BAGIAN YANG KETIGA: Soetan Panglima Dalam

Menyatakan Raja yang ketiga memerintah dalam Luhak Rokan yaitu Soetan Panglima Dalam, Putra Tengkoe Radja Rokan di Koto Sembahyang Tinggi.

Alkisah maka tersebutlah perkataan Soetan Panglima Dalam memerintah dalam Luhak Rokan yaitu di Koto Sembahyang Tinggi. Maka Soetan Panglima Dalam ada bersaudara seorang perempuan yang bergelar Sitti Tjahaja Intan Sjahdan berapa lamanya dibelakang Tengkoe Radja Rokan mangkat, maka anaknya yang laki-laki itu diangkat orang menjadi raja bergelar Soetan Panglima Dalam dan saudaranya yang perempuan bergelar Poeteri Tjahaja Intan sehabis itu Soetan Panglima Dalam pun tetaplah memerintah di Koto Sembahyang Tinggi. Dalam hal yang demikian maka Soetan Panglima Dalam berkahwin dengan seorang bangsa keempat suku di Koto Sembahyang Tinggi, dan saudaranya yang perempuan itu kahwin dengan seorang bangsa raja yang baru datang. Kemudian lama kelamaan Sitti Tjahaja Intan adik Soetan Panglima Dalam pun dapat anak 3 orang, yang tua laki-laki bernama Sipadi dan yang tengah bernama Sitti Intan dan yang perempuan kecil itu, mati kecil.

Tiada berapa lamanya istri Soetan Panglima Dalam pun matilah, sepanjang kabarnya adalah dalam kira-kira 30 tahun lamanya ia memakai istrinya itu.

Adapun kemudian sesudah mati istri Soetan Panglima Dalam itu maka Soetan Panglima Dalam pun pergi berkahwin ke Kuok yaitu V Koto sekarang, kepada anak Datuk Bendahara Kaja, bernama gadis Djintan Manis. Maka sesampai Soetan Panglima Dalam di Kuok, maka ia pun pinanglah anak Datuk Bendahara itu, dan Datuk itu sukalah menerima Soetan Panglima Dalam buat tunangan anaknya itu. Pada ketika itu orang sedang meramaikan gelanggang tempat menyabung. Maka datanglah pula seorang bernama Panglima Kaja yaitu orang datang dari laut, dan Panglima Kaja datang pula pada Datuk Bendahara itu, hendak meminang tunangan Panglima Dalam itu. Adapun adat orang pada masa itu, barang siapa yang gagah, ialah yang akan mendapat. Oleh sebab itu dikerasilah oleh Panglima Kaja hendak kawin dengan tunangan Soetan Panglima Dalam itu. Jadi keadaan mereka itupun sama-sama menyabung dalam gelanggang itu, tetapi dalam hatinya hendak membunuh salah seorang. Pada suatu hari kalahlah ayam Panglima Kaja oleh ayam Soetan Panglima Dalam, maka Soetan Panglima Kaja tiada mau membayar kekalahannya. Pada ketika itu keadaan mereka itu berkelahilah. Tiada berapa lamanya kelahi matilah Panglima Kaja dipancung oleh Soetang Panglima Dalam raja di Koto Sembahyang Tinggi.

Sehabis itu maka Soetan Panglima Dalam pun lalu kawin dengan gadis Djintan Manis anak Datuk Bendahara itu. Apabila telah selesai kawin maka Soetan Panglima Dalam pun lalu kembali ke koto Sembahyang Tinggi dengan istrinya itu.

Lama kelamaan maka Soetang Panglima Dalam dengan istrinya dapat seorang anak laki-laki bergelar Tengkoe Panglima Radja. Kemudian telah besar anaknya itu, maka dikawinkanlah dengan kemenakannya Sitti Intan anak dari Sitti Tjahaja Intan.

Adalah dari kemenakannya nama Sipadi telah berumur 30 tahun maka Soetan Panglima Dalam pun mangkatlah, sepanjang kabarnya adalah Soetan Panglima Dalam memerintah 65 tahun lalu mangkat.

BAGIAN YANG KEDUA: Tengkoe Radja Rokan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s