Kadin Perkuat Sekretariat dengan Pelatihan dan Peningkatan Layanan Anggota


Dalam rangka meningkatkan layanan jasa serta pengembangan profesionalisme staf sekretariat, Kadin Indonesia bekerjasama dengan DIHK (Kadin Jerman) akan menyelenggarakan workshop Kesekretariatan Kadin Provinsi seluruh Indonesia yang dilaksanakan pada 8-10 Februari 2011 di Hotel Park, Jakarta Timur.
“Workshop kesekretariatan sangat penting karena kesekretariatan adalah tulang punggung dari dewan pengurus. Semoga saja para peserta dapat aktif dalam mengikuti workshop ini,” Ujar Koordinator Program DIHK Jerman Andreas Gosche pada pembukaan workshop (8/2).Andreas Gosche menambahkan bahwa tujuan DIHK Jerman melakukan kerjasama dengan Kadin adalah untuk menciptakan layanan bagi anggota Kadin dan juga menciptakan struktur kesekretariatan organisasi dunia usaha yang baik agar layanan-layanan yang ada dapat digunakan dengan optimal sehingga dapat dirasakan manfaatnya baik oleh organisasi dunia usaha itu sendiri maupun pihak luar yang ingin bekerjasama dalam dunia bisnis.

“Sudah 14 tahun DIHK Jerman dan Kadin bekerjasama, yakni dari tahun 1996. Saya telah melihat ada banyak kemajuan dan Kadin sekarang lebih inovatif disbanding kemarin. Workshop ini menunjukkan kontinuitas, yakni salah satu faktor yang penting untuk berkembangnya suatu organisasi” papar Andreas.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, keanggotaan Pemberdayaan Daerah dan Tata Kelola Perusahaan Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam sambutannya memaparkan pentingnya memiliki sekretariat yang berkualitas bagi Kadin sehingga workshop kesekretariatan akan menjadi agenda tetap. “Keberadaan sekretariatan kadin sangat penting. Salah satu hasil munas VI adalah melanjutkan revitalisasi sekretariatan kadin dan workshop kesekretariatan kadin menjadi agenda tetap di tingkat naional,” Kata Anindya.

Anindya mengingatkan bahwa perkembangan ekonomi menjadi hal yang hakiki dimana Kadin ada di dalamnya. Ke depan, diharapkan Kadin dapat lebih memainkan perannya sebagai mitra pemerintah. “Kami percaya azas kontribusi dan manfaat yang mengembangkan Kadin ke depan. Oleh karenanya, Kadin harus membawa manfaat yang lebih berarti dan juga dapat meningkatkan jumlah anggotanya”, ujar Anindaya.

Kadin Tanpa Anggota sama dengan keluarga tanpa anak

Penjelasan tentang Kadin yang meliputi Fungsi Kadin ( Ps. 6 UU No.1/1987) dan Tugas Pokok Kadin sesuai dengan AD Pasal 10 yang meyatakan Kadin merupakan wadah organisasi pengusaha satu-satunya di Indonesia. Struktur Organisasi Kadin meliput Asosiasi, Kadin Provinsi/Kabupaten/Kota, Himpunan dan Komite Bilateral.

Berbagai program telah dilaksanakan demi mengupayakan peningkatan Anggota seperti antara lain mendorong pembentukkan layanan jasa, surat Edaran No.426/DP/III/2005 yang mengatur akreditasi dan sertifikasi kompetensi perusahaan, surat edaran Menteri Dalam negeri No.500.05/1542/V/Bangda, 27 Agustus 2008 perihal Keanggotaan Kadin serta AD/ART Kadin mengharuskan pengusaha /perusahaan menjadi anggota Kadin.

Senada dengan Anindya, Andreas Gosche menyampaikan ekspektasinya terhadap peserta workshop akan pentingnya meningkatkan kualitas sekretariat agar dapat memberikan layanan yang baik terhadap anggota. “Setelah mengikuti workshop dan menjalankan program-program yang di sesuaikan dengan kebutuhan di daerah, sebaiknya kita melakukan monitoring untuk melihat proges dari program-program pelayanan. Setiap kadin memiliki tingkatan yang berbeda-beda baik dari segi kemampuan maupun keahlian. Oleh karena itu untuk melakukan perbaikan harus dimulai dari diri sendiri. Karena jika tidak ada anggota buat apa kadin,” Kata Andreas Gosche di sela-sela seminar.

