Potensi Kabupaten Rokan Hulu

Potensi daerah terdiri dari sektor Perkebunan, Pertanian, Perikanan dan sektor Pertambangan.

 

PERKEBUNAN

Komoditi dari sektor perkebunan merupakan primadona perdagangan di Kabupaten Rokan Hulu, diantaranya adalah Kelapa Sawit, Karet, Kopi, Kelapa dan lain-lain. Pada tahun 2006 luas areal perkebunan tercatat seluas 301.99,23 Ha.

Tabel berikut menggambarkan Luas Lahan Tanam dan Hasil Produksi Perkebunan:

NO.
JENIS KOMODITI
LUAS LAHAN TANAM (Ha)
PRODUKSI (Ton)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

KaretKelapa

Sawit

Kopi

Pinang

Enau

Gambir

Kakao

46.287

760,23

253.799

634,57

198,64

85,54

571

314,25

61.969

971,80

783.528,69

152

160

48

382

36,75

PERTANIAN

Data yang diperoleh dari BPS Provinsi Riau 2007 mengatakan bahwa pada tahun 2006 luas lahan panen tanaman pangan mencapai 20.887 Ha dengan produksi sebanyak 50.398 ton. Tanaman pangan terdiri dari Padi Sawah, Padi Ladang, Ubi Kayu, Kacang Tanah, Ubi Jalar, Kacang Kedelai dan Kacang Hijau.

Komoditi perkebunan lainnya adalah sayur-sayuran dan buah-buahan.

KEHUTANAN, INDUSTRI DAN PERTAMBANGAN

Perusahaan sektor kehutanan, berskala menengah atau skala kecil memberi kontribusi sungguh penting bagi PDRB daerahRokan Hulu. Kontribusi dari perusahaan skala kecil dan menengah kepada PDRB daerah adalah 9% sementara perusahaan skala kecil 7%.

Potensi bahan tambang di daerah ini adalah Batu Bara, Batu Gamping, Tanah Liat untuk porselin, Feldspar dan Pasir Kwarsa.

SUMBER AIR BERSIH

Sumber air bersih cukup tersedia di Rokan Hulu yang terdiri dari 3 (tiga) sungai besar seperti sungai Rokan Kiri, sungai Rokan Kanan dan sungai Batang Sosah. Sungai-sungai ini mengalir dari hulu ke dataran rendah dan membentuk endapan yang berpotensi untuk budidaya perikanan.

PERIKANAN

Potensi perikanan di Rokan Hulu adalah pada perairan dan kolam kerambah. Perairan umum dapat memproduksi 1.937,4 ton/tahun, kolam kerambah memproduksi 1.371 ton/tahun (Riau dalam Angka, 2007).

PARIWISATA

OBYEK WISATA

Kabupaten Rokan Hulu memiliki potensi dibidang wisata. Fasilitas hotel dan penginapan juga tersedia guna melayani tujuan usaha dan wisatawan. Beberapa potensi obyek wisata adalah sebagai berikut:

TEMPAT KEDIAMAN RAJA KONO KERAJAAN ROKAN

Tempat tinggal Kerajaan Rokan hingga saat ini masih diabadikan, terletak di Kecamatan Rokan IV Koto. Dibangun pada abad ke-17, sebuah bangunan bekas peninggalan Kerajaan Rokan pada masa lampau ketika masih menguasai daerah Kabupaten Rokan Hulu.

TUJUH BENTENG PERTAHANAN

Di Dalu-dalu ada bekas peninggalan benteng lama, peninggalan abad ke 18 “Paderi” (Kelompok Islam Puritan) berperang melawan penjajahan Belanda.

Benteng lama ini dibangun dengan tujuh garis pertahanan, Terletak di Dalu-dalu, Kecamatan Tambusai. Berdiri pada tahun 1835, dibangun dengan tujuan untuk pertahanan bawah tanah bagi masyarakat setempat terhadap penjajahan Belanda. Benteng ini merupakan saksi bisu semangat kepahlawanan, kegigihan serta keberanian pasukan pasukan yang dikomandoi oleh Tuanku Tambusai (Singa Rokan) memukul mundur pasukan Belanda dari tanah air. Atas jasa kepahlawanan dan dedikasinya, pujian yang tinggi telah dianugerahkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Pahlawan Nasional.

AIR TERJUN AEK MARTUA

Air Terjun Aek Martua terletak di dataran tinggi, leretan Bukit Barisan. Air terjun turun melalui tiga tingkat batu karang, berih dan tumbuhan hijau alami semuanya memberikan keunikan dan kecantikan menawan untuk tempat wisata.

HUTAN SUAKA ALAM BUKIT SULIGI

Tempat ini terletak diantara Kecamatan Tandun dan Rokan IV Koto, 135 km dari Kota Pekanbaru. Mencakup areal seluas ± 3.000 hektar, hutan ini merupakan tempat berbagai jenis flora dan fauna. Ditempat ini para petualang bisa menemukan kenikmatan air panas (hot springs), goa asli, air terjun, selokan dan jalan setapak berserakan, seperti rusa liardan hewan langka lainnya.

GOA MATA DEWA

Terletak di Desa Pawan, Kecamatan Rambah, goa memiliki dua pintu masuk yang saling menyilang dengan kedalaman 10 m. Jika dilihat dari luar, dua pintu masuk ini kelihatan seperti gambar mata raksasa. Oleh karena itu gua ini diberi nama “Goa Mata Dewa” oleh masyarakat setempat.

PANCURAN AIR PANAS PAWAN

Terletak di Desa Pawan, Kecamatan Rambah, bisa ditempuh dalam waktu 10 menit dari Ibu Kota Rokan Hulu, Pasir Pengaraian, dengan jarak tempuh 7 km. Setiap pancuran air panas memiliki derajat panas yang berbeda, sebagian bisa menyembuhkan beberapa penyakit dan memiliki daya panas yang cukup untuk merebus telur ayam. [via ponriau2012]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s