Pemberhentian Indra Ramos Bakal Disidangkan Kode Etik KPU Pusat

Selasa, 18 Januari 2011 17:30

KPU Pusat berkemunkinan menggelar sidang kode etik terhadap Ketua KPU Riau Raja Syofyan Samad terkait pemberhentian anggota KPU Rohul Indra Ramos.

Riauterkini-JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat akan menggelar sidang kode etik terhadap pelanggaran yang dilakukan Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad, karena telah memberhentikan secara sepihak Anggota KPU Rokan Hulu (Rohul) Indra Ramos tanpa merujuk pada aturan-aturan berlaku.

“Kita telah berkoordinasi dengan Ketua KPU Abdul Haiz Anshary, kalau KPU siap membentuk Dewan Kehormatan untuk menyidangkan Ketua KPU Provinsi Riau karena dinilai melakukan pelanggaran kode etik,” kata Indra Ramos saat dihubungi melalui ponselnya usai menghadiri Sidang di PTUN Pekanbaru, Selasa (18/1/2010).

Indra mengatakan, pengaduan ke PTUN Pekanbaru yang sidang sudah mulai digelar pada Selasa (18/1) merupakan rekomendasi dari Ketua KPU Abdul Hafiz Ansyary dan Bagian Hukum KPU saat dirinya mengadukan kasus pemberhentian sepihak sebagai Anggota KPU Rohul. Untuk menggelar Sidang Etik, kata Indra, KPU Pusat memerlukan bukti register perkaranya yang telah diadukan ke PTUN Pekanbaru.

“Pak Hafiz dan bagian hukum KPU merekomendasikan agar kasusnya diadukan terlebih ke PTUN, dan nomor registernya diberikan ke KPU sehingga pengaduan saya bisa segera ditindaklanjuti. KPU menjanjikan akan menggelar Sidang Etik terhadap KPU Provinsi Riau,” katanya.

Berdasarkan konsultasi dengan KPU Pusat, kata Indra, Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad melakukan tiga pelanggaran undang-undang dan peraturan KPU. Aturan pertama yang dilanggar Ketua KPU Provinsi Riau adalah UU No.22 Tahun 2007 tentang Pemilu yang mengatur mengenai pemberhentian harus melalui Dewan Kehormatan. Sementara dalam faktanya, pembehentian terhadap dirinya tidak melalui mekanisme Dewan Kehormatan hanya sepihak saja.

Sedangkan aturan kedua yang dilanggar adalah Peraturan KPU No.38 Tahun 2008 tentang proses Sidang Kode Etik dimana KPU Provinsi harus memberhentikan sementara sampai dilakukan pleno penetapan pemberhentian. “Jadi pemberhentian sementara itu wajib, tapi saya langsung di PAW tanpa melalui itu semua termasuk rapat pleno. Bahkan SK-nya juga tidak ada,” katanya.

Adapun pelanggaran ketiga adalah pelanggaran terhadap Peraturan KPU No.31 Tahun 2008 dimana setiap Sidang Dewan Kehormatan harus disampaikan ke KPU Pusat, KPU Provinsi, KPU Rohul dan dirinya selaku pihak yang disidangkan. “Sampai sekarang itu semua tidak ada, ini jelas keteledoran fatal yang dilakukan KPU Provinsi Riau. Dengan bukti register PTUN nomor register perkara 01/g/2011/ptun.pbr, besok Rabu saya akan berangkat ke Jakarta untuk menemui KPU dan Bawaslu,” katanya.

Selain itu pengaduan terhadap dirinya yang dinilai telah melanggar integritas, kata Indra, merupakan informasi dari pihak yang tidak jelas indentitas dan sumbernya. Sesuai ketentuan yang berlaku, lanjutnya, pengaduan harus menggunakan surat resmi dan dilampiri indentitas, serta mencantumkan secara lengkap pasal-pasal yang dilanggar oleh Anggota KPU, sehingga bisa dikatakan melanggar kode etik.

“Ini tidak ada verikasi sampai sekali, orangnya tidak jelas, pasal-pasal yang dituduhkan tidak ada. Itu hanya kabar burung saja, tetapi KPU Provinsi melah mencari pasal-pasal sendiri untuk menuduh saya melanggar kode etik,” katanya.

Selaku Ketua KPU Provinsi Riau, Radja Syofyan Samad harus mengerti betul undang-undang dan peraturan-peraturan yang berlaku mengenai Pemilu dan Pemilukada. Bukan sebaliknya, menabrak seluruh prosedural dan mekanisme yang berlaku untuk menyingkirkan dirinya sebagai Anggota KPU Rohul dan menggantinya dengan Abdul Rozak. “Saya kira KPU Provinsi Riau perlu belajar undang-undang dan peraturan KPU agar pelanggaran serupa tidak terjadi lagi,” katanya.

Karena itu, pengaduan terhadap Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad ke KPU Pusat dan Bawaslu mendapat dukungan dari KPU Kabupaten/Kota se-Riau. Sebab, selama ini mereka juga kerap menerima tindakan semena-semena dari KPU Provinsi Riau, namun tidak berdaya untuk melawan tindakan tidak terpuji itu. “Tindakan saya mengadukan KPU Provinsi Riau ke PTUN, KPU Pusat dan Bawaslu didukung KPU Kabupaten/Kota, karena selama ini tidak tersentuh padahal kerap melakukan pelanggaran,” katanya.

Seperti diketahui, pemecatan terhadap Anggota KPU Rohul Indra Ramos berawal dari pertemuan di Hotel Labersa Pekanbaru pada 30 November 2010 lalu. Pertemuan itu, diprakarsai Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Riau Mambang Mit yang baru dilantik. Pertemuan itu, selain dihadiri Mambang Mit juga dihadiri mantan Plt DPC PD Rohul Koko Iskandar, Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad, Ketua KPU Rohul Jonnaidi Dasa, Anggota KPU Rohul Indra Ramos dan anggota KPU Rohul lainnya.

Dalam pertemuan itu, Mambang Mit mengungkapkan, Demokrat telah mengubah dukungan dalam Pemilukada Rohul dari mendukung Sukiman mengalihkan dukungan ke pasangan incumbent Ahmad-Hafith Syukri. Sukiman sendiri telah dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC Rohul digantikan oleh Koko Iskandar, karena melanggar instruksi DPP PD dan DPD PD Riau agar tidak mencalonkan diri.

Radja Syofyan Samad meminta KPU Rohul agar mencoret Sukiman dan mengakui dukungan Demokrat ke pasangan Ahmad-Hafith Syukri. Namun, hal itu ditolak oleh Anggota KPU Rohul yang hadir, terutama Indra Ramos. Buntut dari pertemuan itulah kemudian pada 2 Desember 2010 lalu, Indra Ramos dipecat oleh KPU Provinsi Riau dengan alasan melakukan pelanggaran kode etik.

Sedangkan KPU Rohul sendiri akhirnya mengakui dukungan Demokrat yang sah kepada Sukiman, sedangkan dukungan Demokrat ke pasangan Ahmad-Hafith Syukri dicoret. Terkait hal ini, Sukiman telah mendaftarkan gugatannya di PN Pasirpangaraian, menggugat Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Ketua DPD Partai Demokrat Riau Mambang Mit. PN Pasirpangarian pun memenangkan gugatan Sukiman, sementara Demokrat tetap tidak mau menerima keputusan tersebut dan menyatakan akan banding. *** (ira)

Sumber: http://riauterkini.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s