Dari semua program yang telah dilaksanakan ada 2 kadin yang memimpin dalam peningkatan anggota biasa Kadin diatas 10.000 anggota yaitu Kadin DKI Jakarta dan Kadin Jawa Timur. Kadin yang memiliki jumlah anggota diatas 1000 yaitu Kadin NAD, KAdin Sumut, Kadin Sumsel, Kadin Banten, Kadin Jabar, Kadin Kalbar,Kadin Kaltim, Kadin Sulawesi Tengah dan Kadin NTB. Kadin yang memiliki anggota antara 500-1000 anggota adalah Kadin Sumbar,Kadin Jateng,Kadin Kalteng,Kadin Kalsel,Kadin Sulawesi Selatan, Kadin Gorontalo,Kadin Bali, Kadin Kepri dan Kadin Sulbar.

Selain untuk meningkatkan anggota, sekarang ini Kadin mengembangkan database Sistem Informasi Manajemen (SIM) Keanggotaan sehingga diharapkan dapat mempermudah memberikan informasi data perusahaan secara akurat dengan mengklasifikasikan sektor usaha berikut lokasinya ini berkenaan dengan kemudahan pelaku usaha baik dari domestik maupun luar negeri untuk menjalin kerjasama dengan para pelaku usaha di Indonesia. Selain itu, sekarang ini Kadin juga mengembangkan sistem KTA online untuk mempermudah proses pendaftaran menjadi anggota. “Dengan online diharapkan pelaksanaan pendaftaran lebih mudah, validasi dan verivikasi di Kab/kota, kalau belum bisa online data tersebut dikirim ke kadin provinsi dari kadin Provinsi langsung dikirim ke kadin Indonesia untuk mendapatkan nomor registrasi online,” ujar Direktur Organisasi Suprayitno.

Program-program peningkatan kualitas kesekretariatan

Pada workshop kali ini dibahas mengenai pengetahuan advokasi, kampanye keanggotaan baru secara permanen, database keanggotaan (SIM), era baru komunikasi antar Kadin, serta program pengadaan training center Kadin Indonesia. Selain menghadirkan para narasumber dari Kadin Indonesia, workshop juga menampilkan para pembicara dari Kadin Daerah untuk mempresentasikan program yang telah mereka lakukan di Kadin Provinsi masing-masing. Misalnya, Kadin Jateng yang telah menerapkan Pusat Pengembangan UMKM (PP-UMKM), Kadin Kota Bandung mengembangkan Kadin Bandung Bisnis Center (KBBC), Kadin Sumatera Utara dengan program Layanan Pengembangan Usaha (LPU), Kadin Jawa Barat yang mengembangkan Program Pelatihan Terpadu, Kadin Aceh Pusat Informasi Masyarakat (PIM) dan juga presentasi dari Business Support Desk Kadin Indonesia.

Dengan terselenggaranya workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sekretariat Kadin di seluruh Indonesia dan menciptakan rasa kebersamaan melalui berbagi pengalaman diantara anggota sekretariat Kadin Daerah.

Sumber: kadin-indonesia

 

Objek Wisata di Kabupaten Rokan Hulu

Ibukota Kabupaten Rokan Hulu berkedudukan di Pasir Pengaraian yang letaknya sekitar 180 km dari ibukota Provinsi Pekanbaru atau sekitar tiga jam perjalanan dengan kendaraan. Wisata alam menjadi andalan dengan sumber mata air panas, gua-gua alam, air terjun, jeram dan hutannya yang indah.
Wisata Air. Sungai Rokan Kiri yang mengalir melintasi kota Ujungbatu merupakan salah satu potensi wisata air deras atau wisata petualangan dengan menggunakan speed boat ke hulu sungai yang deras dengan tebing-tebing sungai bercadas. Kita sekaligus dapat menyaksikan hutan sekunder sepanjang sungai sambil melihat kehidupan tepi sungai.

Kita juga akan menjumpai air terjun Hujan Lobek di tepi sungai dan di hulu sungai ada dua air terjun yang cukup tinggi yaitu air terjun Sungai Murai dan Air Terjun Sungai Tolang.

Sumber Air Pawan terletak di Desa Pawan sekitar 9 km dari Pasirpengaraian. Lokasinya mudah dijangkau dengan kendaraan bermotor roda empat dan roda dua. Tempat ini sangat diminati oleh wisatawan dengan dua keunikan karena ada dua sumber air panas dari gejala post vulkanis yang masing-masing sumber berbeda panas airnya.

