Gadis Pemandang Alami Gizi Buruk

PASIR PENGARAIAN,METRORIAU.COM – Kerena jarang sarapan pagi serta berkurangnya nafsu makan, Radil (17) gadis warga Desa Pemandang Kecamatan Rokan IV Koto, divonis dokter RSUD Pasir Pengaraian Alami gizi buruk serta gastritis (maag).

Radil pelajar kelas II SMAN 2 Rokan IV Kota, diinfuse bagian lengan kirinya. Dengan tubuh kurus, Radil kini tergolek lemah di Ruang Dahlia, Rawatan Penyakit Dalam Infeksi Kelas III, rumah sakit umum daerah (RSUD) Pasir Pengaraian yang dirawat sejak Selasa (23/11) lalu.

Kini kondisi gadis tersebut, lemah dan kondisi mata cekung, tangan kurus kerontang tersebut, hanya bisa memegang tangan ibunya dipembaringan, takut jika ia ditinggalkan.

Dengan nada lemah saat dikunjungi wartawan, Radil menyatakan, dulunya ia mempunyai perawakan normal seperti anak-anak lainnya, namun sejak kelas ia duduk di kelas 4 sekolah dasar, nafsu makannya berkurang, bahkan sama sekali hilang. Apalagi ia jarang sarapan ketika akan bersekolah, alasannya ia hanya mengejar waktu agar tidak terlambat ke sekolah.

Sejak SD, Radil mengaku pergi dan pulang dari sekolah dengan berjalan kaki, baik ketika bersekolah di SD Negeri 012 dengan jarak 2,5 kilometer (km), SMP Negeri 05 Satu Atap Tanjung Medan dengan jarak 2,5 km, dan SMA yang berjarak 2,5 km. Akibat jarang sarapan dan kurangnya nafsu makan tersebut, ketika belajar ia mengaku sering mengalami pusing dan mual-mual.

Radil ditemani ibunya Susilawati (46), dan ayah tirinya Saidi (50), yang bekerja sebagai penakik getah karet milik warga sekitar dengan mengharapkan upah, sebab lahan perkebunan karet miliknya yang merupakan warisan dari keluarga, baru setahun ditanami karet, dan belum menghasilkan uang.

Radil sendiri sebelumnya telah dibawa ke rumah sakit RS Ibnu Sina Ujungbatu, Zahara Ujungbatu, RS Ibnu Sina Bangkinang, dan RS PTPN V, namun dokter disana tidak tahu penyakitnya. Namun ketika dibawa ke RSUD Pasirpangaraian, ibunya baru mengetahui, jika putri kesayangannya, anak pertama dari tiga bersaudara tersebut, mengalami gizi buruk dan gastritis (maag) atau luka pada lambung, akibat perut sering kosong.

Radil juga pernah dibawa ke dukun kampung, ahli pengobatan di pedalaman tersebut mengatakan ia terkena sisik kering (sisik tulang), sehingga sering mengalami sakit pada tulang punggung, sakit demam, buku kaki pegal, dan kepala sakit.

Dimana Radil yang kini masih menginjak bangku di kelas II SMA, pernah dianjurkan gurunya untuk istirahat selama setahun, sehingga bisa istirahat total untuk penyembuhan penyakitnya tersebut, namun Radil yang merupakan siswa prestasi sejak SD hingga SMP tersebut, tetap mempunyai keinginan untuk belajar, sebab ia ingin kuliah seperti kakak-kakak di kampungnya, Desa Pemandang.

Dari pengakuan Susilawati, walau dirinya punya kartu Jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dari pemerintah, namun untuk pengobatan di RSUD selama empat hari terakhir, ia sudah mengeluarkan uang sebesar Rp600 ribu lebih, untuk membeli obat diluar. Sebab kata dokter, stok obat di apotik RSUD Pasir Pengaraian sedang kosong.

Dikatakan dokter, untuk penyembuhan dirinya membutuhkan waktu lama dan proses panjang, sebab sakit yang dideritanya sudah terlalu lama.
Sejauh ini Susilawati hanya bisa berharap ke Pemerintah, adanya bantuan untuk anaknya. Karena selama ini keluarganya sudah mengeluarkan uang banyak untuk mengobati anak mereka.

Dari keterangan perawat RSUD Pasir Pengaraian, Devi, setiap harinya dan setiap waktu rajin mengecek kondisi Radil, sakit gizi buruk  masih dapat diobati, namun pasien harus lebih banyak makan asupan nutrisi seimbang, memang membutuhkan waktu lama. Pasien yang mengalami gizi buruk, biasanya disuruh dokter, untuk penyembuhan, sering mengkonsumsi telur, baik telur ayam kampung, ras atau telor bebek, ditambah dengan rajin minum susu.

Diakui Devi, akibat penyakit tersebut Psikis Radil mengalami gangguan, sebab sehari setelah ia dirawat, jarum infus dicabut sendiri oleh Radil dari lengan kirinya dan mengajak pulang ibunya, bahkan semua perawat yang bertugas di Ruang Dahlia RSUD Pasirpangaraian tersebut disalami Radil, dan mengucapkan banyak terimakasih.

Apalagi Radil sering mengeluh kepada semua perawat, sering pusing mendadak, begitu juga dengan jarum infus yang menusuk lengan kirinya dirasakan ia sangat sakit. Sehingga ia mencabutnya setiap saat. (Hendra)

Diposkan pada Minggu, 28 November 2010 melalui MetroRiau.

Sekarang, Radil telah berpulang ke Rahmatullah, karena tidak sanggup melawan penyakit yang dideritanya. Semoga Keluarga yang ditinggalkan tabah menerima musibah ini. Amin..

Sumber: http://www.metroriau.com

Advertisements

One comment on “Gadis Pemandang Alami Gizi Buruk

  1. Pingback: Gadis Pemandang Alami Gizi Buruk « www.pemandang.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s