Peduli Hutan

SEMAKIN HABIS, SEMAKIN DIINCAR
Tidak di hutan di tengah sungaipun jadi, yang penting kayu
Setelah terjadi terjangan Banjir Bandang yang menghebohkan masyarakat disekitar pinggir sungai Pawan dan Kaiti tangal 17 Nopember 2010, kayu-kayu yang tersangkut dijembatan dan kampung juga menjadi olahan masyarakat, tidak didarat didalam sungaipun jadi,
disaat saya menyaksikan kegiatan seperti ini, semula saya menyangka kayu yang dipotong dan dibelah tengah sungai adalah dendam masyarakat terhadap kayu yang menjadikan sungainya banjir bandang, namun rupanya tidak demikian, masyarakat berkesempatan memanfaatkan sisa tungkal kayu yang bersandar di tepi dan tengah sungai setelah air surut.
Beginilah keadaan hutan Bukit Barisan, begitu pertanda bahwa hutan kita sudah rusak parah, walau kerusakan hutan berakibat rusaknya rumah mereka dihantam banjiir bandang namun tidak akan jera karena untuk sesuap nasi

aktivitas masyarakat pemilik sinso, setelah banjir bandang, keberuntungan mereka saat banjir besar, tidak perlu menjemput kayu mendaki bukit sampai berminggu-minggu di hutan.

HUTAN MENUNTUT KEPADA PERKEBUNAN
Sampai kapan kepedulian Perusahan Perkebunan tentang Hutan ?
Kita masyarakat Rokan Hulu sudah saatnya berfikir dan berusaha mendesak perusahaan-perusahaan perkebunan agar mealokasikan dana dan lahan untuk pelestarian hutan.
Sudah berapa luas lahan kita dimanfaatkan oleh perusahaan perkebunan di Rokan Hulu sampai Rokan Hilir, namun ibarat pepatah habis manis sepah dibuang. tidak ada gerakan satu perusahaan perkebunan yang memiliki usaha pelestarian hutan, baik di lokasi kebunnya ataupun di lokasi lain di sekitar kebunnya.
Saya ingin mengajak masyarakat Rokan Rokan (dari Hulu sampai Hilir) menuntut warisan anak cucu kita dalam bentuk pelestarian dan penciptaan hutan di wilayah Rokan ini.
Di Kabupaten Rokan Hulu ada lebih 60 perusahaan perkebunan, dan begitu juga di Rokan Hilir.
Mari kita tuntut sekarang juga hak anak cucu kita itu, dalam arti perhatian terhadap hutan kita, apa sumbangan mereka untuk program peduli hutan di tanah Rokan ini.
Saya yakin mereka-mereka ini akan mau itu jika kita minta, kalau tidak mereka pastilah tidak tahu menahu.
Semoga tulisan ini membuka hati Nurani Perusahaan kebun yang ada di Rokan ini.

JURONG OLAH PARAHHHH,

Kunjungan kami rokan.org akhir tahun 2009, telah terlihat kerusan semakin parah di sepanjang Jalur lalulintas Rokan Hulu-Rokan Hili, tepatnya di daerah Jurong.
Hal ini ulah dari perusahan besar kebun dan pertambangan yang belum maksimal memperhatikan lingkungan.

SUNGAI ROKAN KININ
Keadaan Hutan di Sungai Rokan (Kasimang-Bungo Tanjung)
Liputan bersama TIM Rantau Binuang Sakti, 10 Februari 2010.

Dalam kesempatan perjalanan mengikuti TIM Peninjauan Situs Rantau Binuang Sakti, kami dari rokan.org telah melihat beberapa kerusakan hutan yang ada di sepanjang sungai Rokan yang dialaui tersebur.
Menurut Bapak Saleh umur 62 tahun yang semasa kecil telah melakukan aktifitas di sepanjang sungai jalur Kotatengah sampai rokan Hilir, memberikan keterangan kepada kami kerusakan hutan yang ada di sepanjang sungai Rokan ini lebih 50 %, apalagi setelah adanya kebun sawit yang dibuat oleh perusahaan perkebunan, dulu juga masyarakat berladang di tepi sungaiu, tetapi tidak kita lihat separah yang sekarang ini.
Sungai ini sudah makin dangkal, dahulu beliau mengatakan, tidak ada masalah transportasi but disepanjang sungai ini, namun sekarang jika sudah masuk musim kemarau but dan pompong sudah susah melewati jalur ini (kandas).

HUTAN LINDUNG SULIGI HANYA DALAM PROYEK KEHUTANAN, NYATANYA RUSAK
Suligi memiliki nama besar namun tidak ada apa-apanya.
Saat saya mengunjungi Taman Konservasi Bulukaraeng di Kabupaten Goa Sulawesi Selatan, dimana saya mengurus SIMAKSI (Surat Izin Masuk Konservasi)
Saya bertemu dengan salah seorang pejabat disana, mengatakan tentang pengalamannya tugas di Konservasi Bukit Suligi – Riau.
Begitu besar gaung Taman Konservasi Bukit Suligi, namun kita lihat sekarang kenyataannya, bukan sebuah hutan konservasi namun hutan belukar biasa saja.
Walau sekarang sudah dilakukan renovasi atau pengembalian fungsi sebagai hutan lindung, tetapi disaat saya dulu pada tahun 1989 pernah berkunjung di sini sulit rasanya dan lama waktunya untuk dapat kembali seperti pada tahun tersebut.
Ulah siapa ?, banyak yang saya dapat dari informasi masyarakat, bahwa hutan itu habis dibantai oleh oknum-oknum kehutanan juga.
Wajar masyarakat mengambil alih hutan tersebut sebagai kebun sawit, walaupun sekarang sudah di ambil alih pemerintah.
Kesannya Pemerintah tidak serius daslam penanganan lingkungan semasa itu, apakah sekarang juga begitu, Wallahualam.

BUKIK LANGGAK TIDAK LAGAK LAGI
Bukik Langgak adalah tempat sejarah yang Masyarakat Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu.
Tempat ini sudah dikelilingi oleh kebun Kelapa Sawit Milik PTPN V. Namun masuk periode kedua PTPN V melakukan penanaman di sekitar daerah ini, belum ada perhatian yang begitu berdampak positip atas pelestarian tempat ini.
Tempat ini menurut keterangan H. Jamaan salah seorang anak cucu keturunan Langgak menjelaskan, bahwa hutan yang berukuran 200 x 200 meter tersebut selamat dikarenakan pada saat itu pemuka masyarakat sangat kuat mempertahankan tempat ini.
Namun saat tim peduli hutan dari rokan.org turun melihat kerusakan sangat parah sebagaimana yang pernah diceritakan oleh Bapak H. jamaan.
Bantuan bantuan dariA perkebunan selama ini sekedarnya saja, yang diharapkan kepada perkebunan yang memiliki hak pakai disekitar hutan ini hendaknya betul-betul memperhatikan hutan, bahkan menurut kami wajib menyediakan hutan pada kawasan kebun sebuah perusahaan lengkap dengan pengelolaannya.

Sawit disela-sela fosil kayu.
Perusahaan Perkebunan Sawit milik salah satu perusahaan besar yang ada di Tambusai kami sorot sebagai salah satu bukti, bahwa perkebunanlah yang merusak hutan paling parah di Rokan Hulu.
Gambar ini diambil akhir Februari 2010, dimana dapat dilihat fosil pohon kulim yang besar tersandar pada kebun sawit, sangat banyak pemandangan ini dapat dilihat.

Sumber: http://rokan.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s