Suhu sisi kiri mencapai 60 derajat celcius dan sisi kanan antara 48-55 derajat celcius yang disalurkan ke beberapa pancuran yang jatuh  di tepi sungai yang airnya dingin dan jernih dengan suhu 20°C-25″C. Tempat ini baik untuk wisata kesehatan sambil berekreasi dengan keluarga didukung oleh kondisi alam yang asri. Tersedia lapangan parkir yang luas dan bumi Perkemahan.

Goa Hutan Sikafir berada sekitar 1 km dari Sumber Air Pawan. Kita akan menjumpai hutan dengan kayu-kayu besar yang dililit oleh urat-urat kayu hawa (sulur). Di dalam kawasan hutan seluas 6 hektar inilah terdapat 41 goa besar dan kecil yang setiap goa memiliki nama yang sesuai dengan kondisi goa seperti goa landak karena goa ini seperti sarang landak.

Goa Tupai seperti parit yang panjang tidak terlalu sempit. Dari sekian banyak goa yang terkenal keindahannya ialah Goa Mata Dewa dan Goa Lepong serta Goa Kulam. Goa-goa ini cukup sangat menantang untuk dijelajahi di dalamnya bersama pemandu yang siap melayani jasa mengantarkan pengunjung seperti di Goa Huta Sikafir.

Cipogas, Bendungan Kiti memiliki bebatuan yang besar dengan aliran sungai dari kaki Bukit Haorpit yang terjal dan berbatu. Konon dahulu kala tempat para petua melakukan semedi/pertapaan. Daerah ini memiliki cerita tersendiri yang dapat ditanyakan pada juru kunci.

Lokasinya dapat dirempuh dengan kendaraan roda dua dengan jarak sekitar 4 km dari Pasir Pengaraian serta bersimpangan dengan obyek air panas Pawan dan Goa Huta Sikafir. Dtsamping itu tempar ini cocok untuk berekreasi sambil mendayung kereta air yang dapat disewa. Kegiatan menarik lainnya untuk melihat tebing batu-batu sungai sepanjang danau ke hulu Sungai Cipogas.

Di Hulu sungai ini tidak jauh berjalan ada terbing terjal untuk kegiatan panjat tebing dan selalu dijadikan pertandingan panjat tebing alam yang diselenggarakan oleh FPTI.

Sungai Bungo adalah sebuah kampung di kaki bukit Hadiantua dengan penduduk sekitar 30 KK dengan pencaharian penduduk berkebun dan berladang. Perkampungan yang belum tersentuh modernisasi dan terisolir ini letaknya sekitar 1 jam dari Bendungan Cipogas. Tempat ini cocok untuk kegiatan ekowisata, berkemah, bertualang dan merlihat aktivitas kampung merupakan kegiatan menarik di perkampungan ini.

Rumah Batu Serumbou tereletak di Desa Serumbou Indah sekitar 12 km dari jalan provinsi dengan kondisi jalan dapat dilalui kendaraan roda empat pada musim kemarau. Terdapat tiga batu berbentuk rumah secara radial menonjol ke luar seperti payung, bagian bawah menjorok dan berlubang, Hutan dan bebatuan yang berbentuk binatang serta benda-benda rumah yang terlihat tidak jelas dan nyata.

Konon di tempat ini ada legenda tentang sumpah seseorang yang sakit terhadap kampung yang durhaka karena tidak menjalankan syariat Islam sehingga satu kampung di sumpah menjadi jelas. Di dekat daerah ini terdapat sebuah kampung yang terisolir dari modernisasi yang dikenal dengan nama Desa Tanjung Botong.

Makam Raja-Raja Rambah terletak di Desa Kumu sekitar 9 km dari Pasirpengaraian dan masuk sekitar 100 meter dari jalan provinsi dengan kondisi jalan semi aspal. Daerah ini adalah bekas kompleks Kerajaan Rambah yang terakhir dan terdapat beberapa makam raja-raja Rambah.

Masuk ke tempat ini berkesan suasana angker dikarenakan makam-makam itu telah ditumbuhi kayu-kayu besar, bahkan ada salah satu makam raja Rambah yang dilindungi oleh urat-urat kayu Ara sehingga makam tersebut seperti terletak di dalam pangkal kayu sehingga para peziarah melihat makam harus merundukkan kepalanya untuk masuk ke dalam .

