Gubernur Riau Tantang Elias Pical di Ring

20 January 2011

 

Gubernur Riau Tantang Elias Pical di Ring

Gubernur Riau,pekanbaruglobal.com Rusli Zainal menantang mantan juara tinju dunia, Elias Pical, adu jotos di atas ring. Pertandingan ini akan menjadi moment langka, mengingat Elias Pical yang sudah lama gantung sarung tinju akan naik ring lagi.Manager Rusli Zainal, Zulkarnain Kadir menjelaskan, saat ini gubernur Riau tengah mempersiapkan diri dan berlatih di sebuah sasana di Pekanbaru untuk menghadapi Elias Pical.

“Laga tinju eksebisi peresmian ring tinju Persatuan Tinju Indonesia (Pertina) Riau itu akan digelar Sabtu 22 Januari 2011 mendatang,” kata Zulkarnaen, Rabu 19 Januari 2011.

Pertandingan rencananya akan digelar hanya tiga ronde. “Kita yakin gubernur Riau mampu menaklukkan mantan juara dunia itu pada ronde kedua,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu untuk laga tinju tersebut. Salah saatunya adalah mendatangkan pelatih tinju dari Jakarta.

“Kedua petinju akan melakukan cek kesehatan, timbang badan sekaligus latihan terakhir pada Jumat, 21 Januari 2011. Sehari sebelum pertandingan.”

Selain dalam rangka peresmian ring tinju Pertina, pertandingan ini dimaksudkan juga untuk menyemarakan Riau sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012 nanti.

Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Pertina Riau, Robin P Hutagalung menjelaskan bahwa pertandingan tinju Rusli Zainal vs Elias Pical itu merupakan partai puncak.

“Elias dan managernya dijadwalkan tiba di Pekanbaru Kamis, 20 Januari 2011. Setelah itu, petinju Ambon berjuluk ‘The Exocet’ ini akan melakukan serangkaian latihan,” tuturnya.

Robin menambahkan, pertandingan tersebut untuk peresmian Ring Tinju Pertina di Jalan Yos Sudarso Rumbai yang bakal digunakan nanti pada PON XVIII.

Laporan: Ali Azumar | Riau(PGC/VIVAnews.com)

Sumber: http://pekanbaruglobal.com

Woww..Korupsi PSSI diduga 720 miliar??



Indonesia Corruption Watch (ICW) mengeluarkan data atas dugaan korupsi dana APBN dan APBD di tubuh PSSI serta sejumlah klub Liga Super Indonesia (LSI). ICW menduga, dana yang dikorupsi setiap tahunnya mencapai Rp 720 miliar.
Angka itu dihitung dari dana yang disinyalir telah dikorupsi pengurus PSSI dan kepala daerah di seluruh wilayah Indonesia yang menjadi domisili klub sepak bola yang bernaung di bawah kompetisi PSSI. Sekadar informasi, terdapat sekitar 30 klub Divisi Utama dan 18 klub LSI yang bermain dalam kompetisi yang digelar PSSI setiap tahunnya.
“Total kerugian 720 miliar,” ujar peneliti muda ICW Apung Widadi kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/1/2011).
Apung mengatakan, data dugaan korupsi PSSI tersebut sudah diserahkan ke KPK. “Untuk wilayah Semarang diperkirakan ada kerugian negara tahun 2004 hingga 2009 sebesar Rp 2,5 miliar,” ungkapnya.
Modus yang digunakan dalam korupsi PSSI beragam dan selalu berganti setiap tahunnya. Saat didesak untuk membuka data korupsi yang dilakukan PSSI di daerah lainnya, Apung enggan mengungkapnya.
Dia mengaku ICW akan terlebih dahulu melakukan studi kasus sebelum mengungkap data-data itu ke publik. “Kita akan lakukan studi kasus dugaan korupsi PSSI di 10 daerah lainnya,” ungkapnya.

Sumber: VIVAnews

Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia 2010

Selasa, 11 Januari 2011, 02:26 WIB

Messi terpilih menyingkirkan Xavi dan Andres Iniesta.

 

Lionel Messi, Pemain Terbaik Dunia 2010 (AP Photo/Frank Augstein)

VIVAnews – Lionel Messi terpilih menjadi pemenang penghargaan FIFA Ballon d’Or sebagai Pemain Terbaik Dunia 2010. Ini adalah sukses beruntun Messi yang tahun sebelumnya menjadi pemenang gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA dan juga pemenang Ballon d’Or.

Tahun ini dua gelar itu digabung menjadi satu. Messi terpilih menyingkirkan dua pemain lain yang sama-sama memperkuat Barcelona, Xavi dan Andres Iniesta.

