Enam Tanda Pria Posesif

Kenali ciri pasangan yang memiliki kebiasaan mengekang kehidupan Anda.
Sikap posesif pasangan terkadang bisa diartikan sebagai tanda perhatian si dia. Namun, sikap jika posesif si dia mulai membuat hidup Anda terasa terkekang, kondisi ini biasanya berujung pada keretakan hubungan.
Perlu diketahui, hubungan yang sehat selalu ditandai sikap-sikap saling menghormati kebebasan pribadi pasangan, tetapi tetap dalam kerangka komitmen yang sehat.

 

Bagaimana dengan kekasih Anda? Apakah dia selalu memaksakan kehendaknya atau sebaliknya, selalu menunjukkan sikap dewasa dalam menjalani hubungan ini? Anda perlu tahu ciri pasangan yang punya sikap posesif, seperti dikutip dari Times of India:

Bersikeras mengetahui keberadaan Anda
Tanda paling jelas dari kekasih posesif adalah selalu ingin mengontrol hidup Anda. Jika dia tidak dapat menghubungi Anda melalui telepon, dia akan menginterogasi Anda untuk mendapatkan jawaban rinci dan detail.

Menghubungi berkali-kali
Dia akan menghubungi Anda berkali-kali dalam sehari hanya untuk memastikan bahwa Anda baik-baik saja. Tentu saja ini bisa mengganggu, apalagi bila dia sampai mengirim SMS atau menelepon Anda meski sudah larut malam.

Lama kelamaan, tentu Anda tidak merasakan hal ini sebagai perasaan cinta. Sikap overprotektif bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman.

Menganggap Anda adalah teman si dia satu-satunya
Baginya, Anda adalah segalanya. Dia juga menuntut Anda berlaku demikian. Semua hal yang dia lakukan harus dilalui berdua. Lama kelamaan, hal ini tentu bisa membuat Anda sulit bergerak.

Jika Anda merencanakan jalan-jalan dengan teman-teman atau sekadar memanjakan diri, si dia akan menafsirkan bahwa Anda mengabaikannya. Dia akan marah dan mungkin akan membuat Anda merasa serba salah.

Si dia ingin Anda benar-benar kenali kehidupannya
Banyak wanita berpikir, kecemburuan dari kekasih mereka akan membuat wanita merasa dihargai dan penting. Perbedaan antara cemburu dan posesif adalah ketika kekasih tidak puas dengan hanya mengetahui bahwa orang itu memperhatikan Anda. Dia akan menggali lebih lanjut dan bertanya seputar pendapat Anda tentang dirinya.

Selalu mengatur dalam segala hal
Seorang wanita membutuhkan ruang untuk bisa melakukan banyak hal, dan yang terpenting adalah saat berbusana. Tapi, pria posesif akan selalu ingin mengatur soal urusan pakaian pasangannya. Jika selalu mengkritik Anda, misalnya soal cara berpakaian, si dia termasuk dalam kategori posesif.

Membatasi ruang gerak Anda
Kebanyakan pria posesif tidak suka pasangan mereka menghabiskan waktu bersama keluarganya. Jika si dia mulai tak suka dengan kedekatan Anda dengan keluarga, Anda harus berhati-hati, pasangan masuk dalam kategori posesif.

Jika kekasih memiliki lebih dari sikap posesif, ada baiknya Anda melakukan komunikasi intensif dengannya, dan buat komitmen hubungan yang bisa membuat Anda merasa nyaman. Jangan sampai karena sikap posesifnya membatasi ruang gerak Anda. [via vivanews]

Bupati Rohul Diterpa Isu Disharmonis dengan Setdakab

Kamis, 6 Januari 2011 17:27

Jelang Pemilukada suhu politik di Rohul terus meningkat. Beragam isu pun berseliweran. Salah satunya, isu retaknya keharmonisan hubungan Bupati Achmad dengan Setdakab Mewahidin.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Terkait isu yang berkembang di masyarakat dan pegawai Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu sepekan terakhir, Bupati Rohul, Drs H Achmad M.Si, Kamis (6/1/10), membantah jika Sekertaris Daerah (Sekda) Rohul, Drs H Mewahiddin, mengundurkan diri dari jabatannya.

