Bupati Rohul Diterpa Isu Disharmonis dengan Setdakab

Kamis, 6 Januari 2011 17:27

Jelang Pemilukada suhu politik di Rohul terus meningkat. Beragam isu pun berseliweran. Salah satunya, isu retaknya keharmonisan hubungan Bupati Achmad dengan Setdakab Mewahidin.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Terkait isu yang berkembang di masyarakat dan pegawai Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu sepekan terakhir, Bupati Rohul, Drs H Achmad M.Si, Kamis (6/1/10), membantah jika Sekertaris Daerah (Sekda) Rohul, Drs H Mewahiddin, mengundurkan diri dari jabatannya.

Dari isu yang berkembang di kalangan masyarakat dan PNS Pemkab Rohul, Sekda Rohul mengundurkan diri dari jabatannya, dikarenakan tidak sepaham (sinkron) dengan segala kebijakan Bupati Rohul, dan dukungan Sekda ke bakal calon (Balon) pasangan Joni Irwan-Daswanto (Jiwa).

“Isu itu tidak benar, sebab Pak Mewahiddin tidak ada mengajukan surat pengunduran dirinya. Begitu pun tidak ada niat saya untuk memberhentikan beliau dari jabatannya,” tegas Bupati Achmad, ketika membuka turnamen olehraga gasing, di Dusun Pasir Pandak Danau Bingkuang Titian Sojuk, Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan, Kamis (6/1/11).

Berita yang simpang siur di tengah masyarakat, dikatakan bupati tidak benar. Menurutnya, berita itu pengalihan isu dan menjatuhkan popularitasnya sebagai calon bupati pada Pemilukada Rohul 2011.

Jelas Bupati Achmad, jabatan Sekda adalah jabatan strategis, untuk proses pengangkatan dan pemberhentian Sekda harus melalui proses panjang, tidak seperti pengangkatan dan pemberhentian Satuan Kerja (Satker), atau pun kepala desa (Kades).

“Untuk mengisi jabatan Sekda, pejabat tersebut harus melalui testing, berbagai tahapan, persyaratan khusus, serta kemampuan lainnya. Saya selaku bupati tidak berwewenang memberhentikan beliau. Sebab itu wewenang langsung seorang Gubernur,” terangnya.

Bupati berharap, agar masyarakat Pasir Pandak Danau Bingkuang Titian Sojuk, Desa Kepenuhan Timur, dan seluruh masyarakat Kecamatan Kepenuhan, yang merupakan kampung tempat kelahiran Mewahiddin, tidak langsung menerima informasi simpang siur tersebut. Tetapi harus diteliti dahulu kebenarannya.

“Memang beliau akan mengundurkan diri, namun belum ada memasukan surat permohonan pengunduran diri. Saya juga tidak ada niat memberhentikan Sekda, sebab bukan kewenangan saya,” tegas Bupati Achmad lagi.

Di akhir-akhir arahannya, Bupati Achmad menyatakan ia sudah menerima informasi simpang siur tentang kedudukan Sekda Rohul. Ia berharap, dengan informasi yang sudah disampaikannya kepada masyarakat ini, tidak ada lagi masyarakat yang salah salah persepsi, sebab isu ini berkembang menjelang Pemilukada, ia menduga ada unsur politik.

Atas isu pengunduran diri Sekda ini, saat ini short message service (SMS) tentang Sekda Rohul mengajukan surat penguduran diri, juga sudah beredar di Rohul. Dalam SMS beredar, dinyatakan antara bupati dan Sekda sudah tidak harmonis dan sejalan dengan sejumlah program Pemkab Rohul, sehingga Sekda mengundurkan diri, namun belum direspon bupati.

Sekda Rohul, Mewahiddin, yang dicoba dikonfirmasi wartawan via telepon, membenarkan apa yang dikatakan Bupati Achmad, ia mengatakan isu yang bekembang tidak benar.

“Saya dengan Pak Bupati tidak ada masalah. Jika saya mengundurkan diri, mengapa saya terus melaksanakan tugas saya. Sekarang saya di DPRD mengikuti rapat paripurna, jadi jangan percaya isu yang berkembang” ujarnya.***(zal)

Sumber: http://riauterkini.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s