Kemenangan Messi ini bisa jadi berkat penampilan cemerlangnya bersama Barca. Pasalnya saat memperkuat Argentina di Piala Dunia 2010, Messi kesulitan bermain cemerlang.

Argentina pun cuma sampai perempat final. Sedangkan Spanyol yang diperkuat Xavi dan Iniesta bisa menjadi juara dunia. (ESPN)

Sumber: VIVAnews

Irfan Bachdim Terjebak di Tengah Pertarungan Kepentingan

Republika – Jumat, 31 Desember

 

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Timnas Merah Putih sepertinya terus direcoki oleh hal-hal non-teknis. Kini striker timnas, Irfan Bachdim, yang harus terseret dan terjebak dalam pertarungan kepentingan. Semuanya berawal ketika Persema Malang — klub tempat Irfan mulai merintis karier profesionalnya di Indonesia – memutuskan untuk keluar dari kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Klub berjuluk Laskar Ken Arok itu ingin menjadi klub profesional dan mandiri yang tidak bergantung pada dana APBD seperti kebanyakan klub-klub LSI. Penggunaan dana APBD dinilai membuat klub jadi tidak profesional karena banyak campur tangan, intrik dan kepentingan.

Klub saudara tua Arema Malang itu hengkang dari LSI juga karena sering dirugikan selama berpartisipasi di kompetisi miliki PSSI tersebut. Alhasil, Persema memilih pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI) yang menjadi kompetisi tandingan LSI.

PSSI menilai LPI sebagai kompetisi ilegal karena keberadaannya tidak berada di bawah PSSI. Dan sebagai konsekuensi atas keilegalan tersebut, PSSI mengancam akan memberikan sanksi degradasi kepada klub yang bersikeras ikut LPI.

Sialnya, tidak hanya klub saja yang bakal terkena sanksi PSSI. Ancaman hukuman juga akan menerpa semua yang terlibat dalam klub peserta LPI tersebut.

‘’Sanksi juga akan diberikan kepada semua yang ikut terlibat mulai dari tim manajemen, jajaran pelatih maupun pemain yang saat ini memperkuat klub tersebut,’’ kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, seperti dikutip Antara.

Irfan Bachdim pun akhirnya ikut terseret dan terjebak dalam pertarungan dua kepentingan tersebut . Dia terancam dicoret dari timnas apabila memilih tetap bergabung dengan Persema Malang dan bermain di kompetisi tandingan PSSI.

Irfan Bachdim memang harus memilih. Apakah dia akan memilih LPI demi menghormati kontraknya bersama Persema Malang. Ataukah dia harus tunduk pada ancaman PSSI demi menyelamatkan mimpinya bermain bersama timnas.

Apapun pilihan Irfan, yang pasti adalah ucapan pelatih Alfred Riedl kembali terbukti kebenarannya. Bahwa banyak kepentingan non-teknis yang merecoki.

Sumber: http://yahoo.com

Riedl: Penalti Firman Utina Bukan Sumber Kegagalan Timnas

Republika – Jumat, 31 Desember

 

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Banyak pihak menilai situasinya akan berbeda jika saja kapten Firman Utina bisa mengeksekusi penalti menit 18 dengan sempurna.Skuat Merah Putih mungkin saja bisa menang 4-0 untuk meraih gelar juara Piala AFF 2010.

Ariel Peterpan merupakan salah satu yang menyayangkan gagalnya penalti sang kapten. “Semuanya bisa saja berubah jika penalti Firman berhasil. Saya melihat pemain langsung drop ketika penalti gagal diarahkan ke gawang Malaysia,” ujar Ariel.

Lalu, apa pendapat Riedl tentang penalti Firman yang gagal tersebut. Pelatih asal Austria itu menyebut kegagalan penalti Firman bukan sumber kegagalan timnas Indonesia dalam menjuarai Piala AFF 2010.

”Meskipun kami berhasil mencetak gol penalti, segala hal masih bisa terjadi sehingga kita tidak bisa tahu seberapa besar perbedaannya jika Firman bisa mengeksekusi penalti,” kata Riedl.

Firman gagal mengeksekusi penalti untuk membawa Indonesia memimpin ketika pertandingan memasuki menit 18. Tendangan penaltinya mampu ditangkap oleh penjaga gawang Malaysia, Khairul Fahmi Bin Che Mat, yang tampil gemilang melakukan aksi penyelamatan. Tembakan penalti Firman menyisir lemah di kiri bawah gawang Che Mat.

Sumber: http://yahoo.com