BAGIAN YANG PERTAMA (Soetan Seri Alam)

Menyatakan raja yang mula-mula memerintah dalam Luhak Rokan ini, serta dengan rakyat yang bersama dengan raja itu, yaitu bergelar Soetan Seri Alam.

Alkisah maka tersebutlah perkataan perihal dari mulanya perjalanan Soetan Seri Alam akan masuk kedalam Luhak Rokan IV Koto ini.

Maka adalah suatu masa yang tersebut diatas, maka Soetan Seri Alam pun bermohon kepada ayahnya, keluar dari Koto Benio Tinggi beserta dengan kawan-kawan yang 30 kelamin itu dengan menelusuri sungai ialah menghilirkan Sungai Soempoe (Sungai Rokan sekarang) dengan memakai beberapa rakit dan perahu kulit kayu.

Kemudian dalam beberapa hari Soetan Seri Alam berjalan menghilirkan Sungai Soempoe, maka tibalah pada suatu tempat pada Soempoe ini, suatu tempat kejahatan yang amat jahat, sehingga tiada boleh dilalui rakit dan perahu itu, sebab disitu airnya terlalu terjun.

Maka pada ketika itu Soetan Seri Alam serta kawan-kawannya lalu berhenti disana serta membuat pondok dan bangsal pada tepi sungai itu.

Maka pada waktu malam hari, maka segala kawan-kawan Soetan Seri Alam lalu membuat api besar, sebab akan menerangi dan menjaga rajanya itu, maka tiap-tiap malam demikianlah diperbuat oleh kawan-kawan dan pengiringnya itu. Jadi pada waktu malam hari benderanglah cahaya api tiu, sampai pada suatu bukit yang sebelah raja itu bermalam, serta kelihatan segala batu-batu yang pada bukit itu, yaitu Batoe Bandang (Batu Bandang) yang sekarang.

Sahdan kemudian dari pada itu itu tiada berapa lamanya, maka Soetan Seri Alam dengan segala pengiringnya lalu berjalanlah pula menghilirkan Soengai Soempoe buat melihat tempat mana-mana yang baik akan dibuat kampung dan lading. Maka dalam perjalanan Soetan Seri Alam itu, beberapa hari lamanya maka tibalah pada suatu tempat tanah yang lebar dan datar, dan ada pula suatu tempat tanah tinggi dari sekelilingnya itu. Maka Soetan Seri Alam dengan segala pengiringnya berhenti pula disana, yaitu pada tempat Teloek Sembahjang (Teluk Sembahyang) yang sekarang. Dalam hal yang demikian maka Soetan Seri Alam lalu membuat kampung pada tempat tanah yang tertinggi itu serta berladang-ladang. Maka dengan takdir Allah Subhanahu wataala, mereka itupun mendapat padi lebih dari cukupnya makan. Oleh sebab itu mufakatlah Soetan Seri Alam dengan segala pengiringnya, bahasa hendak membuat kampung dan negeri pada tempat itu. Sehabis putus mufakat Soetan Seri Alam dengan segala pengiringnya, maka teruslah tetap ianya memperbuat kampung dan negeri pada tempat itu. Maka dinamakanlah kampung itu kampung Koto Sembahjang Tinggi. Maka pada waktu didirikanlah oleh Soetan Seri Alam seorang orang besar bergelar Datoek Nan Setia. Letaknya kampung itu ialah sebelah mudik Sungai Pusu sekarang.

