Terima Pengaduan Indra Ramos, Bawaslu Rekomendasikan DK untuk Sidangkan Ketua KPU Riau

Kamis, 20 Januari 2011 16:42

Bawaslu menerima pengadua mantan anggota KPU Rohul Indra Ramos yang diberhentikan sepihak KPU Riau. Lembaga tersebut merekomendasikan pembentukan Dewan Kehormatan untuk sidang Ketua KPU Riau.

Riauterkini-JAKARTA-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat segera menggelar Sidang Dewan Kehormatan (DK) terhadap pelanggaran yang dilakukan Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad. Untuk mendukung rekomendasi tersebut, Bawaslu akan melakukan investigasi ke Riau pekan depan.

“Bawaslu merekomendasikan KPU segera bentuk Dewan Kehormatan untuk menyidangkan KPU Provinsi Riau terkait beberapa pelanggaran yang dilakukannya. Kita sudah mengetahui sejak lama, kita hanya tunggu pengaduan saja,” kata Ketua Bawaslu Bambang Eka Cahya Widodo didampingi Kasubag Hukum Yusti Erlin saat menerima mantan Anggota KPU Rokan Rulu (Rohul) Indra Ramos di Jakarta, Kamis (20/1/2011).

Bambang mengatakan, pekan depan Bawaslu akan ke Riau untuk melakukan investigasi dan klarifikasi terhadap berbagai tuduhan pelanggaran yang di alamatkan kepada Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad. “Bawaslu akan turun ke Riau untuk investigasi, dan akan kita panggil KPU Provinsi Riau untuk mengklarifikasi berbagai pelanggaran yang telah dilakukan. Rekomendasi Bawaslu bentuk Dewan Kehormatan,” katanya.

Kedatangan Anggota KPU Indra Ramos ke Jakarta untuk menyerahkan bukti registrasi gugatannya ke PTUN Pekanbaru terkait PAW sepihak terhadap dirinya yang dilakukan Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad dan berkas-berkas lainnya. Antara lain bukti pemerasan yang dilakukan oleh Anggota KPU Provinsi Riau yang juga Anggota Badan Kehormatan Asmuni, dan Ketua KPU Provinsi sendiri terkait kepengurusan ganda Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) di Rohul.

KPU Provinsi Riau memenangkan kepengurusangan PPRN Rohul dibawah kepengurusan Amelia Yani yang mendukung pasangan Joni Irwan-Daswanto, sedangkan kepengurusan PPRN pimpinan DL Sitorus yang mendukung pasangan Ahmad-Hafith Syukri dianggap illegal.

“Untuk surat dukungan itu, Pak Asmuni minta uang dan lukisan Bali untuk Pak Syofyan. Uangnya diberikan tiga kali, yang nyerahkan Imran. Saya punya bukti rekamannya, malahan saya diminta Pak Syofyan jangan mempermasalahkan pemberian lukisan Bali,” kata Indra.

Indra mengaku punya kartu truf lainnya untuk membawa Ketua Provinsi Riau Radja Syofyan Samad ke Dewan Kehormatan (DK) diantaranya kasus pemerasan terhadap mantan caleg PPP Riau Juni Ardianto Rahman sebesar Rp 250 juta pada Pemilu Legislatif 2009 lalu. “Ketua KPU Provinsi Riau memang tidak mengakui, tetapi sopirnya yang bernama Suroso yang menerima pemberian uang dari Juni Ardianto yang memberikan langsung uangnya ke Pak Syofyan,” katanya.

Sementara itu saat di KPU, Indra Ramos diterima Anggota KPU Syamsul Bahri dan Kabag Hukum KPU mengatakan, KPU akan segera memproses pengaduan mantan Anggota KPU Rohul itu yang diberhentikan semena-semena oleh Ketua KPU Provinsi Riau. “Sambil nunggu rekomendasi dari Bawaslu mengenai pembentukan Dewan Kehormatan. Info pelanggaran yang dilakukan Ketua KPU Provinsi Riau ini akan lakukan investigasi dan verifikasi,” kata Syamsul.

Syamsul menegaskan, Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad terbukti melakukan pelanggaran UU No.22 Tahun 2007, Peraturan KPU No.31 dan 38 Tahun 2008 yang seharusnya menjadi acuan untuk memberhentikan Indra Ramos dari keanggotaan KPU Rohul seperti verifikasi, identitas pelapor juga harus jelas, melakukan pemberhentian sementara sebelum dilakukan pleno dan Sidang Dewan Kehormatan. “Kita tunggu saja asal investigasi dan verifikasi KPU,” katanya.

Pemecatan terhadap Anggota KPU Rohul Indra Ramos berawal dari pertemuan di Hotel Labersa Pekanbaru pada 30 November 2010 lalu. Pertemuan itu, diprakarsai Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Riau Mambang Mit yang baru dilantik. Pertemuan itu, selain dihadiri Mambang Mit juga dihadiri mantan Plt DPC PD Rohul Koko Iskandar, Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad, Ketua KPU Rohul Jonnaidi Dasa, Anggota KPU Rohul Indra Ramos dan anggota KPU Rohul lainnya.

Dalam pertemuan itu, Mambang Mit mengungkapkan, Demokrat telah mengubah dukungan dalam Pemilukada Rohul dari mendukung Sukiman mengalihkan dukungan ke pasangan incumbent Ahmad-Hafith Syukri. Sukiman sendiri telah dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC Rohul digantikan oleh Koko Iskandar, karena melanggar instruksi DPP PD dan DPD PD Riau agar tidak mencalonkan diri.

Radja Syofyan Samad meminta KPU Rohul agar mencoret Sukiman dan mengakui dukungan Demokrat ke pasangan Ahmad-Hafith Syukri. Namun, hal itu ditolak oleh Anggota KPU Rohul yang hadir, terutama Indra Ramos. Buntut dari pertemuan itulah kemudian pada 2 Desember 2010 lalu, Indra Ramos dipecat oleh KPU Provinsi Riau dengan alasan melakukan pelanggaran kode etik. Sedangkan KPU Rohul sendiri akhirnya mengakui dukungan Demokrat yang sah kepada Sukiman, sedangkan dukungan Demokrat ke pasangan Ahmad-Hafith Syukri dicoret. *** (ira)

Sumber: http://riauterkini.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s