PHPU Kab. Rokan Hulu: Saksi Pemohon Ungkap Kecurangan Pihak Terkait

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Rokan Hulu, Hasanuddin yang juga menjadi Saksi dari Pemohon ketika memberikan kesaksiannya pada sidang Perselisihan Hasil Pemilihan umum (PHPU) Kepala Daerah Kab. Rokan Hulu di ruang sidang pleno, Gedung MK, Jakarta (14/3).
Jakarta, MKOnline – Sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan umum (PHPU) Kepala Daerah Kab. Rokan Hulu kembali digelar oleh MK, Senin (14/3) di ruang sidang pleno MK. Sidang dengan nomor perkara 27/PHPU.D-IX/2011 ini telah memasuki agenda mendengarkan jawaban Termohon, Keterangan Pihak Terkait dan Pembuktian. Pada kesempatan itu, Termohon dan Pihak Terkait melalui kuasanya membantah seluruh dalil-dalil Pemohon. Pemohon dalam perkara ini adalah pasangan Suparman-Hamulian, calon bupati dan wakil bupati Rokan Hulu nomor urut 4.

 

Dalam jawabannya, Termohon mengajukan eksepsi terhadap permohonan Pemohon. Menurut Termohon, dalil-dalil Pemohon kabur dan tidak jelas. Sedangkan menanggapi pokok permohonan Pemohon, menurut Termohon, Komisi Pemilihan Umum Kab. Rokan Hulu (Termohon) telah melaksanakan Pemilukada berdasarkan asas-asas penyelenggaraan Pemilukada.

“Dengan  kata lain, Pemohon tidak dapat membuktikan adanya pelanggaran serius, baik administrasi maupun pelanggaran  pidana yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif,” ungkap kuasa Termohon. Selain itu, menurut Termohon, dalil Pemohon juga tidak berdasar. Karena, para saksi pasangan calon, termasuk saksi Pemohon, telah menandatangani Berita Acara (BA) rekapitulasi suara. “Tidak ada keberatan ataupun kejadian khusus yang terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Pihak Terkait, melalui kuasanya juga membantah dalil-dalil Pemohon. Menurut Pihak Terkait, pelanggaran-pelanggaran yang dituduhkan oleh Pemohon kepada pihaknya terjadi jauh sebelum pelaksanaan Pemilukada dimulai. “Artinya, tidak ada hubungannya dengan Pemilukada,” ujar salah satu Kuasa Pihak Terkait.

Selain itu, Pihak terkait juga menolak dalil Pemohon. Menurutnya, sebagai incumbent, pihaknya tidak pernah melakukan intimidasi atau menggerakkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mendukungnya. Untuk diketahui, Pihak Terkait adalah pasangan calon kepala daerah nomor urut  5, Ahmad-Hafid Sukri.

Setelah mendengarkan jawaban Termohon dan bantahan Pihak Terkait, selanjutnya sidang dilanjutkan dengan memeriksa saksi-saksi Pemohon. Pada saat itu, Majelis Hakim telah mendengarkan 10 saksi.

Hasanuddin, yang juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Rokan Hulu, mengungkapkan, ada tuntutan dari sebagian masyarakat yang meminta agar Pemilukada diulang. Hal ini, menurutnya, disampaikan saat terjadi demo di depan kantor DPRD Rokan Hulu. “Diikuti sekitar 300 sampai 400an orang,” ungkapnya. Alasan para demonstran saat itu, lanjutnya, karena selama Pemilukada banyak terjadi kecurangan.

Saksi lainnya, Indra Ramos, menyatakan bahwa ada skenario sistematis dalam proses pergantian ketua KPU Kab. Rokan Hulu. Menurut Indra, ketua KPU pengganti yang sekarang menjabat, terpilih karena ada hubungan keluarga dengan Bupati, atau dalam hal ini Pihak Terkait. Selain itu, dia juga mengatakan, saat pergantian ketua tersebut juga ada iming-iming dari ketua terpilih dengan membawa-bawa nama Bupati. Salah satu iming-iming tersebut, ujarnya, adalah peningkatan kesejahteraan anggota KPU.

Untuk diketahui, Indra sendiri adalah mantan anggota KPU Kab. Rokan Hulu. Meskipun, menurut Indra, dirinya diberhentikan sebagai anggota KPU tanpa surat pemberhentian. “Saat ini sedang diajukan di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara),” ucapnya.