Benteng Tujuh Lapis. Setelah melihat makam raja-raja Rambah itu kita dapat melanjutkan perjalanan ke daerah Dalu-dalu, Kecamatan Tambusai, sekitar 23 km dari makam raja-raja itu. Benteng ini adalah benteng tanah yang dibuat oleh masyarakat Dalu-dalu pada jaman penjajahan Belanda, atas petuah Tuanku Tambusai dan di atas timbunan tanah ditanam pohon bambu atau aur berduri.

Bekas benteng tersebut yang ditinggalkan Tuanku Tambusai pada tanggal 28 Desember 1839. Di sekitar Dalu-dalu ini juga terdapat benteng-benteng yang disebut kubu.

Istana Rokan terletak di Desa Rokan IV Koto sekitar 46 km dari Pasirpengaraian. Istana ini adalah peninggalan Kesultanan Nagari Tuo berumur 2.000 tahun. Istana dan beberapa rumab penduduk di sekitarnya memiliki koleksi ukiran dan bentuk bangunan rumah lama khas Melayu (rumah Tinggi).

Taman Nasionai Bukit Sulingi memiliki jenis flora dan fauna yang dilindungi oleh pemerintah. Di sini ada danau yang indah dan dijadikan sebagai taman rekreasi dan juga sebagai tempat penelitian biologi. Terdapat sumber air panas serta goa-goa dan seremnya hutan lebat. Bagi mereka yang suka bertualangan seperti arung jeram juga ada di lokasi ini.

Masjid Tua Kunto Darussalam berada sekitar 52 km dari Pasir Pengaraian yang awalnya didirikan pada tahun 1937 oleh R.T. Mohammad Alie dan terdapat tiga makam ahli suluk (kalifah Tengku Imam Kalifah Muda dan Imam Nawawi). Masjid ini sebagai pusat tarekat Na’syahbandiyah. Dalam perkembangan selanjutnya dibangun Suluk pada tahun 1958.

Air Terjun Ae Metua terletak di Kecamatan Bangun Purba yang merupakan air terjun bertingkat-tingkat sehingga sering pula disebut Air Terjun Tangga Seribu. Lokasi ini dapat ditempuh melalui jalan darat, sekitar 2-3 km dari bawah. Di tempat ini terdapar kuburan pertapa Cipogas. [via fatawisata]

Potensi Kabupaten Rokan Hulu

Potensi daerah terdiri dari sektor Perkebunan, Pertanian, Perikanan dan sektor Pertambangan.

 

PERKEBUNAN

Komoditi dari sektor perkebunan merupakan primadona perdagangan di Kabupaten Rokan Hulu, diantaranya adalah Kelapa Sawit, Karet, Kopi, Kelapa dan lain-lain. Pada tahun 2006 luas areal perkebunan tercatat seluas 301.99,23 Ha.

Tabel berikut menggambarkan Luas Lahan Tanam dan Hasil Produksi Perkebunan:

NO.
JENIS KOMODITI
LUAS LAHAN TANAM (Ha)
PRODUKSI (Ton)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

KaretKelapa

Sawit

Kopi

Pinang

Enau

Gambir

Kakao

46.287

760,23

253.799

634,57

198,64

85,54

571

314,25

61.969

971,80

783.528,69

152

160

48

382

36,75

PERTANIAN

Data yang diperoleh dari BPS Provinsi Riau 2007 mengatakan bahwa pada tahun 2006 luas lahan panen tanaman pangan mencapai 20.887 Ha dengan produksi sebanyak 50.398 ton. Tanaman pangan terdiri dari Padi Sawah, Padi Ladang, Ubi Kayu, Kacang Tanah, Ubi Jalar, Kacang Kedelai dan Kacang Hijau.

Komoditi perkebunan lainnya adalah sayur-sayuran dan buah-buahan.

KEHUTANAN, INDUSTRI DAN PERTAMBANGAN

Perusahaan sektor kehutanan, berskala menengah atau skala kecil memberi kontribusi sungguh penting bagi PDRB daerahRokan Hulu. Kontribusi dari perusahaan skala kecil dan menengah kepada PDRB daerah adalah 9% sementara perusahaan skala kecil 7%.

Potensi bahan tambang di daerah ini adalah Batu Bara, Batu Gamping, Tanah Liat untuk porselin, Feldspar dan Pasir Kwarsa.

