Puluhan Warga Rohul Keracunan Massal Usai Ikuti Sosialisasi Calonbup

Selasa, 18 Januari 2011 07:30


Acara sosialisasi salah satu calon bupati Rohul berujung petaka. Usai menghadiri acara, mendadap puluhan warga mengalami keracunan massal.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Usai menyantap nasi bungkus di acara sosialisasi salahsatu calon bupati Rokan Hulu, Senin (17/1/11) malam, puluhan warga Dusun Sempurna Alam, Desa Serombo Indah, Kecamatan Rambah Hilir, mengalami mual, pusing dan muntah-muntah.

Dikatakan salahsatu perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirpangaraian, yang ikut memberi pertolongan kepada korban, dan tidak sempat menyebutkan namanya, kepada riauterkini, mengatakan, para korban mulai berdatangan ke rumah sakit sekitar 23.00 Wib. Dari puluhan korban yang mengalami keracunan, rata-rata korban yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut merupakan dari kalangan anak-anak.

Cerita warga setempat, Kamaruddin (39), kronologisnya terjadi, Senin (17/1/11) usai Shalat Isya, sekitar pukul 19.30 Wib, anaknya, Wandi (6), masih duduk di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terbangun dari tidurnya, dan langsung muntah-muntah di tempat tidur.

“Saya tidak tahu jika anak saya (Wandi.red) muntah karena keracunan nasi bungkus, saya pikir dia hanya sakit biasa,” cerita Kamaruddin, kepada riauterkini, saat menemani anaknya di Rumah Sakit Umum Daerah Pasirpangaraian, Selasa (18/1/11) sekitar pukul 01.30 Wib.

Jelas Kamaruddin, awalnya dia sama sekali tidak menyangka, bahwa anaknya merupakan salahsatu korban keracunan nasi bungkus. Namun setelah warga lainnya juga mengalami hal sama, baru diketahuinya para korban yang muntah-muntah, diduga setelah menyantap nasi bungkus di acara sosialisasi pasangan calon bupati dan wakil bupati (Wabup) Rohul, Zulkifli-Muzawir (Z-M).

Seperti dituturkan istrinya kepada dirinya, pada Senin (17/1/11) sekitar pukul 15.00 Wib, istri dan anaknya pergi ke acara sosialisasi pasangan calon Z-M, di Los Pasar, Dusun Sempurna Alam, Desa Serombo Indah.

Pada pukul 17.00 Wib, sebagian undangan yang hampir mencapai seribu orang tersebut menyantap nasi bungkus yang disediakan oleh penyelenggara sosialisasi. Nasi yang sediakan penyelenggara hanya 500 bungkus, sehingga banyak warga yang mengaku tidak mendapatkan jatah nasi.

“Usai makan nasi bungkus yang disediakan penyelenggara, para korban mengaku tidak merasakan apa-apa, namun ketika mereka bangun tidur, baru merasakan pusing, mual, dan muntah-muntah, sama seperti yang dituturkan anak saya. Bahkan ada yang muntah dengan mengeluarkan cacing dari mulutnya,” ujarnya.

Ditambahkan warga lainnya, Zainuddin, sebelum dibawa ke RSUD Pasirpangaraian, para korban dibawa pihak keluarga masing-masing ke bidan desa dan Puskesmas setempat, namun karena bidan dan pihak Puskesmas tidak sanggup, sehingga dirujuk ke rumah sakit.

“Kami bawa para korban dengan menggunakan sepeda motor, namun karena jalan dari Desa Serombo Indah ke Desa Rambah Utama, Kecamatan Rambahsamo rusak parah, akibatnya para korban lama di jalan, namun Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” kata Zainuddin, kepada riauterkini.

Atas kejadian keracunan massal ini, keluarga korban minta pihak penyelenggara bertanggungjawab. Rata-rata warga hanya menginginkan anggota keluarganya yang menjadi korban selamat.

Dari data Polsek Rambah Hilir, sampai berita ini turun, ada 21 korban yang dirawat di RSUD Pasirpangaraian, korban yang masuk Senin (17/1/11) pukul 23.00 Wib, yaitu Wandi, Novia, Siska, Nurzulfia, Jimi, Rio, Zulkarnain, Hendra, Yuni, Rendi, Habib, Mira, Galaksi, dan Saiful.

Sedangkan yang masuk pada Selasa (18/1/11) pukul 01.00 Wib, yaitu Legi, Ardi, Desi, Iyar, Jalinar, dan Desri, serta satu orang lagi belum diketahui namanya.

“Memang para korban rata-rata anak-anak, kita sudah mengumpulkan bukti berupa sample dari muntahan korban dan sisa nasi yang dimakan para korban, selanjutnya akan kita kirim ke laboratorium,” jelas Kepala Polsek Rambah Hilir, IPDA Dasril, kepada riauterkini, di RSUD Pasirpangaraian, Selasa (18/1/11).

*Ibu Satu Anak, Jalinar Masih Kritis*.

** **Salah seorang korban keracunan massal setelah menyantap nasi bungkus, Jalinar (33), ibu dengan seorang anak, hingga berita ini turunm, belum sadarkan diri, dan masih kritis.

Dikatakan ayah korban Jahlinar, Bahtiar, anaknya dibawa ke rumah sakit Selasa dinihari tadi dengan menggunakan sepeda motor milik tetangganya. Namun karena jalan rusak, anaknya terlambat diberi pertolongan, sehingga mengalami pingsan sejak dalam perjalanan.

Akibat terlambat dibawa ke rumah sakit, Jalinar, terpaksa dirawat intensif di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Pasirpangaraian. Pihak rumah sakit kerja keras menyelamatkan korban. Untuk mentralisir racun yang sudah terlanjur masuk ke tubuh korban, para petugas memberi susu kepada korban melalui selang, sehingga korban mengeluarkan seluruh makanan dalam perutnya (muntah-muntah.red).

Setelah muntah-muntah, korban belum juga sadarkan diri dan masih dalam tahap kritis, sehingga ia diberi penanganan khusus oleh petugas rumah sakit, dan dibantu alat pernapasan.***(zal)

Sumber: http://riauterkini.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s