Kemudian, saksi lainnya, Kasana Sono Tri Wibowo, Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Pasir Indah, mengungkapkan, tentang penggalangan suara melalui para kepala desa dan ketua BPD seluruh Kab. Rokan Hulu. Menurut Kasana, karena para kepala desa dan ketua BPD yang hadir saat itu mengatakan akan mendukung Pihak Terkait, maka saat itu mereka mendapat uang saku sebesar 300 ribu. Dan tidak hanya itu, mereka pun dijanjikan akan diberangkatkan ke Bali jika Pihak Terkait menang. “Setiap kepala desa ditargetkan mendapat suara 60 persen,” kata saksi lainnya, Mariadi. Keterangan inipun dibenarkan oleh saksi-saksi lainnya. (Dodi/mh)

Indonesia Kian Menarik Bagi Investor

Sedikitnya 20 perusahaan bonafid asal Spanyol turut serta dalam business forum yang digagas oleh Business Support Desk (BSD) Kadin Indonesia dan Kedutaan Besar Spanyol pada Rabu (02/03/2011) diJakarta.

Delegasi bisnis Spanyol menyatakan ketertarikan untuk meningkatkan kerjasama bisnis dan berinvestasi di Indonesia. Sebut saja Sercobe, sebuah asosiasi produsen Engineering Goods yang ingin menjajaki kerjasama dalam bidang infrastructure, power, water dan environment. Ada pula Indra, perusahaan berbasis transportasi dan lalu lintas, energi dan industri, keuangan dan asuransi.

 

Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto menyambut baik tawaran kerjasama dari komunitas bisnis Spanyol. “Kadin sebagai perwakilan dunia usaha Indonesia siap mendukung kerjasama dengan Spanyol. Kami percaya dunia usaha kita akan berkembang dengan saling menguntungkan,” kata Suryo dalam sambutannya.

Sumber: kadin-indonesia

Terima Kunjungan Delegasi Kadin Jepang, Ketum Kadin Indonesia Nyatakan Siap Tingkatkan Kerjasama Bisnis


Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto beserta sejumlah pengurus Kadin, Senin (14/02/2011) terima kunjungan delegasi Kadin Jepang (Nippon Keidanren) di kantor Kadin Indonesia, Jakarta.
Kunjungan ini mendapat apresiasi sangat baik dari Kadin Indonesia sebagai perwakilan dunia usaha Indonesia mengingat Jepang adalah salah satu negara paling penting dalam kegiatan bisnis Indonesia. 

Dalam kesempatan itu Ketua Kadin Jepang Yonekura Hiromasa menyampaikan minat yang kuat untuk meningkatkan kerjasama bisnis antara pelaku usaha Jepang dan Indonesia. Alasannya Indonesia dinilai sebagai mitra bisnis yang sangat penting bagi Jepang terutama dalam sektor sumber daya alam dan energi.

Terlebih posisi Indonesia sebagai Ketua ASEAN di tahun 2011 ini dipandang sebagai posisi strategis untuk pengembangan dunia usaha melalui partisipasi pemerintah dan swasta.

Lebih lanjut Ketua Kadin Jepang mengharapkan partisipasi para pelaku usaha Indonesia dalam Asia Business Summit yang akan berlangsung pada 5 April 2011 di Tokyo sebagai wadah peningkatan hubungan bisnis kedua negara.

Suasana Rapat Kunjungan Delegasi Kadin Jepang

Pemberian Cinderamata

Ketum Kadin Indonesia, Ketua Kadin Jepang (tengah) didampingi Pengurus Kadin Indonesia

Menanggapi ketertarikan Jepang untuk meningkatkan kerjasama bisnis dengan Indonesia, Ketum Kadin Indonesia menyatakan bahwa kunjungan delegasi Keidanren kali tepat waktu karena bertepatan dengan agenda pembangunan sejumlah infrastruktur.

“Delagasi Keidanren sangat tepat waktu. Saat ini Indonesia sedang ada proyek-proyek yang sangat penting terutama (terkait) pembangunan daerah dan percepatan pembangunan infrastruktur,” jelas Suryo.

Suryo menambahkan bahwa Kadin Indonesia akan membentuk tim khusus untuk mengkaji kerjasama dengan Keidanren.

Menanggapi undangan untuk menghadiri Asia Business Summit, Suryo menyatakan kesiapan Kadin Indonesia untuk berpartisipasi dalam pertemuan strategis tersebut.

Sumber: kadin-indonesia

Telah Berpulang Ke Rahmatullah Ibunda dari Bpk. Hariadi Saptadji

 

KADIN KABUPATEN ROKAN HULU

PROVINSI RIAU INDONESIA


Mengucapkan Turut Berduka Cita atas Telah berpulang ke Rahmatullah Ibu Titing Irawati Saptadji, Ibunda Bapak Hariadi Saptadji, Direktur Eksekutif Kadin Indonesia pada hari Jum’at, 4 Maret 2011 pk. 03.25 WIB di Bekasi.

