masing-masing, dengan menggunakan truk, dan sepeda motor***(zal)

Sumber: http://www.riauterkini.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s