SUMBER AIR BERSIH

Sumber air bersih cukup tersedia di Rokan Hulu yang terdiri dari 3 (tiga) sungai besar seperti sungai Rokan Kiri, sungai Rokan Kanan dan sungai Batang Sosah. Sungai-sungai ini mengalir dari hulu ke dataran rendah dan membentuk endapan yang berpotensi untuk budidaya perikanan.

PERIKANAN

Potensi perikanan di Rokan Hulu adalah pada perairan dan kolam kerambah. Perairan umum dapat memproduksi 1.937,4 ton/tahun, kolam kerambah memproduksi 1.371 ton/tahun (Riau dalam Angka, 2007).

PARIWISATA

OBYEK WISATA

Kabupaten Rokan Hulu memiliki potensi dibidang wisata. Fasilitas hotel dan penginapan juga tersedia guna melayani tujuan usaha dan wisatawan. Beberapa potensi obyek wisata adalah sebagai berikut:

TEMPAT KEDIAMAN RAJA KONO KERAJAAN ROKAN

Tempat tinggal Kerajaan Rokan hingga saat ini masih diabadikan, terletak di Kecamatan Rokan IV Koto. Dibangun pada abad ke-17, sebuah bangunan bekas peninggalan Kerajaan Rokan pada masa lampau ketika masih menguasai daerah Kabupaten Rokan Hulu.

TUJUH BENTENG PERTAHANAN

Di Dalu-dalu ada bekas peninggalan benteng lama, peninggalan abad ke 18 “Paderi” (Kelompok Islam Puritan) berperang melawan penjajahan Belanda.

Benteng lama ini dibangun dengan tujuh garis pertahanan, Terletak di Dalu-dalu, Kecamatan Tambusai. Berdiri pada tahun 1835, dibangun dengan tujuan untuk pertahanan bawah tanah bagi masyarakat setempat terhadap penjajahan Belanda. Benteng ini merupakan saksi bisu semangat kepahlawanan, kegigihan serta keberanian pasukan pasukan yang dikomandoi oleh Tuanku Tambusai (Singa Rokan) memukul mundur pasukan Belanda dari tanah air. Atas jasa kepahlawanan dan dedikasinya, pujian yang tinggi telah dianugerahkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Pahlawan Nasional.

AIR TERJUN AEK MARTUA

Air Terjun Aek Martua terletak di dataran tinggi, leretan Bukit Barisan. Air terjun turun melalui tiga tingkat batu karang, berih dan tumbuhan hijau alami semuanya memberikan keunikan dan kecantikan menawan untuk tempat wisata.

HUTAN SUAKA ALAM BUKIT SULIGI

Tempat ini terletak diantara Kecamatan Tandun dan Rokan IV Koto, 135 km dari Kota Pekanbaru. Mencakup areal seluas ± 3.000 hektar, hutan ini merupakan tempat berbagai jenis flora dan fauna. Ditempat ini para petualang bisa menemukan kenikmatan air panas (hot springs), goa asli, air terjun, selokan dan jalan setapak berserakan, seperti rusa liardan hewan langka lainnya.

GOA MATA DEWA

Terletak di Desa Pawan, Kecamatan Rambah, goa memiliki dua pintu masuk yang saling menyilang dengan kedalaman 10 m. Jika dilihat dari luar, dua pintu masuk ini kelihatan seperti gambar mata raksasa. Oleh karena itu gua ini diberi nama “Goa Mata Dewa” oleh masyarakat setempat.

PANCURAN AIR PANAS PAWAN

Terletak di Desa Pawan, Kecamatan Rambah, bisa ditempuh dalam waktu 10 menit dari Ibu Kota Rokan Hulu, Pasir Pengaraian, dengan jarak tempuh 7 km. Setiap pancuran air panas memiliki derajat panas yang berbeda, sebagian bisa menyembuhkan beberapa penyakit dan memiliki daya panas yang cukup untuk merebus telur ayam. [via ponriau2012]

Tentara Inggris yang ditempatkan di India pada abad ke-19

“Tentara Inggris yang ditempatkan di India pada abad ke-19 menemukan bahwa bila seragam putih mereka dicuci dengan sejenis lumpur, maka warnanya akan menjadi kecoklatan dan baik untuk kamuflase? Warga setempat menyebut lumpur itu “khaki”, yang kemudian menjadi sebutan bagi warna itu.” via mencobabelajar

BAGIAN YANG PERTAMA (Soetan Seri Alam)

Menyatakan raja yang mula-mula memerintah dalam Luhak Rokan ini, serta dengan rakyat yang bersama dengan raja itu, yaitu bergelar Soetan Seri Alam.

