2011, Pemprov Riau Mulai Terapkan Lelang Elektronik

Jum’at, 31 Desember 2010 17:56

Dalam rangka memutus mata rantai biroraksi dan juga mengeliminir potensi ‘permainan’, Pemprov Riau menerapkan sistem lelang elektronik. Awal 2011 dilaksanakan.

Riauterkini-PEKANBARU- Mulai tahun 2011 Pemprov Riau, secara bertatah akan menerapkan lelang pengadaan jasa dan barang dengan sistem elektroni atau yang disebut dengan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Penerapan LPSE diyakini bisa menyederhanakan birokrasi dan yang paling penting juga bisa mengeliminir potensi kecurangan akibat permainan panitia lelang dengan peserta lelang.

“Awal Januria tahun 2011 Pemprov Riau menerapkan sistim LPSE untuk pengadaan barang dan jasa di seluruh Satker,” jelas Sekretaris LPSE Pemprov Riau Agussalim kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (31/12/10).

Hanya saja penerapan lelang sistem elektronik, jelas Agussalim tidak serentak, melainkan bertahap. Untuk tahun pertama, setiap satuan kerja hanya diwajibkan, minimal menggelar lelang elektronik untuk satu kegiatan pengadaan barang dan jasa.

“Untuk tahun pertama baru diwajibkan satu kegiatan yang dilelang sistem elektronik bagi setiap Satker, tetapi berdasarkan pengalaman daerah lain, banyak Satker yang kemudian minta lelang lebih dari satu kegiatan,” tuturnya.

Lebih lanjut Agussalami menjelaskan, penerapan LPSE sagat efektif dan efisien baik bagi panitia lelang maupun perusahaan peserta lelang. Pasalnya, dengan sistim ini tingkat kecurangan dapat diminimalisir. Bahkan, menutup adanya peluang kongkalikong antara panitia dan kontraktor.”Karena memang pengusaha dan panitia itu, tidak akan bertemu dalam proses tender, yang semuanya serba komputerisasi dan online,” tegasnya.

Bagi perusahaan yang ingin ikut dalam proses tender dengan sistim LPSE ini, maka perusahaan itu harus mendaftar terlebih dulu dengan sistim online LPSE yakni, lpse.riau.co.id. Perusahaan harus membuat email, untuk mengirimkan data perusahaannya ke portal itu. Nantinya, perusahaan yang mendaftar itu, akan diverifikasi tim LPSE.

“Jadi kalau tidak mendaftar di LPSE, maka perusahaan itu tidak bisa ikut tender. Karena untuk ikut tender itu, harus lolos verifikasi LPSE, baik dengan sistim offline maupun online. Data asli perusahaan itu, juga harus dilihatkan kepada kita,”jelas Agus.

Sejauh ini kata Agus, sudah terdapat 100 perusahaan yang lolos verifikasi LPSE. Selanjutnya, perusahaan ini bisa melihat paket yang dilelangkan dan kemudian mengajukan penawaran melalui email perusahaan.***(mad)

Sumber: http://riauterkini.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s