Pemerintah Bantu Biaya Persalinan Tanpa Nikah

Ini bagian dari program jaminan persalinan demi mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

Demi menurunkan angka kematian ibu dan anak saat persalinan, pemerintah mengeluarkan program jaminan persalinan (Jampersal). Program ini menjamin biaya persalinan, pemeriksaan selama kehamilan, dan pelayanan nifas bagi ibu hamil, termasuk mereka yang hamil di luar nikah.
Kepala Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan, Kementrian Kesehatan,  Usman Sumantri, mengatakan, mereka yang mendapat jaminan adalah semua ibu hamil yang belum memiliki jaminan kesehatan. Syarat mengikuti program ini, hanya KTP. 

“Program ini sudah bisa dilayani, khusus pelayanan di Puskesmas dengan system klaim berlaku sejak Januari. Tidak peduli mereka yang hamil tanpa surat nikah, semua bisa dijamin asalkan belum memiliki jaminan dari manapun,” ujarnya.

Menurutnya, program ini dilakukan karena masih banyak ibu hamil yang tidak mendapatkan fasilitas kesehatan akibat kendala biaya. Program ini terintegrasi dengan program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Lewat program ini, pemerintah akan menanggung sekitar 60 persen dari estimasi proyeksi jumlah persalinan.

Fasilitas yang ditawarkan program ini antara lain tanggungan biaya pemeriksaan kehamilan sebanyak empat kali, yakni sekali pada triwulan pertama, sekali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga. Nilainya Rp 40 ribu per kunjungan.

Peserta juga akan mendapat paket persalinan biaya melahirkan normal sebesar Rp350 ribu. Namun, persalinan dengan penyulit juga akan ditanggung. Sementara pelayanan selama masa nifas sebanyak tiga kali senilai Rp30 ribu per kunjungan.

“Jadi paket total bisa mencapai  Rp420-500 ribu. Sementara untuk persalinan  lanjutan di rumah sakit biaya disesuaikan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan program ini, pemerintah bekerja sama dengan bidan, klinik bersalin, puskesmas, lembaga pelayanan kesehatan pemerintah, serta sejumlah rumah sakit swasta yang telah melakukan perjanjian kerjasama dengan program Jampersal.

“Kami berharap, bagi mereka yang melakukan persalinan normal hanya dilakukan di Puskesmas atau bidan, namun bagi mereka yang butuh pertolongan persalinan dengan caesar atau dengan penyulit diharapkan dirujuk ke rumah sakit yang telah kami tunjuk,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan penurunan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102 per 100 ribu kelahiran hidup, dan angka kematian bayi (AKB) dari 34 menjadi 23 per 1.000 kelahiran hidup, serta angka kematian balita (AKABA) dari 44 menjadi 32 per 1.000 kelahiran hidup. “Ini salah satu target MDG’S tahun 2015.”

Anggaran yang digunakan adalah anggaran dari APBN yang menjadi satu kantong dengan anggaran Jamkesmas senilai Rp6,3 triliun. “Untuk Jampersal sendiri diperkirakan mencapai 1,2 Triliun.”

Sumberhttp://vivanews.com

Organ-Organ Tubuh Yang Akan Hancur Akibat Begadang

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (GOT,GPT).

Tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm! Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index).

Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK. Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.

Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :

1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama


2. Tidak buang air di pagi hari


3. Pola makan yang tidak beraturan


4. Tidak makan pagi


5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan


6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan


7. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.

Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit


8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.

Sebab :

Malam hari pk 21.00 – 23.00 :

Adalah pembuangan zat-zat tidak berguna / beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik.

Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.


Malam hari pk 23.00 – dini hari pk 01.00 :

Saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas


Dini hari pk 01.00 – 03.00 :

Proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur


Dini hari pk 03.00 – 05.00 :

De-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran


Pagi pk 05.00 – 07.00 :

De-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.


Pagi pk 07.00 – 09.00 :

Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya.

Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna.

Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 04.00 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.

Sebab itu, tidurlah yang nyenyak dan jangan begadang! Gunakan waktu mu utk istirahat yg cukup… [via uniqpost]