Keracunan Massal Membuat Cabub Zulkifli Sering Diserang Lawan Politik

Jum’at, 21 Januari 2011 15:37

Musibah keracunan massal terjadi saat masyarakat mengikuti kegiatan Cabup Rohul Zulkifli Yusuf. Situasi itu membuat Zulkifli sering diserang lawan politiknya.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN– Calon Bupati Rokan Hulu, Zulkifli Yusuf, Jum’at (21/1/11), mengaku, keracunan massal yang terjadi di Dusun Sempurna Alam, Desa Serombo Indah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rohul, Senin (17/1/11) kemarin, sudah dijadikan konsumsi politik oleh seorang calon.

terang Zulkifli, ada berita di sebuah media massa besar sangat tendesius terkait keracunan massal tersebut. Sebab data yang ditulis tidak sesuai fakta di lapangan.

“Dalam pemberitaan media itu, saya dituding tidak bertanggungjawab. Padahal kami sebagai pihak penyelenggara sudah maksimal mungkin saat berada di tempat kejadian perkara (TKP) dan ikut menyelamatkan para korban, begitu pun ketika di rumah sakit,” terangnya Zulkifli, kepada riauterkini di Hotel Sapadia Pasirpangaraian, Jum’at (21/1/11).

Sampai berita ini turun, kata Zulkifli hanya seorang korban yang masih dirawat. Menurutnya, selama ini tidak ada pihak yang bertanggungjawab kecuali pihaknya, namun seorang calon memojokkannya dirinya untuk mencari sensasi atas derita yang dialami warga.

“Janganlah masalah seperti ini dijadikan konsumsi politik, sebab akan meresahkan masyarakat. Saya menghimbau kepada semua pihak, agar dalam menerima informasi sesuai bukti otentik, jangan menerima informasi yang tidak jelas sumbernya,” himbau Zulkifli.

Ia melihat, musibah ini disusupi unsur politik. Ia berharap kepada semua pihak, agar musibah keracunan massal jangan dijadikan kesempatan untuk mengambil simpati warga, dengan memojokkan dirinya. Kepada semua pasangan calon, ia berharap agar bersikap jujur dan baik dalam berdemokrasi, serta berjuang dengan jalan sehat tanpa mendeskreditkan pasangan lainnya.

Diakuinya, sebagai pihak penyelenggara, pihaknya tidak berniat perihal terjadi. Ia menganggap musibah ini ada hikmah dibelakangnya. “Kita tetap serahkan semua masalah ini ke aparat penegak hukum. Jadi nanti bisa diketahui siapa salah dan siapa yang benar,” tegasnya.

Menurutnya, daftar awal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirpengaraian, hanya 35 korban yang dirawat. Jumlah itu sudah termasuk pasien rawat jalan, dan ada beberapa orang yang mengalami gejala keracunan. Begitu pun jumlah korban di Puskesmas Rambah Hilir I, tidak seperti yang ditulis media bersangkutan.

“Semua yang dirawat inap 25 orang korban, dan yang sudah keluar 24 orang dan saat ini tinggal seorang,” ungkap Zulkifli lagi.

Zulkifli berharap, masalah selesai, dan jangan dibesar-besarkan lagi. Untuk penyebab segala macam, atau indikasi lain, pihaknya tidak tahu dan tidak bisa menjawabnya, sebab tindak lanjut hukumnya sudah diserahkan pihaknya kepada pihak Polsek Rambah Hilir.

“Kepada masyarakat, agar lebih selektif dalam menerima informasi, sebab saat ini sedang massa tahap Pemilukuda, sehingga ketika menerima informasi harus cek dan ricek dahulu, sebab ada indikasi, kejadian ini dijadikan konsumsi politik oleh seorang calon yang sengaja mendeskreditkan posisi saya sebagai calon,” kesalnya.***(zal)

Sumber: http://riauterkini.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s