Dari isu yang berkembang di kalangan masyarakat dan PNS Pemkab Rohul, Sekda Rohul mengundurkan diri dari jabatannya, dikarenakan tidak sepaham (sinkron) dengan segala kebijakan Bupati Rohul, dan dukungan Sekda ke bakal calon (Balon) pasangan Joni Irwan-Daswanto (Jiwa).

“Isu itu tidak benar, sebab Pak Mewahiddin tidak ada mengajukan surat pengunduran dirinya. Begitu pun tidak ada niat saya untuk memberhentikan beliau dari jabatannya,” tegas Bupati Achmad, ketika membuka turnamen olehraga gasing, di Dusun Pasir Pandak Danau Bingkuang Titian Sojuk, Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan, Kamis (6/1/11).

Berita yang simpang siur di tengah masyarakat, dikatakan bupati tidak benar. Menurutnya, berita itu pengalihan isu dan menjatuhkan popularitasnya sebagai calon bupati pada Pemilukada Rohul 2011.

Jelas Bupati Achmad, jabatan Sekda adalah jabatan strategis, untuk proses pengangkatan dan pemberhentian Sekda harus melalui proses panjang, tidak seperti pengangkatan dan pemberhentian Satuan Kerja (Satker), atau pun kepala desa (Kades).

“Untuk mengisi jabatan Sekda, pejabat tersebut harus melalui testing, berbagai tahapan, persyaratan khusus, serta kemampuan lainnya. Saya selaku bupati tidak berwewenang memberhentikan beliau. Sebab itu wewenang langsung seorang Gubernur,” terangnya.

Bupati berharap, agar masyarakat Pasir Pandak Danau Bingkuang Titian Sojuk, Desa Kepenuhan Timur, dan seluruh masyarakat Kecamatan Kepenuhan, yang merupakan kampung tempat kelahiran Mewahiddin, tidak langsung menerima informasi simpang siur tersebut. Tetapi harus diteliti dahulu kebenarannya.

“Memang beliau akan mengundurkan diri, namun belum ada memasukan surat permohonan pengunduran diri. Saya juga tidak ada niat memberhentikan Sekda, sebab bukan kewenangan saya,” tegas Bupati Achmad lagi.

Di akhir-akhir arahannya, Bupati Achmad menyatakan ia sudah menerima informasi simpang siur tentang kedudukan Sekda Rohul. Ia berharap, dengan informasi yang sudah disampaikannya kepada masyarakat ini, tidak ada lagi masyarakat yang salah salah persepsi, sebab isu ini berkembang menjelang Pemilukada, ia menduga ada unsur politik.

Atas isu pengunduran diri Sekda ini, saat ini short message service (SMS) tentang Sekda Rohul mengajukan surat penguduran diri, juga sudah beredar di Rohul. Dalam SMS beredar, dinyatakan antara bupati dan Sekda sudah tidak harmonis dan sejalan dengan sejumlah program Pemkab Rohul, sehingga Sekda mengundurkan diri, namun belum direspon bupati.

Sekda Rohul, Mewahiddin, yang dicoba dikonfirmasi wartawan via telepon, membenarkan apa yang dikatakan Bupati Achmad, ia mengatakan isu yang bekembang tidak benar.

“Saya dengan Pak Bupati tidak ada masalah. Jika saya mengundurkan diri, mengapa saya terus melaksanakan tugas saya. Sekarang saya di DPRD mengikuti rapat paripurna, jadi jangan percaya isu yang berkembang” ujarnya.***(zal)

Sumber: http://riauterkini.com