Korban Keracunan Massal di RSUD Pasirpangaraian Terus Bertambah

Selasa, 18 Januari 2011 15:19

RSUD Pasirpangaraian terus kedatangan korban keracunan massal acara sosialisasi seorang calon bupati. Diperkirakan jumlahnya kini mendekati 40 orang.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Korban keracunan massal yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirpangaraian, Rokan Hulu terus bertambah.

Sebelumnya, Selasa (18/1/11) dinihari, sesuai data dari Polsek Rambah Hulu, jumlah korban keracunan massal akibat nasi bungkus ada 21 orang. Sementara data pihak RSUD Pasirpangaraian, hingga siang berita ini turun, sedikitnya 37 orang yang sudah menjadi korban keracunan massal, seluruhnya merupakan warga Dusun Sempurna Alam, Desa Serombo Indah, Kecamatan Rambah Hilir.

Diakui Direktur Utama RSUD Pasirpangaraian, Dr Nyoman Soeharta, jumlah pasien keracunan terus bertambah, hingga siang ini jumlahnya sudah 36 orang, dengan rincian pasien rawat jalan 12 orang, dan pasien rawat inap 25 orang.

“Hingga siang ini, kita masih menerima pasien keracunan massal, para korban kami tempatkan di Ruang Mawar dan Ruang Dahlia, serta Ruang ICU,” terang Nyoman, kepada riauterkini dikantornya, Selasa (18/1/11).

Jelas dia, saat ini pasien yang masih dirawat di Ruang Mawar (khusus anak) Fisioterapi Rawatan Anak, Kelas II dan III, ada 17 orang. Sedangkan di Ruang Dahlia, Rawatan Penyakit Dalam Infeksi Kelas II dan III, sedikitnya ada 7 orang, dan di Ruang ICU hanya 1 orang, yang sudah pulih dari masa kritis.

Dari keseluruhan korban yang dirawat di RSUD Pasirpangaraian, jumlah korban antara anak-anak hampir seimbang, yaitu 19 anak-anak dan 18 orang dewasa.

Sample berupa sisa makanan dan muntahan para korban sudah diserahkan pihak rumah sakit kepada Dinas Kesehatan Rohul, selanjutnya sample tersebut akan dikirim ke Balai Peneliti Pengawas Obat dan Makanan (BP-POM) Pekanbaru, untuk diketahui penyebab keracunan.

Lanjut Nyoman, untuk menangani puluhan korban keracunan massal, pihak rumah sakit tidak menambah tim medis, sebab korban yang masuk belum ada lonjakan, artinya tenaga medis yang bertugas hari ini, tidak perlu dilakukan penambahan.

“Saat ini, kita hanya konsentrasi bagaimana penyembuhkan para korban, untuk itu masalah biaya belum terpikirkan,” jawab Nyoman, ketika disinggung riauterkini masalah biaya perobatan para korban.***(zal)

Sumber: http://riauterkini.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s