5 Desa di Kawasan Hutan Lindung Masih Dilema

Pasirpangaraian,utusanriau.com- Masalah pemukiman penduduk di 5 desa yang masih berada di kawasan hutan lindung masih jadi dilema dalam penyusunan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Rokan Hulu.

“Untuk masalah pemukiman masyarakat di hutan lindung ini, kita akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau agar wilayah tersebut dikeluarkan dari status hutan lindung. Sebab, sebelum SK Mentri keluar dan RT/RW ditata, masyarakat kita sudah bermukim disana,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Rokan Hulu, Ir Damri, di sela-sela Rapat Penyelesaian Revisi RTRW di Aula Kantor Bappelitbang, Rabu (27/7/11).

Dikatakannya, dalam agenda rapat penyelesaian Revisi RTRW ini, turut dibahas sejumlah fakta dan analisa dari data yang sudah ada. Tim dariLembaga Teknik Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) Jakarta, meminta masukan dari peserta yang meliputi staf ahli Bupati, para asisten, BPN, PLN, kepala satuan kerja, dan camat, apakah data sudah sesuai dengan kondisi riil di lapangan, sebelum dilakukan revisi RTRW.

“Batas waktu penyelesaiannya pada tanggal  10 Oktober 2011 mendatang. Jadi ditargetkanrevisi RTRW sudah selesai sebelum batas waktu tersebut. Namun masalah yang paling krusial adalah masalah kawasan hutan lindung yang masih perlu dilakukan revisi dan aspek lainnya akan disesuaikan,” paparnya.

Sedangkan Rencana revisi pada sektor kehutanan, pemukiman penduduk berada dikawasan hutan Lindung Mahato, Rokan IV Koto, dan Bukit Suligi, sedikitnya 5 desa terimbas dampak RTRW ini, yakni 3 desa di kawasan hutan Mahato Kecamatan Tambusai Utara dan sekitarnya masih berada di kawasan Hutan Lindung Mahato, dan 2 desa di Kecamatan Rokan IV Koto yakni Tanjung Medan dan Desa Pemandang, termasuk dalam kawasan hutan lindung.

Untuk itu, Pemkab perlu berkoordinasi dengan provinsi, sehingga kawasan ini keluar dari status hutan lindung. Rencana kedepannya, RT/RW ini sebagai acuan penataan wilayah.

Pelaksana tugas (Plt) Badan Perencanaaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang),Nifzar SP, mengatakan pada ekstitensi dan kondisinya sudah puluhan tahun penduduk bermukim dihutan lindung. Pihaknya berharap, wilayah-wilayah yang masuk hutanlindung, agar diplot area sebagai daerah pemukiman.

“Dampak positifnya, pendataan ini akan tertata penataan ruang yang dihubungkan dengan kelestarian lingkungan hidup, serta termanfaatkan ruang yang ada sesuai wilayahnya,” ucapnya.**

(hasran)

Sumber: http://utusanriau.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s