Mantan Anggota KPU Rohul Mencari Keadilan di Jakarta

Rabu, 15 Desember 2010 17:43
Tak Terima Dipecat,

Mantan anggota KPU Rohul, Indra Ramos kini di Jakarta dan berencana mengadu ke KPU pusat dan Bawslu. Ia menilai KPU Riau telah bertindak sewenang-wenang dengan memberhentikan dirinya tanpa alasan jelas.

Riauterkini-JAKARTA-Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Indra Ramos akan mengadukan kasus pemecatan dirinya ke KPU Pusat dan Bawaslu, yang dilakukan Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad. Indra menilai, Ketua KPU Riau dinilai berlaku semena-mena melakukan pemecatan tanpa alasan yang jelas.

“Saya akan melaporkan pelanggaran yang dilakukan Ketua KPU Provinsi Riau ke KPU Pusat. Saya diberhentikan, tanpa surat pemberhentian dan alasan yang jelas,” kata Indra Ramos saat dihubungi melalui ponselnya di Pasirpangaraian, Rohul, Rabu (15/12/2010).

Indra mengatakan, alasan pemberhentian dirinya sebagai Anggota KPU Rohul karena dinilai melanggar kode etik, terkait masalah intergritasnya yang dipertanyakan. Indra tidak mengerti maksud KPU Riau menggunakan alasan integritas untuk memberhentikannya sebagai Anggota KPU Rohul.”Saya dikatakan melanggar kode etik, terkait masalah integritas, itu apa. Selama ini saya tidak masalah dengan integritas,” katanya.

Menurut Indra, hingga kini tidak ada surat pemberhentian terhadap dirinya, sehingga ia tetap beraktifitas normal sebagai Anggota KPU Rohul setiap harinya. Pemberhentian terhadap dirinya diketahui dari pemberitaan di media, dan posisinya digantikan Abdul Razak.

“Saya ini diangkat berdasarkan SK, kalau diberhentikan juga harus melalui SK. Ini tidak ada sama sekali tahu-tahu sudah ada pengganti saya nama Abdul Razak, saya sendiri tetap beraktifitas masuk kantor sampai sekarang,” katanya.

Proses pemberhentian dirinya sebagai Anggota KPU Rohul, kata Indra, tidak melalui mekanisme yang ada selama ini seperti peringatan lisan, peringatan tertulis, pemberhentian sementara hingga pemberhentian tetap. Semua mekanisme itu, lanjutnya, dilanggar oleh Radja Syofyan Samad selaku Ketua KPU Provinsi Riau dan langsung melakukan pemberhentian terhadap dirinya.

“Ini jelas bentuk pelanggaran, saya tak pernah ditanya melakukan pelanggaran tertentu. Jadi alasan pemberhentian dicari-cari untuk menyingkirkan saya,” katanya.

Ia menduga upaya menyingkirkan dirinya sebagai Anggota KPU Rohul sejak dini, untuk memuluskan incumbent agar memenangi Pemilukada Rohul 2011. “Saya ini Ketua Pokja Kampanye, mungkin saya dianggap sebagai penghambat oleh beberapa calon, dan KPU Provinsi Riau terindikasi untuk memuluskan salah satu calon. Laporannya sedang kita godok, saya sudah berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu,” paparnya.

Atas pemberhentian semena-mena dan indikasi Ketua KPU mendukung salah kandidat, Indra mengaku akan segera melaporkan pelanggaran tersebut ke KPU Pusat dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Ia menambahkan, Ketua KPU Provinsi Riau dinilai berpihak terhadap salah satu calon kepala daerah di Rohul, yang seharusnya bersikap netral karena sebagai penyelenggara Pemilu.

Seperti diketahui, pemecatan terhadap Anggota KPU Rohul Indra Ramos berawal dari pertemuan di Hotel Labersa Pekanbaru pada 30 November 2010 lalu. Pertemuan itu, diprakarsai Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Riau Mambang Mit yang baru dilantik. Pertemuan itu, selain dihadiri Mambang Mit juga dihadiri Plt DPC PD Rohul Koko Iskandar, Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad, Ketua KPU Rohul Jonnaidi Dasa, Anggota KPU Rohul Indra Ramos dan anggota KPU Rohul lainnya.

Dalam pertemuan itu, Mambang Mit mengungkapkan, Demokrat telah mengubah dukungan dalam Pemilukada Rohul dari mendukung Sukiman mengalihkan dukungan ke pasangan incumbent Ahmad-Hafith Syukri. Sukiman sendiri telah dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC Rohul digantikan oleh Koko Iskandar, karena melanggar instruksi DPP PD dan DPD PD Riau agar tidak mencalonkan diri.

Radja Syofyan Samad meminta KPU Rohul agar mencoret Sukiman dan mengakui dukungan Demokrat ke pasangan Ahmad-Hafith Syukri. Namun, hal itu ditolak oleh Anggota KPU Rohul yang hadir, terutama Indra Ramos. Buntut dari pertemuan itulah kemudian pada 2 Desember 2010 lalu, Indra Ramos dipecat oleh KPU Provinsi Riau dengan alasan melakukan pelanggaran kode etik.

Sedangkan KPU Rohul sendiri akhirnya mengakui dukungan Demokrat yang sah kepada Sukiman, sedangkan dukungan Demokrat ke pasangan Ahmad-Hafith Syukri dicoret. Terkait hal ini, Sukiman telah mendaftarkan gugatannya di PN Pasirpangaraian, menggugat Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Ketua DPD Partai Demokrat Riau Mambang Mit. *** (ira)

Sumber: http://www.riauterkini.com

Advertisements

2 comments on “Mantan Anggota KPU Rohul Mencari Keadilan di Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s