Almarhumah disemayamkan di Kediaman Keluarga di Jalan Kincan Raya Blok A No.1-2 Vila Cibening, Jatibening-Bekasi dan telah dimakamkan di San Diego Hill Pada Jum’at Siang.

Semoga Amal Ibadah Almarhumah diterima di Sisi-Nya dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Amin.


Terima Pengaduan Indra Ramos, Bawaslu Rekomendasikan DK untuk Sidangkan Ketua KPU Riau

Kamis, 20 Januari 2011 16:42

Bawaslu menerima pengadua mantan anggota KPU Rohul Indra Ramos yang diberhentikan sepihak KPU Riau. Lembaga tersebut merekomendasikan pembentukan Dewan Kehormatan untuk sidang Ketua KPU Riau.

Riauterkini-JAKARTA-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat segera menggelar Sidang Dewan Kehormatan (DK) terhadap pelanggaran yang dilakukan Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad. Untuk mendukung rekomendasi tersebut, Bawaslu akan melakukan investigasi ke Riau pekan depan.

“Bawaslu merekomendasikan KPU segera bentuk Dewan Kehormatan untuk menyidangkan KPU Provinsi Riau terkait beberapa pelanggaran yang dilakukannya. Kita sudah mengetahui sejak lama, kita hanya tunggu pengaduan saja,” kata Ketua Bawaslu Bambang Eka Cahya Widodo didampingi Kasubag Hukum Yusti Erlin saat menerima mantan Anggota KPU Rokan Rulu (Rohul) Indra Ramos di Jakarta, Kamis (20/1/2011).

Bambang mengatakan, pekan depan Bawaslu akan ke Riau untuk melakukan investigasi dan klarifikasi terhadap berbagai tuduhan pelanggaran yang di alamatkan kepada Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad. “Bawaslu akan turun ke Riau untuk investigasi, dan akan kita panggil KPU Provinsi Riau untuk mengklarifikasi berbagai pelanggaran yang telah dilakukan. Rekomendasi Bawaslu bentuk Dewan Kehormatan,” katanya.

Kedatangan Anggota KPU Indra Ramos ke Jakarta untuk menyerahkan bukti registrasi gugatannya ke PTUN Pekanbaru terkait PAW sepihak terhadap dirinya yang dilakukan Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad dan berkas-berkas lainnya. Antara lain bukti pemerasan yang dilakukan oleh Anggota KPU Provinsi Riau yang juga Anggota Badan Kehormatan Asmuni, dan Ketua KPU Provinsi sendiri terkait kepengurusan ganda Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) di Rohul.

KPU Provinsi Riau memenangkan kepengurusangan PPRN Rohul dibawah kepengurusan Amelia Yani yang mendukung pasangan Joni Irwan-Daswanto, sedangkan kepengurusan PPRN pimpinan DL Sitorus yang mendukung pasangan Ahmad-Hafith Syukri dianggap illegal.

“Untuk surat dukungan itu, Pak Asmuni minta uang dan lukisan Bali untuk Pak Syofyan. Uangnya diberikan tiga kali, yang nyerahkan Imran. Saya punya bukti rekamannya, malahan saya diminta Pak Syofyan jangan mempermasalahkan pemberian lukisan Bali,” kata Indra.

Indra mengaku punya kartu truf lainnya untuk membawa Ketua Provinsi Riau Radja Syofyan Samad ke Dewan Kehormatan (DK) diantaranya kasus pemerasan terhadap mantan caleg PPP Riau Juni Ardianto Rahman sebesar Rp 250 juta pada Pemilu Legislatif 2009 lalu. “Ketua KPU Provinsi Riau memang tidak mengakui, tetapi sopirnya yang bernama Suroso yang menerima pemberian uang dari Juni Ardianto yang memberikan langsung uangnya ke Pak Syofyan,” katanya.

Sementara itu saat di KPU, Indra Ramos diterima Anggota KPU Syamsul Bahri dan Kabag Hukum KPU mengatakan, KPU akan segera memproses pengaduan mantan Anggota KPU Rohul itu yang diberhentikan semena-semena oleh Ketua KPU Provinsi Riau. “Sambil nunggu rekomendasi dari Bawaslu mengenai pembentukan Dewan Kehormatan. Info pelanggaran yang dilakukan Ketua KPU Provinsi Riau ini akan lakukan investigasi dan verifikasi,” kata Syamsul.

