BAGIAN YANG KELIMA: Soetan Gementar Alam

Menyatakan raja yang kelima yang merintah dalam Luhak Rokan IV Koto bergelar Soetan Gementar Alam bersemayam di koto Rokan Tinggi.

Sahdan adalah kira-kira 4 bulan di belakang Soetan Sepedas Padi telah meninggal, maka terbitlah fikiran pada datuk andiko yang berempat, hendak meninggal Sialam menjadi raja serta hendak dinobatkan secara adat raja-raja memegang luhak dan negeri, supaya dipakaikan dalam negeri adat dan pakaian, supaya sempurna adat raja berdaulat, orang besar-besar nan ber-andiko dalam luhak Rokan IV Koto ini.

Maka dengan sebab itu berkumpulah datuk datuk yang berempat di koto Rokan Tinggi serta segala penghulu yang di bawahnya buat mufakatan, buat menobatkan Soetan Alam menjadi raja menggantikan mamaknya Soetan Sepedas Padi. Dalam hal yang demikian putuslah Continue reading

BAGIAN YANG KEEMPAT: Soetan Sepedas Padi

Menyatakan raja yang keempat dalam Luhak Rokan, yaitu bergelar Soetan Sepedas Padi keponakan dari Soetan Panglima Dalam di Koto Sembahjang Tinggi.

Syahdan adapun di belakang Soetan Panglima Dalam telah mangkat, maka mufakatlah orang besar-besar di Koto Sembahjang Tinggi serta hamba rakyat sekaliannya, hendak mendirikan raja, akan ganti Soetan Panglima Dalam. Waktu itu adalah satu anaknya bergelar Tengkoe Panglima Raja dan satu keponakannya bernama Sipadi.  Jadi dipilih antara anak dan kemenakan, sekalian orang tua-tua dan orang besar – besar banyak yang memilih kemenakan Soetan Panglima Dalam akan dijadikan raja.

Maka Tengkoe Panglima Raja tiada panjang bicara, sebab ia berkawin dengan adik Sipadi. Dalam hal yang demikian putusan mufakat orang Koto Sembahjang Tinggi, maka di angkat Sipadi menjadi raja di Koto Sembahjang Tinggi dengan bergelar Soetan Sepedas Padi. Continue reading

BAGIAN YANG KETIGA: Soetan Panglima Dalam

Menyatakan Raja yang ketiga memerintah dalam Luhak Rokan yaitu Soetan Panglima Dalam, Putra Tengkoe Radja Rokan di Koto Sembahyang Tinggi.

Alkisah maka tersebutlah perkataan Soetan Panglima Dalam memerintah dalam Luhak Rokan yaitu di Koto Sembahyang Tinggi. Maka Soetan Panglima Dalam ada bersaudara seorang perempuan yang bergelar Sitti Tjahaja Intan Sjahdan berapa lamanya dibelakang Tengkoe Radja Rokan mangkat, maka anaknya yang laki-laki itu diangkat orang menjadi raja bergelar Soetan Panglima Dalam dan saudaranya yang perempuan bergelar Poeteri Tjahaja Intan sehabis itu Soetan Panglima Dalam pun tetaplah memerintah di Koto Sembahyang Tinggi. Dalam hal yang demikian maka Soetan Panglima Dalam berkahwin dengan seorang bangsa keempat suku di Koto Sembahyang Tinggi, dan saudaranya yang perempuan itu kahwin dengan seorang bangsa raja yang baru datang. Kemudian lama kelamaan Sitti Tjahaja Intan adik Soetan Panglima Dalam pun dapat anak 3 orang, yang tua laki-laki bernama Sipadi dan yang tengah bernama Sitti Intan dan yang perempuan kecil itu, mati kecil. Continue reading