Komunitas Sepeda Ontel Rohul Ikut Lestarikan Budaya Nenek Moyang

Selasa, 11 Januari 2011 15:20


Komunitas sepeda ontel di Rohul terus eksis, meski baru terbentuk setahun silam. Mereka komitmen untuk turut melestarikan kebudayaan nenek moyang.

Riauterkini-PASIRPENGARAIAN– Setahun berdiri, sejak tahun 2010 lalu, anggota Komunitas Sepeda Ontel Rokan Hulu (Korhu), sudah beranggotakan hampir mencapai 200 anggota. Dengan modal semangat untuk tetap sehat, anggota komunitas sepeda ontel ini juga ikut melestarikan budaya nenek moyang.

Jelas Ketua komunitas Sepeda Ontel Rohul, Drs Enda Ruhyana, komunitas ini didirikan bersama sejumlah putra Rohul, untuk memajukan dan melestarikan sepeda ontel, sebab dulunya sepeda ini digunakan nenek moyang dalam berbagai kegiatan, termasuk untuk mencari nafkah. Namun saat ini, fungsi sepeda merupakan alternatif untuk tetap hidup sehat.

“Kita bentuk komunitas sepeda ontel karena kesadaran dan semangat, tujuannya selain untuk kesehatan, juga melestarikan peninggalan nenek moyang, sebab selama ini sudah banyak sepeda seperti ini dijual keluar negeri. Sehingga sebagai kita sebagai anak cucunya, wajib melestarikannya,” ujar Enda Ruhyana, yang biasa disapa Abah, kepada riauterkini, Selasa (11/1/11).

Kata Abah, menurut dokter ahli, ada tujuh manfaat mengayuh sepeda dengan waktu yang disarankan, yaitu mencegah penyakit jantung (stroke), mengaktifkan syaraf jaringan otak, jaringan syaraf ginjal dan otot-otot panggul, penyempurnaan tukak lima jari, usus besar dan kecil, kantong kemih, dan lainnya.

“Intinya, manfaat rajin bersepeda adalah untuk kesehatan. Selanjutnya komunitas ini untuk melestarikan budaya nenek moyang kita, dan melakukan kegiatan sosial,” ujarnya.

Kata Abah, dengan rutin bersepeda secara tidak sadar kita ikut mengurangi polusi udara yang semakin hari memprihatinkan, dan sesuai ahli syaraf asap kendaraan bisa merusak kesehatan.

Untuk kegiatan sosial, komunitas ini baru menyusun agenda kegiatan-kegiatan menarik perhatian, sehingga masyarakat bisa memahami fungsi sepeda untuk kesehatan. Ke depannya, direncanakan akan dilakukan touring, namun belum teragendakan.

Salah seorang anggota Komunitas Sepeda Ontel Rohul, Rudi, mengaku, ia menggunakan sepeda ontel merek Relly. Sepeda yang dipakainya, merupakan sepeda rakitan pertama, produksi Inggris tahun 1903 lampau, dan merupakan warisan orang tuanya.

“Rata-rata sepeda ontel yang kami gunakan sudah berumur, mulai tahun 1903, 1933, dan 1945. Sedangkan untuk harga dari Rp1,5 juta sampai dengan Rp6 juta, kami dapatkan dari luar daerah, seperti Sumatera Barat (Sumbar), Medan, Yogyakarta, Bandung, atau dari daerah pulau jawa,” jelas Rudi.

Ditambahkan Abah, untuk tempat nongkrong (kongkow) komunitas sepeda Ontel Rohul ini, biasa di depan Taman Kota Pasirpengaraian, dan sekali-sekali di sekitar perkantoran Pemkab Rohul.

Terang Abah, untuk masyarakat Rohul yang berminat bergabung, bisa mendaftar langsung ke Sekretariat Korhu, di Jalan Pelajar Kampung Padang, belakang Apotik Surya Farma, Pasirpangaraian. Atau bisa menghubungi Eneng Yahya di nomor Handphone 085210901472, atau bisa datang langsung ke Taman Kota Pasirpangaraian setiap sore, atau hari Minggu pada pagi hari.***(zal)

Sumber: http://www.riauterkini.com

 

Advertisements

2 comments on “Komunitas Sepeda Ontel Rohul Ikut Lestarikan Budaya Nenek Moyang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s