Alkisah maka tersebutlah perkataan perihal dari mulanya perjalanan Soetan Seri Alam akan masuk kedalam Luhak Rokan IV Koto ini.

Maka adalah suatu masa yang tersebut diatas, maka Soetan Seri Alam pun bermohon kepada ayahnya, keluar dari Koto Benio Tinggi beserta dengan kawan-kawan yang 30 kelamin itu dengan menelusuri sungai ialah menghilirkan Sungai Soempoe (Sungai Rokan sekarang) dengan memakai beberapa rakit dan perahu kulit kayu.

Kemudian dalam beberapa hari Soetan Seri Alam berjalan menghilirkan Sungai Soempoe, maka tibalah pada suatu tempat pada Soempoe ini, suatu tempat kejahatan yang amat jahat, sehingga tiada boleh dilalui rakit dan perahu itu, sebab disitu airnya terlalu terjun.

Maka pada ketika itu Soetan Seri Alam serta kawan-kawannya lalu berhenti disana serta membuat pondok dan bangsal pada tepi sungai itu.

Maka pada waktu malam hari, maka segala kawan-kawan Soetan Seri Alam lalu membuat api besar, sebab akan menerangi dan menjaga rajanya itu, maka tiap-tiap malam demikianlah diperbuat oleh kawan-kawan dan pengiringnya itu. Jadi pada waktu malam hari benderanglah cahaya api tiu, sampai pada suatu bukit yang sebelah raja itu bermalam, serta kelihatan segala batu-batu yang pada bukit itu, yaitu Batoe Bandang (Batu Bandang) yang sekarang.

Sahdan kemudian dari pada itu itu tiada berapa lamanya, maka Soetan Seri Alam dengan segala pengiringnya lalu berjalanlah pula menghilirkan Soengai Soempoe buat melihat tempat mana-mana yang baik akan dibuat kampung dan lading. Maka dalam perjalanan Soetan Seri Alam itu, beberapa hari lamanya maka tibalah pada suatu tempat tanah yang lebar dan datar, dan ada pula suatu tempat tanah tinggi dari sekelilingnya itu. Maka Soetan Seri Alam dengan segala pengiringnya berhenti pula disana, yaitu pada tempat Teloek Sembahjang (Teluk Sembahyang) yang sekarang. Dalam hal yang demikian maka Soetan Seri Alam lalu membuat kampung pada tempat tanah yang tertinggi itu serta berladang-ladang. Maka dengan takdir Allah Subhanahu wataala, mereka itupun mendapat padi lebih dari cukupnya makan. Oleh sebab itu mufakatlah Soetan Seri Alam dengan segala pengiringnya, bahasa hendak membuat kampung dan negeri pada tempat itu. Sehabis putus mufakat Soetan Seri Alam dengan segala pengiringnya, maka teruslah tetap ianya memperbuat kampung dan negeri pada tempat itu. Maka dinamakanlah kampung itu kampung Koto Sembahjang Tinggi. Maka pada waktu didirikanlah oleh Soetan Seri Alam seorang orang besar bergelar Datoek Nan Setia. Letaknya kampung itu ialah sebelah mudik Sungai Pusu sekarang.

Sahdan dalam masa Soetan Seri Alam duduk berkampung dan berladang di Koto Sembahjang Tinggi maka orang-orangpun banyaklah yang dating dari lain-lain negeri serta berdiam juga di Koto Sembahjang Tinggi, diperintahkan oleh Soetan Seri Alam dengan makanan yang cukup, buat keadaan pada masa itu. Dalam hal yang demikian itu, maka Soetan Seri Alam pun telah mengadakan sorang putra laki-laki. Maka lama kelamaan Soetan Seri Alam memerintah di Koto Sembahjang Tinggi, maka anaknya itupun besarlah. Sepanjang kabarnya itu telah berumur 25 tahun. Maka Soetan Seri Alam pun terus mangkatlah meninggalkan dunia. Adapun sepanjang kabarnya Soetan Seri Alam memerintah di Koto Sembahjang Tinggi adalah kira-kira 41 tahun, maka iapun terus mangkat. Demikianlah halnya pada zaman raja yang mula-mula di Luhak Rokan yaitu di Koto Sembahjang Tinggi.

BAGIAN YANG KEDUA: Tengkoe Radja Rokan