Sahdan dalam masa Soetan Seri Alam duduk berkampung dan berladang di Koto Sembahjang Tinggi maka orang-orangpun banyaklah yang dating dari lain-lain negeri serta berdiam juga di Koto Sembahjang Tinggi, diperintahkan oleh Soetan Seri Alam dengan makanan yang cukup, buat keadaan pada masa itu. Dalam hal yang demikian itu, maka Soetan Seri Alam pun telah mengadakan sorang putra laki-laki. Maka lama kelamaan Soetan Seri Alam memerintah di Koto Sembahjang Tinggi, maka anaknya itupun besarlah. Sepanjang kabarnya itu telah berumur 25 tahun. Maka Soetan Seri Alam pun terus mangkatlah meninggalkan dunia. Adapun sepanjang kabarnya Soetan Seri Alam memerintah di Koto Sembahjang Tinggi adalah kira-kira 41 tahun, maka iapun terus mangkat. Demikianlah halnya pada zaman raja yang mula-mula di Luhak Rokan yaitu di Koto Sembahjang Tinggi.

BAGIAN YANG KEDUA: Tengkoe Radja Rokan

Perempuan Golkar Rohul Siap Menangkan Suparman-Hamulian

Rabu, 12 Januari 2011 16:20


Partai Golkar Rohul menggelar orientasi politik bagi kader perempuan. Para peserta bertekad berjuang untuk kekenangan pasangan Suparman-Hamulian pada Pemilukada Februari nanti.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN– Sekitar 800 kaum hawa (perempuan) Partai Golongan Karya (Golkar) Rokan Hulu, ikuti orientasi partainya di Hotel Sapadia Pasirpangaraian, Rabu (12/1/11).

Dengan semangat menumbuhkan semangat, meningkatkan solidaritas, serta ikut memenangkan Pemilukada 2011. Ribuan orang, terdiri dari kaum perempuan dan kader Partai Golkar se-Rohul, antusias dan ramaikan kegiatan Orientasi Kesatuan Perempuan, yang dihadiri langsung oleh pasangan Suparman dan Hamulian.

Dikatakan Ketua Dewan Perwakilan Daerah II (DPD) Partai Golkar Rohul, Suparman S.Sos.M.Si, dalam arahannya yang didampingi pasangannya, Hamulian, Partai Golkar saat ini mulai dilupakan dan ditinggalkan kadernya, untuk itu perlu dilakukan pembenahan diri, melakukan aktualisasi diri ke masyarakat dengan motto dan semangat baru.

Sesuai motto Partai Golkar, suara rakyat adalah suara Golkar, ke depannya akan dilakukan konsolidasi, diharapkan Partai Golkar berjaya seperti tahun-tahun sebelumnya.

Selama ini kekuatan Partai Golkar di Kabupaten Rohul tidak diragukan, dari 35 anggota DPRD Rohul, sedikitnya 7 anggotanya merupakan kader Golkar, termasuk ketua DPRD Rohul, Hasanuddin Nasution.

Lanjutnya, untuk memajukan peranan perempuan dalam bidang politik di Rohul, Suparman berharap agar kaum perempuan Partai Golkar ikut dan turun memajukan Kaukus Perempuan Parlemen Daerah (KPPD), sehingga tumbuh kesadaran dalam berpolitik ke depannya.

“Walau saya kalah, saya tetap loyal untuk kuning, jadi kita harus komitmen sejak sekarang untuk memajukan Partai Golkar,” ajaknya.

Wakil Ketua Publikasi dan Dokumentasi Partai Golkar, Abu Bakar Siddik, menyinggung masalah kader Golkar yang lari ke partai lain, mengatakan, Partai Golkar punya aturan main sendiri, sesuai petunjuk dan pelaksanaan (Juklak) dengan nomor 22 tahun 2009, partai menetapkan, dan mewajibkan seluruh kader dan tidak bisa ditawar lagi, untuk komit mendukung pasangan resmi yang sudah ditetapkan partai.

“Kalau ada kemungkinan terjadi persoalan pelanggaran, kader tersebut akan dikeluarkan dari partai, dan itu sudah pernah dilakukan partai di beberapa daerah,” ungkap Abu Bakar.