Syamsul menegaskan, Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad terbukti melakukan pelanggaran UU No.22 Tahun 2007, Peraturan KPU No.31 dan 38 Tahun 2008 yang seharusnya menjadi acuan untuk memberhentikan Indra Ramos dari keanggotaan KPU Rohul seperti verifikasi, identitas pelapor juga harus jelas, melakukan pemberhentian sementara sebelum dilakukan pleno dan Sidang Dewan Kehormatan. “Kita tunggu saja asal investigasi dan verifikasi KPU,” katanya.

Pemecatan terhadap Anggota KPU Rohul Indra Ramos berawal dari pertemuan di Hotel Labersa Pekanbaru pada 30 November 2010 lalu. Pertemuan itu, diprakarsai Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Riau Mambang Mit yang baru dilantik. Pertemuan itu, selain dihadiri Mambang Mit juga dihadiri mantan Plt DPC PD Rohul Koko Iskandar, Ketua KPU Provinsi Riau Radja Syofyan Samad, Ketua KPU Rohul Jonnaidi Dasa, Anggota KPU Rohul Indra Ramos dan anggota KPU Rohul lainnya.

Dalam pertemuan itu, Mambang Mit mengungkapkan, Demokrat telah mengubah dukungan dalam Pemilukada Rohul dari mendukung Sukiman mengalihkan dukungan ke pasangan incumbent Ahmad-Hafith Syukri. Sukiman sendiri telah dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC Rohul digantikan oleh Koko Iskandar, karena melanggar instruksi DPP PD dan DPD PD Riau agar tidak mencalonkan diri.

Radja Syofyan Samad meminta KPU Rohul agar mencoret Sukiman dan mengakui dukungan Demokrat ke pasangan Ahmad-Hafith Syukri. Namun, hal itu ditolak oleh Anggota KPU Rohul yang hadir, terutama Indra Ramos. Buntut dari pertemuan itulah kemudian pada 2 Desember 2010 lalu, Indra Ramos dipecat oleh KPU Provinsi Riau dengan alasan melakukan pelanggaran kode etik. Sedangkan KPU Rohul sendiri akhirnya mengakui dukungan Demokrat yang sah kepada Sukiman, sedangkan dukungan Demokrat ke pasangan Ahmad-Hafith Syukri dicoret. *** (ira)

Sumber: http://riauterkini.com

Gubernur Riau Tantang Elias Pical di Ring

20 January 2011

 

Gubernur Riau Tantang Elias Pical di Ring

Gubernur Riau,pekanbaruglobal.com Rusli Zainal menantang mantan juara tinju dunia, Elias Pical, adu jotos di atas ring. Pertandingan ini akan menjadi moment langka, mengingat Elias Pical yang sudah lama gantung sarung tinju akan naik ring lagi.Manager Rusli Zainal, Zulkarnain Kadir menjelaskan, saat ini gubernur Riau tengah mempersiapkan diri dan berlatih di sebuah sasana di Pekanbaru untuk menghadapi Elias Pical.

“Laga tinju eksebisi peresmian ring tinju Persatuan Tinju Indonesia (Pertina) Riau itu akan digelar Sabtu 22 Januari 2011 mendatang,” kata Zulkarnaen, Rabu 19 Januari 2011.

Pertandingan rencananya akan digelar hanya tiga ronde. “Kita yakin gubernur Riau mampu menaklukkan mantan juara dunia itu pada ronde kedua,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu untuk laga tinju tersebut. Salah saatunya adalah mendatangkan pelatih tinju dari Jakarta.

“Kedua petinju akan melakukan cek kesehatan, timbang badan sekaligus latihan terakhir pada Jumat, 21 Januari 2011. Sehari sebelum pertandingan.”

Selain dalam rangka peresmian ring tinju Pertina, pertandingan ini dimaksudkan juga untuk menyemarakan Riau sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012 nanti.

Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Pertina Riau, Robin P Hutagalung menjelaskan bahwa pertandingan tinju Rusli Zainal vs Elias Pical itu merupakan partai puncak.

“Elias dan managernya dijadwalkan tiba di Pekanbaru Kamis, 20 Januari 2011. Setelah itu, petinju Ambon berjuluk ‘The Exocet’ ini akan melakukan serangkaian latihan,” tuturnya.

Robin menambahkan, pertandingan tersebut untuk peresmian Ring Tinju Pertina di Jalan Yos Sudarso Rumbai yang bakal digunakan nanti pada PON XVIII.

Laporan: Ali Azumar | Riau(PGC/VIVAnews.com)

Sumber: http://pekanbaruglobal.com