Ketua Kader Wanita Provinsi Riau, Dra Iwa Sasrini Bibra, berharap kaum perempuan Golkar Rohul maksimal dalam perannya untuk memperjuangkan kebijakan partai pada Pemilukada 2011, sehingga bagaimana menyakinkan masyarakat, untuk memenangkan calon yang sudah diusung Partai Golkar.

Ketua Kader Wanita Kabupaten Rohul, Emi Kusmida, menyatakan, sesuai tema acara, akan timbul rasa solid sehingga tulus, ikhlas, untuk memenangkan Pemilukada 2011. “Peserta yang ikut ini dari seluruh kecamatan, sedikitnya lima orang per desanya,” jelasnya.

***Suparman Minta Semua Calon Gunakan Politik Santun***

** **Dalam arahannya, Suparman mengaku, saat ini ada isu yang berkembang yang menuding dirinya sebagai preman, pemabuk dan pecandu Narkoba. Namun tuduhan tersebut dianggap politik mematikan serta pembunuhan karakter seorang calon.

“Tidak mungkin saya pemabuk dan pecandu Narkoba, sebab merokok pun saya tidak, ini merupakan pembunuhan karakter, dan saya ada bukti videonya,” papar Suparman, dalam arahannya.

Ia berharap, kepada semua calon yang maju pada Pemilukada tahun ini, agar berpolitik santun, dan beretika dalam berpolitik, sebab rakyat sekarang pintar menilai.

“Rakyat sekarang tidak bodoh, mereka lebih simpati kepada calon-calon yang difitnah dan dianiaya, sehingga dalam berpolitik harus cerdas, bukan berpolitik dengan saling menjatuhkan,” harap Suparman.***(zal)

Sumber: http://riauterkini.com

Susilo Buat Kejutan dengan Dukung Asri di Pemilukada Rohul

Rabu, 5 Januari 2011 17:05

Jelang pelaksanaan Pemilukada Rohul kembali terjadi kejutan. Adalah calon bupati gagal maju Susilo secara terang-terangan mengajak pendukungnya menangkan pasangan Asri.

Riauterkini-TAMBUSAIUTARA- Gagal maju sebagai kandidat bupati pada Pemilukada Rokan Hulu 16 Februari 2011 mendatang, karena tidak ada dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Hanura, secara mengejutkan, Rabu (5/1/11), H Susilo SE.MM, nyatakan diri mendukung penuh pasangan Achmad-Hafith (Asri) maju pada Pemilukada 2011 mendatang.

Pernyataan tegas mendukung Asri, disampaikannya Susilo di depan ratusan masyarakat Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, saat kunjungan kerja (Kunker) Bupati Rohul, Drs H Achmad M.Si, calon incumbent, di Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, ketika meremikan 16 sekolah SD, SLTP, dan SLTA di Mahato menjadi sekolah negeri.

Diakui Susilo, dukungannya untuk pasangan Asri, berdasarkan kesepakatan dan musyawarah dengan berbagai pihak, serta pertimbangan matang dirinya sendiri, dan tidak ada paksaan dari pihak mana pun.

“Dukungan saya kepada pasangan Asri sudah matang, ini keputusan bulat diri saya pribadi untuk pasangan Asri memimpin lima tahun kedepan,” ucapnya.

Ia berharap, kepada masyarakat yang mendukungnya agar mendukung pasangan Asri. Katanya, tidak bisa dipungkiri, selama kepemimpinan Achmad banyak terlihat perubahan dan pembangunan yang dilakukannya selama ini.

“Saya kenal Achmad sebagai seorang birokrasi tulen yang benar-benar ingin membangun Rohul, apalagi Achmad merupakan putra asli Rohul, sehingga ia serius membangun kampungnya,” jelasnya.

“Kepada masyarakat pendukung saya, agar mendukung pasangan Asri. Sebab dukungan saya untuk Asri sudah bulat, ini sudah melalui berbagai pertimbangan,” terangnya.***(zal)
Sumber: http://riauterkini.com